Menu

Otomatis
Breaking News

News

Tarif Ojol Mandek Tiga Tahun, SePOI Desak DPR Segera Tuntaskan UU Transportasi Online

badge-check

Selain tarif, SePOI menilai DPR keliru fokus. Alih-alih merampungkan UU Transportasi Online yang mendesak, DPR justru sibuk membahas potongan 10% dari aplikator—padahal itu cuma secuil dari masalah besar pengemudi (foto : doc.SEPOI) Perbesar

Selain tarif, SePOI menilai DPR keliru fokus. Alih-alih merampungkan UU Transportasi Online yang mendesak, DPR justru sibuk membahas potongan 10% dari aplikator—padahal itu cuma secuil dari masalah besar pengemudi (foto : doc.SEPOI)

PRABA INSIGHT – Serikat Pengemudi Online Indonesia (SePOI) kembali mengangkat suara lantang soal nasib para pengemudi ojek online (ojol).

Mereka mendesak pemerintah segera merevisi tarif dasar ojol yang sudah tiga tahun tak kunjung diperbarui, di tengah lonjakan biaya hidup dan operasional yang makin mencekik.

Ketua Umum SePOI, Mahmud Fly, yang juga komandan aksi akbar pengemudi online di Jakarta pada 20 Mei 2025, menilai negara terlalu lambat hadir untuk melindungi pengemudi dari tekanan ekonomi.

“Sejak 2022, regulasi tarif tak bergerak. Tiga tahun kami tunggu kejelasan, tapi tak kunjung ada kabar baik. Sementara itu, harga bensin, perawatan kendaraan, dan kebutuhan hidup terus melonjak. Pemerintah harus segera bertindak sebelum pengemudi semakin terpuruk,” tegas Mahmud Fly dalam siaran pers resminya, Jumat (05/06).

Tak hanya soal tarif, SePOI juga menilai DPR RI keliru dalam memprioritaskan isu. Bukannya segera menggodok Undang-Undang Transportasi Online yang sudah lama dinanti, DPR malah sibuk membahas potongan 10% dari aplikator yang hanya menyentuh sebagian kecil dari persoalan besar yang dihadapi pengemudi.

“Isu potongan memang penting, tapi itu cuma puncak gunung es. Tanpa UU Transportasi Online yang komprehensif, pengemudi tetap jadi pihak paling rentan dalam ekosistem transportasi daring,” lanjut Mahmud.

SePOI juga menanggapi riuh rendah pasca-aksi 20 Mei 2025. Mahmud menegaskan bahwa gerakan nasional tersebut bukan muncul tiba-tiba, melainkan hasil konsolidasi panjang Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI) wadah besar yang menyatukan 12 aliansi dan organisasi pengemudi online dari berbagai daerah.

“Kami apresiasi semua yang ikut bergerak. Tapi penting dicatat, aksi 20 Mei adalah buah konsolidasi FDTOI. Forum inilah yang jadi tulang punggung perjuangan pengemudi online di seluruh Indonesia,” ujarnya.

SePOI menyerukan agar pemerintah dan DPR RI segera berbenah. Bukan sekadar tambal sulam kebijakan, tapi pembenahan total sistem transportasi online demi kesejahteraan pengemudi yang selama ini hanya jadi roda penggerak tanpa perlindungan. (Van)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

FKLPID Jabar Inisiasi Pembangunan 20 EV Charger di Kota Bekasi Bersama STT Bina Tunggal, Kadin dan iGreen+

15 Agu 2026 - 17:09 WIB

FKLPID Jabar Inisiasi Pembangunan 20 EV Charger di Kota Bekasi Bersama STT Bina Tunggal, Kadin dan iGreen+

Kasus Lahan Cilacap: Saksi Ungkap Tanah Berstatus HGU Swasta, Bukan Aset Negara

14 Agu 2026 - 22:03 WIB

Kasus Lahan Cilacap: Saksi Ungkap Tanah Berstatus HGU Swasta, Bukan Aset Negara

500 Orang Lari di CFD Jakarta, AESI Kejar Target 100 GW Energi Surya: Bukan Sekadar Bakar Kalori

14 Agu 2026 - 19:20 WIB

500 Orang Lari di CFD Jakarta, AESI Kejar Target 100 GW Energi Surya: Bukan Sekadar Bakar Kalori

Guru SMP di Labura Didakwa Cabuli Siswi Saat Apel, Kejati Sumut Ungkap Alasan Penahanan

13 Agu 2026 - 12:00 WIB

Guru SMP di Labura Didakwa Cabuli Siswi Saat Apel, Kejati Sumut Ungkap Alasan Penahanan

Viral Cekcok Soal Bendera Merah Putih di Rancabungur, Tukang Cukur Akhirnya Minta Maaf

13 Agu 2026 - 11:48 WIB

Viral Cekcok Soal Bendera Merah Putih di Rancabungur, Tukang Cukur Akhirnya Minta Maaf
Trending di News