Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

News

20 November, Istana Siap-siap Digruduk Ojol & Kurol! Empat Tuntutan FDTOI Ini Bukan Main-Main

badge-check


					Ribuan ojol dan kurir (kurol) dari berbagai daerah akan menggelar aksi besar di Istana 20 November 2025. FDTOI menekankan lima tuntutan utama terkait tarif dan regulasi transportasi online.(Foto: FDTOI) Perbesar

Ribuan ojol dan kurir (kurol) dari berbagai daerah akan menggelar aksi besar di Istana 20 November 2025. FDTOI menekankan lima tuntutan utama terkait tarif dan regulasi transportasi online.(Foto: FDTOI)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dan kurir barang (kurol) dari berbagai penjuru nusantara siap “menyambangi” Istana Negara pada 20 November 2025. Aksi besar-besaran ini bukan sekadar kumpul-kumpul, tapi digerakkan oleh Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI) sebagai bentuk protes halus tapi nyata karena pemerintah dianggap lamban mengeluarkan regulasi transportasi online yang masuk akal.

Menurut FDTOI, ada empat tuntutan penting yang harus diperhatikan: mulai dari pembaruan tarif ojek online, pengaturan tarif antar makanan dan barang, hingga ketentuan tarif bersih bagi kendaraan roda empat berbasis aplikasi.

Tarif Ojol, Masih Ngepas?

FDTOI menilai tarif ojol sekarang terlalu “pas-pasan” alias nggak relevan lagi. Sejak Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 667/2022, tarif belum di-update, padahal UMR nasional naik 16,7 persen dalam tiga tahun terakhir. Forum ini pun minta penyesuaian sekitar 10 persen supaya penghasilan ojol tetap layak dan aman buat kendaraan.

Kajian internal FDTOI bahkan menunjukkan, tarif batas bawah seharusnya naik dari Rp2.550 jadi Rp2.900 per kilometer. “Tarif yang memadai bikin pengemudi bisa jaga kondisi motor tetap aman,” kata FDTOI dalam keterangan resminya Senin (17/11)

Layanan Antar Makanan dan Barang: Masih Nggak Jelas

Masih soal tarif, layanan antar makanan dan barang berbasis motor ternyata belum punya payung hukum yang jelas. Banyak mitra pengemudi keluhkan tarif rendah mulai Rp5.000 per order sampai Rp1.500 per kilometer. Beberapa harus muter lebih dari 20 km cuma dapat Rp22.000. FDTOI bilang, ini bukti regulasi kudu hadir sebelum pengemudi makin sengsara.

Roda Empat Juga Mau Jelas

Bukan cuma ojol, pengemudi kendaraan roda empat juga mau jelas soal potongan aplikasi. Sampai sekarang, aturan teknis potongan nggak ada, bikin pendapatan mereka nggak stabil. Menurut FDTOI, ketidakjelasan ini bisa bikin penghasilan pengemudi R4 makin tertekan.

Regulasi Belum Turun, Aksi Terus Berjalan

Sejak Mei 2025, FDTOI udah nyodorin kajian dan aspirasi ke Kemenhub. Dirjen Perhubungan Darat sempat bilang bakal ada kenaikan tarif 8–15 persen, tapi sampai sekarang belum juga direalisasikan. FDTOI mengingatkan, sekitar 70 persen order berasal dari layanan antar makanan dan barang. Keterlambatan regulasi berarti risiko keselamatan kerja pengemudi makin besar.

“Semakin lama regulasi tertunda, semakin besar risiko keselamatan kerja yang ditanggung mitra driver,” tegas FDTOI.

Ribuan Pengemudi Sudah Bergerak

Dari Lampung, Medan, Jawa Timur, hingga kota-kota besar lain, ribuan pengemudi mulai konsolidasi menuju Jakarta. Semua siap hadir di aksi nasional 20 November nanti. Bisa dibilang, jalanan Jakarta bakalan ramai, tapi demi tuntutan yang masuk akal, siapa yang nggak ikut berteriak, kan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi

6 Februari 2026 - 15:26 WIB

Gelar UKW dan Pelatihan Digital, Sandri Rumanama Ingatkan Pers Jangan Tunduk

5 Februari 2026 - 12:30 WIB

Ketika Mens Rea Dipersoalkan, Pandji Pragiwaksono Menempuh Jalan Dialog

3 Februari 2026 - 13:56 WIB

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Pinjol Crowde, Temukan 62 Mitra Fiktif

3 Februari 2026 - 11:58 WIB

Eyang Meri Pergi di Usia 100 Tahun, Perempuan Tangguh di Balik Keteguhan Jenderal Hoegeng

3 Februari 2026 - 08:21 WIB

Trending di News