Menu

Mode Gelap
82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri”

Nasional

82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka

badge-check


					R. HAIDAR ALWI*
*Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) (Foto: Istimewa) Perbesar

R. HAIDAR ALWI* *Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) (Foto: Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Ada banyak cara mengukur keberhasilan sebuah institusi. Bisa lewat penghargaan, sederet piagam, atau laporan kinerja yang tebalnya nyaris seperti skripsi. Namun, semua itu sering kali kalah penting dibanding satu hal sederhana: apakah masyarakat masih percaya?

Setidaknya, itulah pesan yang bisa ditangkap dari hasil Survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 9-18 April 2026. Survei terhadap 1.200 responden di 38 provinsi itu menunjukkan kabar yang cukup menggembirakan bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Sebanyak 82,4 persen responden menyatakan yakin kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang. Angka itu naik cukup jauh dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya yang berada di angka 76,2 persen.

Bukan cuma itu. Citra kelembagaan Polri juga meningkat menjadi 71,5 persen. Indeks profesionalitas pelayanan melonjak dari 7,76 menjadi 8,37. Bahkan, delapan dari sepuluh responden mengaku fasilitas pelayanan di kantor polisi kini terasa semakin nyaman.

Kalau angka-angka itu dibaca seperti rapor, bisa dibilang Polri sedang membawa pulang nilai yang cukup baik menjelang Hari Bhayangkara 2026.

Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, Ir. R. Haidar Alwi, MT, yang juga merupakan Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, melihat hasil survei tersebut bukan sekadar statistik. Baginya, kepercayaan masyarakat adalah hadiah paling bernilai yang bisa diterima Polri pada Hari Bhayangkara.

Sebab, kepercayaan publik tidak lahir dari slogan atau baliho. Ia tumbuh dari pengalaman masyarakat saat berhadapan langsung dengan pelayanan aparat di lapangan.

“Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat keyakinan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen merupakan kabar yang sangat menggembirakan. Angka ini membuktikan bahwa masyarakat melihat adanya perubahan nyata dalam pelayanan, profesionalisme, dan pengabdian Polri. Kepercayaan rakyat adalah prestasi yang tidak dapat dibangun dalam semalam, melainkan melalui kerja nyata yang konsisten.”

Ucapan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa perubahan sebuah institusi tidak pernah selesai hanya dengan membuat program. Pada akhirnya, masyarakatlah yang menjadi juri sesungguhnya.

Ketika Kepemimpinan Dinilai Menentukan Arah Perubahan

Menurut Haidar Alwi, meningkatnya kepercayaan publik tidak datang begitu saja. Ia menilai ada proses transformasi yang berlangsung di tubuh Polri, mulai dari pembenahan pelayanan hingga upaya membangun budaya kerja yang lebih profesional.

Dalam pandangannya, arah perubahan tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Haidar Alwi menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelang Hari Bhayangkara 2026. Ia menyebut Kapolri sebagai pemimpin visioner yang membawa Polri menjadi institusi yang semakin modern, humanis, profesional, sekaligus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.

Baginya, meningkatnya keyakinan publik menjadi 82,4 persen, naiknya citra kelembagaan menjadi 71,5 persen, dan membaiknya indeks profesionalitas pelayanan merupakan tanda bahwa perubahan tidak berhenti di ruang rapat atau dokumen kebijakan. Dampaknya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kepercayaan itu, menurut Haidar Alwi, menjadi modal penting bagi Polri untuk terus memperkuat penegakan hukum, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus menjaga stabilitas nasional yang dibutuhkan dalam proses pembangunan.

Menjelang Hari Bhayangkara, mungkin memang bukan penghargaan atau seremoni yang paling layak dirayakan. Sebab, bagi sebuah institusi yang setiap hari bersentuhan dengan masyarakat, rasa percaya adalah penghargaan yang nilainya jauh lebih mahal.

“Hari Bhayangkara tahun ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan rakyat adalah amanah yang harus terus dijaga. Saya mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sosok pemimpin visioner yang telah membawa Polri mencapai tingkat kepercayaan publik yang semakin tinggi. Semoga Polri terus menjadi institusi yang dicintai rakyat, profesional dalam bertugas, dan semakin kokoh mengawal Indonesia menuju masa depan yang lebih aman dan maju,” pungkas Haidar Alwi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun

25 Juni 2026 - 19:13

Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

23 Juni 2026 - 21:03

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

23 Juni 2026 - 12:16

Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri”

23 Juni 2026 - 11:26

Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

23 Juni 2026 - 10:48

Trending di News