Menu

Mode Gelap
Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

Regional

Viral Video Istri Polisi Datangi Ustadz Usai Santri, Anaknya Ditegur Merokok

badge-check

Video viral memperlihatkan seorang istri polisi mendatangi ustadz di pesantren usai santri ditegur karena merokok. Peristiwa yang diduga terjadi di Lumajang ini menuai beragam reaksi warganet. Perbesar

Video viral memperlihatkan seorang istri polisi mendatangi ustadz di pesantren usai santri ditegur karena merokok. Peristiwa yang diduga terjadi di Lumajang ini menuai beragam reaksi warganet.

PRABAINSIGHT.COM – LUMAJANG – Awalnya cuma soal rokok. Bukan narkoba. Bukan tawuran. Bahkan bukan kabur dari pesantren. Hanya sebatang rokok yang nyasar ke area terlarang.

Tapi dari satu batang rokok itu, drama berlapis-lapis pun lahir.

Jagat maya belakangan ramai oleh sebuah video yang memperlihatkan momen tak biasa di lingkungan pondok pesantren. Seorang ustadz tampak didatangi seorang ibu yang disebut-sebut sebagai walisantri. Nada bicara meninggi, suasana menegang, dan yang paling bikin netizen mengangkat alis: muncul kalimat ancaman.

Konon ceritanya sederhana. Seorang santri kedapatan merokok di area pesantren. Sebagaimana aturan kebanyakan pondok, merokok jelas bukan perilaku yang dibenarkan. Sang ustadz pun menegur. Selesai? Ternyata tidak.

Alih-alih berhenti di teguran internal, persoalan malah melebar keluar pagar pesantren. Sang ibu datang meminta penjelasan langsung. Klarifikasi berubah jadi adu argumen. Situasi yang semula bisa diselesaikan dengan ngobrol baik-baik, mendadak terasa seperti sidang darurat tanpa palu.

Dalam video yang beredar, ibu tersebut bahkan mengaku sebagai istri anggota polisi. Kalimat “akan dilaporkan” pun meluncur. Entah untuk menakut-nakuti, menegaskan posisi, atau sekadar refleks emosi sesaat—yang jelas, ancaman itu sukses mengubah teguran rokok menjadi tontonan nasional.

Peristiwa ini disebut terjadi di sebuah pondok pesantren di wilayah Lumajang, Jawa Timur. Namun sampai sekarang, belum ada keterangan resmi dari pihak pesantren maupun aparat setempat. Video sudah terlanjur viral, klarifikasi justru masih tertinggal di belakang algoritma.

Seperti biasa, netizen tak mau ketinggalan urusan. Kolom komentar langsung terbelah dua kubu.

Di satu sisi, banyak yang membela ustadz. Aturan pesantren, kata mereka, harus dihormati. Kalau orang tua menyekolahkan anak ke pondok, ya siap dengan konsekuensi disiplin. Teguran dianggap wajar, bahkan perlu.

Di sisi lain, ada pula yang menyoroti cara komunikasi kedua belah pihak. Teguran boleh, emosi jangan. Klarifikasi sah, ancaman sebaiknya ditahan. Apalagi di ruang pendidikan yang mestinya mengajarkan adab, bukan adu kuasa.

Kasus ini jadi pengingat klasik: masalah kecil bisa membesar kalau ego ikut campur. Rokoknya mungkin sudah padam, tapi apinya keburu menyebar ke mana-mana—dari halaman pesantren sampai linimasa media sosial.

Sampai sekarang, situasi masih menggantung. Belum ada penjelasan resmi, belum ada klarifikasi tuntas. Yang ada baru satu pelajaran lama dengan bungkus baru: di era kamera selalu menyala, kepala dingin itu jauh lebih penting daripada merasa paling benar.

Jadi, menurutmu: ini soal disiplin yang perlu ditegakkan, atau reaksi berlebihan yang mestinya tak perlu viral?

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya

16 Juli 2026 - 03:12

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Juli 2026 - 11:17

Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

14 Juli 2026 - 19:23

Kuasa Hukum Nancy Soroti Kesaksian Dwi Febri di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Terbukti Palsu

14 Juli 2026 - 16:48

Dugaan Mega Korupsi di Kejaksaan Jadi Ujian Penegakan Hukum, BEM PTMA Zona III Apresiasi Sikap Prabowo

12 Juli 2026 - 09:17

Trending di Nasional