Menu

Mode Gelap
Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI Sekawan Limo 2 Tayang Mei 2026: Dari Reuni Santai Berujung Teror Pesugihan PHI Group Borong 2 Penghargaan di Grand Honors 2026, Ekspansi 27 Hotel dan Bidik Pasar ASEAN

Internasional

Ogah dituduh, Israel Bantah Terlibat, Tuding Hizbullah Tanggung Jawab Ledakan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon Selatan

badge-check


					Prajurit TNI tewas di Lebanon Selatan dalam misi UNIFIL. Israel bantah keterlibatan dan menuding Hizbullah, PBB masih selidiki insiden (Istimewa) Perbesar

Prajurit TNI tewas di Lebanon Selatan dalam misi UNIFIL. Israel bantah keterlibatan dan menuding Hizbullah, PBB masih selidiki insiden (Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – Kalau konflik Timur Tengah itu sinetron, mungkin ini sudah masuk episode yang penontonnya capek tapi tetap nonton karena penasaran siapa yang sebenarnya “biang kerok”. Bedanya, ini bukan hiburan dan yang jadi korban adalah prajurit penjaga perdamaian, termasuk dari Indonesia.

Terbaru, pemerintah Israel lewat duta besarnya di PBB, Danny Danon, buru-buru angkat tangan. Mereka membantah keras keterlibatan militernya dalam insiden yang menewaskan prajurit TNI di Lebanon Selatan. Alih-alih mengaku, Israel justru menunjuk jari ke Hizbullah sebagai pihak yang harus disalahkan.

Versi Israel cukup tegas: ledakan yang merenggut nyawa prajurit TNI bukan berasal dari operasi mereka, melainkan dari bahan peledak yang disebut-sebut dipasang oleh Hizbullah. Danon bahkan menambahkan tudingan klasik bahwa kelompok tersebut kerap meluncurkan roket dari area permukiman yang lokasinya berdekatan dengan pasukan penjaga perdamaian. Artinya, menurut Israel, risiko terhadap pasukan PBB sudah “dipelihara” sejak awal.

Masalahnya, di lapangan, cerita tidak pernah sesederhana konferensi pers.

Insiden ini terjadi di wilayah operasi UNIFIL di Lebanon Selatan area yang memang sudah lama jadi panggung tarik-menarik pengaruh. Berdasarkan penyelidikan awal PBB, dua prajurit TNI gugur setelah kendaraan yang mereka tumpangi melindas bahan peledak di dekat Bani Hayyan pada Senin (31/3/2026). Dua lainnya terluka, menambah daftar panjang korban dari misi yang ironisnya bertujuan menjaga perdamaian.

Yang bikin situasi makin keruh, sehari sebelumnya satu prajurit TNI juga tewas akibat serangan artileri yang dilancarkan militer Israel ke sebuah pos penjagaan. Jadi, dalam dua hari, korban jatuh dari dua jenis insiden berbeda dan narasinya langsung bercabang ke mana-mana.

Dari kubu PBB, nada bicaranya jauh lebih hati-hati. Jean-Pierre Lacroix menyebut bahwa bahan peledak yang memicu ledakan kemungkinan adalah bom rakitan. Tapi ia juga menegaskan: penyelidikan masih berjalan, dan belum ada vonis final soal siapa pelakunya.

Sementara itu, pihak UNIFIL lewat juru bicaranya, Kandice Ardiel, merespons santai tapi menohok. Mereka tidak menelan mentah-mentah tudingan Israel. Kalau memang yakin, silakan buktikan.

“Kami mengundang mereka untuk menyerahkan bukti,” kira-kira begitu pesannya singkat, tapi jelas: jangan cuma lempar tuduhan dari podium.

Di titik ini, yang terasa justru bukan kepastian, melainkan kabut. Satu pihak menyangkal, pihak lain menuduh, sementara PBB masih mengumpulkan potongan puzzle. Sayangnya, di tengah tarik-ulur narasi itu, yang sudah pasti adalah fakta bahwa prajurit Indonesia gugur dalam misi yang seharusnya menjaga jarak dari konflik, bukan terseret di dalamnya.

Dan seperti biasa, di medan konflik, kebenaran sering kali datang paling belakangan kalau tidak hilang sekalian.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Diduga Dialihkan ke Israel, Nama Donald Trump Disorot

20 April 2026 - 16:41

Pendeta di Irlandia “Salah Doa” untuk Donald Trump, Jemaat Tertawa, Netizen: Ini Bukan Sekadar Kepleset

20 April 2026 - 14:47

Ketegangan Ibadah di Yerusalem: Israel Perketat Akses Minggu Palma, Pemimpin Gereja Protes

16 April 2026 - 20:30

Melania Trump Bantah Keterkaitan dengan Epstein Files, DOJ Buka Dokumen Lama yang Seret Nama Elite Dunia

12 April 2026 - 13:05

Konflik NATO Memanas: Donald Trump Sebut Anggota “Pengecut” Usai Tolak Serang Iran, Emmanuel Macron Balas Seret Isu Pribadi

12 April 2026 - 12:55

Trending di Internasional