PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di usia ketika sebagian orang masih sibuk menawar cicilan motor dan galau menentukan arah hidup, Rizki Juniansyah sudah memikul dua beban sekaligus: barbel ratusan kilo dan pangkat Kapten TNI Angkatan Darat. Keduanya sama-sama berat. Bedanya, yang satu diangkat dengan otot, yang lain dengan prestasi.
Rizki, lahir pada 17 Juni 2003, kini berusia 22 tahun (per Januari 2026). Ia bukan perwira karier yang meniti tangga militer lewat baris-berbaris dan medan tempur. Jalannya sedikit berbeda melalui podium, medali, dan rekor dunia angkat besi. Berkali-kali mengharumkan nama Indonesia, Rizki pun “diangkat” negara, bukan cuma sebagai atlet, tapi juga sebagai prajurit berpangkat Kapten.
Kalau semuanya berjalan lurus tanpa aral melintang tanpa cedera, tanpa drama, tanpa politik berlebihan Rizki digadang-gadang bisa menjadi Brigadir Jenderal termuda di Indonesia. Setidaknya, begitu pandangan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie. Sebuah prediksi yang terdengar nekat, tapi tidak sepenuhnya mengada-ada.
Saat ini, rekor jenderal bintang satu termuda di Indonesia masih dipegang generasi yang jauh lebih senior. Di Polri, ada Brigjen Ahrie Sonta Nasution yang menyandang pangkat jenderal pada usia 44 tahun per Oktober 2025. Lulusan Akpol 2002 ini dikenal punya rekam jejak mentereng, termasuk pernah menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto.
Sementara di tubuh TNI AD, gelar Brigjen termuda masih melekat pada Aulia Dwi Nasrullah. Ia dilantik sebagai jenderal pada usia 46 tahun 4 bulan, sekitar Desember 2023 hingga Januari 2024. Lulusan Akmil 1998 ini lama malang-melintang di Kopassus jalur yang secara tradisional memang lebih dekat ke bintang.
Kalau dibandingkan, jarak usia Rizki dengan para jenderal termuda itu nyaris dua dekade. Sebuah jurang waktu yang biasanya mustahil dilompati. Tapi Rizki bukan tipikal prajurit biasa. Ia adalah anomali yang lahir dari dunia olahraga prestasi, di mana usia muda justru jadi aset utama.
Tentu saja, jalan menuju jenderal tidak semata ditentukan oleh otot dan medali. Ada sistem, hierarki, dan dinamika institusi yang tak bisa diangkat hanya dengan clean and jerk. Tapi kehadiran Rizki Juniansyah setidaknya membuka satu kemungkinan baru: bahwa prestasi global bisa mempercepat jalur kehormatan negara.
Untuk saat ini, rekor tetap milik Ahrie Sonta Nasution di Polri (44 tahun) dan Aulia Dwi Nasrullah di TNI (46 tahun 4 bulan). Rizki masih Kapten, masih 22 tahun, dan masih sibuk mengangkat besi. Tapi sejarah sering kali ditulis oleh mereka yang sejak muda sudah terbiasa mengangkat beban yang tak biasa.
Dan siapa tahu, suatu hari nanti, barbel terakhir yang diangkat Rizki bukan lagi besi melainkan bintang satu di pundaknya.
Editor : Irfan Ardhiyanto






