Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

News

Haidar Alwi: Dari Senjata ke Perut Rakyat, Sinergi TNI-Polri Jadi Fondasi Indonesia Emas

badge-check

Haidar Alwi: Dari Senjata ke Perut Rakyat, Sinergi TNI-Polri Jadi Fondasi Indonesia Emas Perbesar

PRABA INSIGHT- Perayaan kemerdekaan biasanya diramaikan dengan lomba tarik tambang, panjat pinang, atau gegap gempita pesta rakyat. Namun, bagi R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, ukuran kekuatan bangsa bukan di situ. Ia bilang, inti dari Indonesia yang kuat ada pada seberapa solid aparatnya menjaga rakyat: dari keamanan sampai urusan perut.

Dalam refleksi HUT ke-80 RI, Haidar menekankan bahwa sinergi Polri dan TNI adalah energi moral bangsa. Bukan sekadar jargon, melainkan syarat mutlak untuk memastikan negeri ini tetap utuh.

“Sejarah Indonesia menunjukkan, ketika aparat negara tidak kompak, rakyatlah yang jadi korban. Karena itu, koordinasi TNI dan Polri harus ditempatkan sebagai prioritas utama,” tegas Haidar.

Polri-TNI: Dari Istana ke Lapangan

Bukti nyatanya? Saat perayaan kemerdekaan di Istana Merdeka. Lebih dari 10 ribu personel gabungan TNI-Polri dikerahkan. Ada pasukan pengibar bendera, atraksi udara, sampai pengamanan yang berjalan mulus tanpa gangguan berarti.

Haidar menilai kerja sama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto adalah contoh konkrit sinergi itu. Bahkan, Haidar terang-terangan menyebut:

“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah Kapolri terbaik sepanjang masa versi Haidar Alwi Institute.”

Alasannya sederhana: Sigit dianggap mampu meramu gaya humanis dengan ketegasan, sehingga Polri dan TNI bisa bergerak selaras di momen-momen strategis.

Satgas Pangan: Menjaga Stabilitas Lewat Meja Makan

Tapi, Haidar tidak berhenti pada urusan keamanan fisik. Ia menegaskan, stabilitas negara juga sangat ditentukan oleh stabilitas pangan.

Menurutnya, kelangkaan beras atau melonjaknya harga minyak goreng lebih berbahaya ketimbang upacara yang terlambat lima menit. “Satgas Pangan adalah benteng rakyat. Mereka memastikan distribusi lancar, harga terkendali, dan mafia pangan tidak punya ruang,” ujarnya.

Data Kementan mencatat, kebutuhan beras nasional mencapai 33 juta ton per tahun, sementara Bulog hanya menguasai sekitar 7–8 persen pasar. Celah inilah yang sering dimainkan mafia pangan. Maka peran Satgas Pangan Polri menjadi vital—menjaga agar panen petani terserap, distribusi lancar, dan rakyat kecil tetap bisa belanja tanpa harus ngutang ke warung.

“Polri bukan cuma penegak hukum. Polri harus juga jadi pengawal perut rakyat,” tandas Haidar.

Asta Cita: Keamanan Bertemu Kesejahteraan

Haidar lalu mengaitkan sinergi TNI-Polri dan Satgas Pangan dengan Asta Cita, delapan misi besar pemerintahan Prabowo. Mulai dari penguatan Pancasila, swasembada pangan, reformasi hukum, sampai energi terbarukan. Menurutnya, semua itu mustahil terwujud tanpa pondasi keamanan yang menyatu dengan kesejahteraan.

Ia mencontohkan beberapa program konkret Polri:

  • Desk Ketenagakerjaan, sejak Januari 2025 sudah menyalurkan lebih dari 700 pekerja korban PHK ke perusahaan baru.
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini melayani hampir 90.000 penerima per hari lewat 27 pos layanan gizi.

“Langkah ini revolusioner. Keamanan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi jadi bagian dari kesejahteraan rakyat,” kata Haidar.

Akhirnya, Haidar menutup refleksinya dengan kalimat lugas:

“Dengan kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri terbaik sepanjang masa versi Haidar Alwi Institute, Indonesia punya energi moral yang kuat untuk menatap masa depan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Trending di News