Menu

Mode Gelap
Modus Janji Kredit Miliaran, Dwi Febrie Endaryanto Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP? DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28 Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng” Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas Heboh Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM, Pertamina Akhirnya Buka Suara

Internasional

Ogah dituduh, Israel Bantah Terlibat, Tuding Hizbullah Tanggung Jawab Ledakan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon Selatan

badge-check

Prajurit TNI tewas di Lebanon Selatan dalam misi UNIFIL. Israel bantah keterlibatan dan menuding Hizbullah, PBB masih selidiki insiden (Istimewa) Perbesar

Prajurit TNI tewas di Lebanon Selatan dalam misi UNIFIL. Israel bantah keterlibatan dan menuding Hizbullah, PBB masih selidiki insiden (Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – Kalau konflik Timur Tengah itu sinetron, mungkin ini sudah masuk episode yang penontonnya capek tapi tetap nonton karena penasaran siapa yang sebenarnya “biang kerok”. Bedanya, ini bukan hiburan dan yang jadi korban adalah prajurit penjaga perdamaian, termasuk dari Indonesia.

Terbaru, pemerintah Israel lewat duta besarnya di PBB, Danny Danon, buru-buru angkat tangan. Mereka membantah keras keterlibatan militernya dalam insiden yang menewaskan prajurit TNI di Lebanon Selatan. Alih-alih mengaku, Israel justru menunjuk jari ke Hizbullah sebagai pihak yang harus disalahkan.

Versi Israel cukup tegas: ledakan yang merenggut nyawa prajurit TNI bukan berasal dari operasi mereka, melainkan dari bahan peledak yang disebut-sebut dipasang oleh Hizbullah. Danon bahkan menambahkan tudingan klasik bahwa kelompok tersebut kerap meluncurkan roket dari area permukiman yang lokasinya berdekatan dengan pasukan penjaga perdamaian. Artinya, menurut Israel, risiko terhadap pasukan PBB sudah “dipelihara” sejak awal.

Masalahnya, di lapangan, cerita tidak pernah sesederhana konferensi pers.

Insiden ini terjadi di wilayah operasi UNIFIL di Lebanon Selatan area yang memang sudah lama jadi panggung tarik-menarik pengaruh. Berdasarkan penyelidikan awal PBB, dua prajurit TNI gugur setelah kendaraan yang mereka tumpangi melindas bahan peledak di dekat Bani Hayyan pada Senin (31/3/2026). Dua lainnya terluka, menambah daftar panjang korban dari misi yang ironisnya bertujuan menjaga perdamaian.

Yang bikin situasi makin keruh, sehari sebelumnya satu prajurit TNI juga tewas akibat serangan artileri yang dilancarkan militer Israel ke sebuah pos penjagaan. Jadi, dalam dua hari, korban jatuh dari dua jenis insiden berbeda dan narasinya langsung bercabang ke mana-mana.

Dari kubu PBB, nada bicaranya jauh lebih hati-hati. Jean-Pierre Lacroix menyebut bahwa bahan peledak yang memicu ledakan kemungkinan adalah bom rakitan. Tapi ia juga menegaskan: penyelidikan masih berjalan, dan belum ada vonis final soal siapa pelakunya.

Sementara itu, pihak UNIFIL lewat juru bicaranya, Kandice Ardiel, merespons santai tapi menohok. Mereka tidak menelan mentah-mentah tudingan Israel. Kalau memang yakin, silakan buktikan.

“Kami mengundang mereka untuk menyerahkan bukti,” kira-kira begitu pesannya singkat, tapi jelas: jangan cuma lempar tuduhan dari podium.

Di titik ini, yang terasa justru bukan kepastian, melainkan kabut. Satu pihak menyangkal, pihak lain menuduh, sementara PBB masih mengumpulkan potongan puzzle. Sayangnya, di tengah tarik-ulur narasi itu, yang sudah pasti adalah fakta bahwa prajurit Indonesia gugur dalam misi yang seharusnya menjaga jarak dari konflik, bukan terseret di dalamnya.

Dan seperti biasa, di medan konflik, kebenaran sering kali datang paling belakangan kalau tidak hilang sekalian.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Juli 2026 - 20:13

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Edoardo Agnelli: Pewaris Juventus yang Masuk Islam, Dicoret dari Keluarga, lalu Tewas Misterius

26 Mei 2026 - 20:24

Patung Yesus Dirusak di Lebanon Selatan, Militer Israel Akui dan Janji Investigasi

22 April 2026 - 20:30

Trending di Internasional