Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Internasional

Konflik NATO Memanas: Donald Trump Sebut Anggota “Pengecut” Usai Tolak Serang Iran, Emmanuel Macron Balas Seret Isu Pribadi

badge-check

Konflik NATO memanas usai Trump minta serang Iran ditolak, berujung sindiran keras dan serangan personal dengan Macron.(Istimewa) Perbesar

Konflik NATO memanas usai Trump minta serang Iran ditolak, berujung sindiran keras dan serangan personal dengan Macron.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – Kalau biasanya konflik antarnegara itu diwarnai peta, pasukan, dan diplomasi tingkat tinggi, kali ini agak beda. Lebih mirip timeline media sosial yang panas karena debat kusir, tapi pelakunya… presiden.

Kisah ini bermula ketika NATO kembali diuji solidaritasnya. Donald Trump dikabarkan meminta negara-negara anggota untuk ikut membantu langkah militer terhadap Iran. Responsnya? Bukan standing ovation, melainkan penolakan yang cukup kompak.

Alih-alih mendinginkan suasana, Trump justru menaikkan tensi dengan menyebut negara-negara NATO sebagai “pengecut.” Sebuah pilihan diksi yang, kalau ini grup WhatsApp keluarga besar, sudah pasti bikin admin angkat tangan.

Namun, konflik tak berhenti di urusan geopolitik. Ia menjalar ke ranah yang lebih… personal. Trump melontarkan komentar yang menyerempet ranah privat dengan menyinggung Brigitte Macron, istri Presiden Prancis. Pernyataannya sontak memantik reaksi keras.

Tak tinggal diam, Emmanuel Macron membalas dengan gaya yang tak kalah nyentil. Ia mengunggah foto yang memperlihatkan Jeffrey Epstein tengah memeluk Melania Trump. Sebuah langkah yang jelas bukan diplomasi ala meja bundar, melainkan serangan balik yang lebih dekat ke “main bukti-buktian.”

Situasi makin runyam ketika Melania Trump merespons lewat konferensi pers. Ia membantah keterlibatan apa pun dalam isu yang berkaitan dengan dokumen kontroversial Epstein Files, sekaligus menegaskan posisinya di tengah pusaran tudingan.

Di titik ini, konflik antaranggota NATO terasa seperti bergeser dari ruang sidang ke ruang gosip. Dari strategi militer ke strategi sindiran. Dari kepentingan global ke urusan domestik yang dibawa ke panggung internasional.

Yang jadi pertanyaan: kalau para pemimpin dunia sudah saling serang begini, siapa yang masih sempat mikirin stabilitas global?

Atau jangan-jangan, di era sekarang, perang bukan lagi soal siapa paling kuat tapi siapa paling jago nyindir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

10 Agustus 2026 - 09:59

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Juli 2026 - 20:13

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Trending di Internasional