Jakarta – Sebanyak 13 finalis perwakilan DKI Jakarta siap menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam ajang Puteri Anak dan Remaja Indonesia 2026 tingkat nasional. Tak hanya mengandalkan penampilan dan bakat, para peserta juga membawa beragam program advokasi yang mengangkat isu sosial, pendidikan, lingkungan, pariwisata, hingga pelestarian budaya Indonesia.
Kesiapan para finalis diperkenalkan dalam konferensi pers yang berlangsung di Hotel Cordela, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026). Mereka dijadwalkan mengikuti karantina nasional pada 27–31 Oktober 2026.
Regional Director Puteri Anak dan Remaja DKI Jakarta, Sri Sintawati, mengatakan para finalis telah menjalani pembinaan intensif sejak terpilih pada Juni 2026. Persiapan tersebut meliputi pelatihan public speaking, catwalk, tata krama, hingga penguatan karakter dan kepercayaan diri.
“Mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak mereka terpilih sebagai Puteri Anak Remaja Jakarta di bulan Juni. Mereka sudah persiapan pelatihan, coach public speaking, kemudian mereka juga untuk catwalk-nya,” ujar Sri Sintawati.
Menurut Sri, setiap finalis juga dibekali program advokasi yang disesuaikan dengan minat dan kepedulian masing-masing. Program tersebut diharapkan dapat mendorong anak dan remaja untuk lebih berani berkarya, meningkatkan kepedulian sosial, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Usung Advokasi Beragam, dari Kebinekaan hingga Batik
Salah satu finalis, Clairine Chastine Yumanta, Puteri Remaja Indonesia Jakarta 2026, membawa advokasi bertajuk Voices of Bhinneka. Melalui program tersebut, ia ingin mengajak generasi muda untuk menghargai keberagaman dan memperkuat semangat persatuan.
Sementara itu, Christable Catherine, Puteri Remaja Indonesia Jakarta Pendidikan 2026, mengusung program Batik Tanpa Batas. Advokasi ini berfokus pada upaya meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap batik sekaligus memperkenalkan warisan budaya Indonesia ke tingkat internasional.
“Jika saya terpilih menjadi salah satu pemenang di Puteri Batik Remaja Indonesia, saya akan terus menjalankan advokasi saya, yaitu Batik Tanpa Batas. Saya ingin mengajak para generasi muda untuk bangga menggunakan batik dan membawa batik hingga ke internasional,” ungkap Christable.
Semangat melestarikan budaya juga ditunjukkan Ayesha Shanum Maira Shaheema, Puteri Anak Indonesia Jakarta Budaya 2026, melalui proyek My Batik, My Culture. Program tersebut tidak hanya mengajak generasi muda mengenal batik, tetapi juga menaruh perhatian pada dukungan terhadap perajin lokal.
Di bidang lingkungan, Ameera Delisha, Puteri Remaja Indonesia Jakarta Lingkungan 2026, membawa pesan mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Adapun Kineta Carlin Candida Siregar, Puteri Remaja Indonesia Jakarta Pariwisata 2026, berfokus pada pengenalan potensi wisata dan kekayaan Indonesia.
Berbagai advokasi tersebut menjadi bagian penting dari persiapan para finalis. Mereka diharapkan mampu menunjukkan bahwa sosok puteri tidak hanya memiliki penampilan menarik, tetapi juga wawasan, kepedulian, kreativitas, dan komitmen untuk memberikan dampak positif.
Persiapan Matang Menuju Karantina Nasional
Selain mengikuti pelatihan, para finalis telah melakukan audiensi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kota di wilayah DKI Jakarta, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta.
Pendampingan juga diberikan oleh orang tua dan pelatih profesional, termasuk Miss Debby dan Kak Ayu, guna memperkuat kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai tahapan kompetisi.
Selama karantina nasional, para finalis akan menjalani sejumlah penilaian, mulai dari wawancara mendalam atau deep interview, presentasi advokasi sosial, hingga penampilan bakat seni. Tahapan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperlihatkan karakter, kemampuan komunikasi, kreativitas, serta pemahaman terhadap program yang mereka perjuangkan.
KG Enterprise selaku pemegang lisensi sejak 2023 terus mendorong pembinaan yang berorientasi pada pengembangan karakter, kecerdasan, dan empati. Ajang ini diharapkan menjadi wadah bagi anak dan remaja untuk mengembangkan potensi diri sekaligus belajar mengambil peran di tengah masyarakat.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, para finalis DKI Jakarta optimistis dapat memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional. Mereka tidak hanya membawa harapan untuk meraih prestasi, tetapi juga semangat untuk menyebarkan pesan positif melalui advokasi yang dijalankan.
Bagi para peserta, mahkota dan gelar bukanlah satu-satunya tujuan. Lebih dari itu, ajang Puteri Anak dan Remaja Indonesia 2026 menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa generasi muda mampu berkarya, menginspirasi, dan membawa perubahan positif bagi Indonesia.









