Menu

Mode Gelap
Ketika Sertifikat Dipersoalkan, Warga Kwini 8 Memilih Mengadu ke DPRD, Ombudsman, dan BPN Roy Suryo Menggugat, Polda Metro Santai: “Semua Sudah Sesuai SOP” Rp55 Juta Sudah Dibayar, Tiga Pemuda di Percetakan Mau Print Tetap Disekap, Pelaku Minta Rp150 Juta Komarudin Watubun Santai Soal Jokowi Injak Kepala Kerbau: “PDIP Itu Kepala Banteng, Bukan Kerbau” Spitze Sentosa Indonesia Punya Resep Bikin Kantor Betah: Badminton Bareng Tanpa Sekat Jabatan Charma Afrianto Minta KPK Dalami Pengelolaan Anggaran Palembang Usai Geledah BPK Sumsel

News

Skandal Kredit Fiktif Bankaltimtara: Dugaan Pembiaran, Kerugian Rp208 Miliar, dan Desakan Perombakan Manajemen

badge-check


					Skandal kredit fiktif Bankaltimtara menimbulkan kerugian negara Rp208 miliar dan memicu desakan DPRD Kaltim untuk merombak total manajemen bank. Polisi menetapkan tersangka dan menyita sejumlah aset, sementara pemerintah daerah meninjau ulang rencana penyertaan modal.(Ist) Perbesar

Skandal kredit fiktif Bankaltimtara menimbulkan kerugian negara Rp208 miliar dan memicu desakan DPRD Kaltim untuk merombak total manajemen bank. Polisi menetapkan tersangka dan menyita sejumlah aset, sementara pemerintah daerah meninjau ulang rencana penyertaan modal.(Ist)

PRABA INSIGHT- KALIMANTAN- Pertanyaan besar yang menggantung di udara Kalimantan Timur:

“Lho, kok kredit fiktif bisa lewat ratusan miliar?”

Audit tidur siang? Sistem kebanyakan ngopi? Atau ada yang terlalu jago bikin SPK bodong sampai-sampai printer-nya minta cuti?

Skandal kredit fiktif di Bankaltimtara ini bikin DPRD Kaltim sampai tepok jidat massal. Bukan tepok jidat santai, tapi tepok jidat level “kok bisa kecolongan segede ini?”. Soalnya bukan cuma satu dua kredit yang nyasar, tapi belasan debitur yang entah dari mana muncul, lengkap dengan dokumen yang sama-sama entah dari mana.

Kerugian negara?

Rp 208 miliar.

Itu angka yang kalau dipakai bikin jalan kabupaten, kendaraan warga bisa lewat sambil putar lagu dangdut tanpa harus goyang karena lubang.

DPRD: “Sudah, Rombak Saja Semuanya!”

Para legislator sudah kehilangan kesabaran. Mereka meminta perombakan total manajemen Bankaltimtara, karena kalau dibiarkan begini, yang cair bukan cuma kredit kepercayaan publik juga ikut ambyar.

Yang bikin tambah gregetan, posisi strategis bank masih dipenuhi “orang lama”. Ya bagaimana mau bersih, kalau ruang kendalinya masih diisi generasi yang ikut menonton drama dari awal?

DPRD Kaltim pun mengusulkan hal yang sebenarnya sederhana:

Perekrutan direksi dan pejabat tinggi bukan lagi dari lingkaran internal, tapi dari profesional luar yang tidak punya sejarah, tidak punya geng, dan tidak punya kepentingan masa lalu.

Polisi: “Santai, Kami Kerja.”

Sementara itu, aparat penegak hukum sudah mulai menutup pintu para pelaku. Sejumlah tersangka ditetapkan, rumah mewah disita, mobil Pajero ikut masuk garasi negara, dan beberapa aset lain sedang dalam antrean.

Kabar angin yang beredar kencang dan biasanya angin seperti ini tidak bertiup tanpa pohon sebagian kredit bodong itu mengalir ke sebuah grup usaha yang terkenal hobi jajan proyek.

Pemda Ikut Waswas

Pemerintah daerah yang tadinya mau menambah penyertaan modal tiba-tiba ikut rem mendadak. Kalau uang rakyat bisa terseret ke skandal perbankan, tentu saja harus ada jeda.

Alias: “Tinjau ulang dulu, Pak.”

Skandal yang Bikin Semua Orang Melek

Kisah Bankaltimtara ini jadi alarm keras bahwa bank daerah pun bisa kecolongan kalau pengawasan longgar. DPRD bahkan menegaskan: sebelum modal ditambah, bersihkan dulu fondasinya. Jangan sampai bangunan diperbaiki catnya, tapi kayunya tetap keropos.

Sekarang publik cuma menunggu, sambil menyeruput kopi:

Bankaltimtara nanti operasi besar, atau cuma perawatan kosmetik ala-ala?


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Sertifikat Dipersoalkan, Warga Kwini 8 Memilih Mengadu ke DPRD, Ombudsman, dan BPN

29 Juni 2026 - 20:32

Roy Suryo Menggugat, Polda Metro Santai: “Semua Sudah Sesuai SOP”

29 Juni 2026 - 20:09

Charma Afrianto Minta KPK Dalami Pengelolaan Anggaran Palembang Usai Geledah BPK Sumsel

27 Juni 2026 - 15:09

Terungkap! Kronologi Taufik Diduga Sekap dan Aniaya YTR, Semua Berawal dari Kenalan di Tinder

27 Juni 2026 - 14:59

82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka

26 Juni 2026 - 14:28

Trending di Nasional