Menu

Mode Gelap
Dua Anak Menteri Jadi Tenaga Ahli, dan Publik Kembali Bertanya soal Meritokrasi KPK Angkut Porsche, Harley hingga Ducati dari Rumah Silmy Karim, Penggeledahan 5 Jam Berbuah Sitaan Kendaraan Mewah Eks Terpidana Kasus Pemerkosaan Kembali Aktif, Kompol RC Duduki Jabatan Baru di Polda Jambi Kejagung Soroti Motor Listrik Rp1,03 Triliun di Program MBG, Vendor Diduga Tak Punya Bengkel Aktif Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Klaim Siap Bongkar Nama-Nama Besar di Kasus SPPG Terbongkar! Dua Hal Ini yang Membuat Prabowo Mantap Menunjuk Nanik Pimpin BGN

Nasional

Terbongkar! Dua Hal Ini yang Membuat Prabowo Mantap Menunjuk Nanik Pimpin BGN

badge-check


					Presiden Prabowo menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN. Pengalaman sebagai wakil kepala dan ketegasan dalam menjaga disiplin serta kualitas program menjadi alasan utama.(Istimewa) Perbesar

Presiden Prabowo menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN. Pengalaman sebagai wakil kepala dan ketegasan dalam menjaga disiplin serta kualitas program menjadi alasan utama.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Ada satu pertanyaan yang belakangan mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN): kenapa Nanik?

Di tengah sorotan terhadap program-program gizi nasional yang membutuhkan pembenahan dan pengawasan ketat, pilihan Presiden ternyata tidak jatuh kepada sosok yang benar-benar baru. Sebaliknya, Prabowo memilih orang yang sudah berada di dalam sistem dan dianggap memahami persoalan dari dekat.

Jawaban atas pertanyaan itu diungkap Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Menurutnya, ada dua alasan utama yang membuat Nanik mendapatkan kepercayaan untuk memimpin BGN.

Alasan pertama adalah pengalaman.

Sebelum naik menjadi kepala, Nanik telah lebih dulu menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Posisi itu membuatnya tidak perlu lagi beradaptasi dari nol. Ia dianggap sudah memahami ritme kerja, tantangan, hingga berbagai program yang sedang berjalan di lembaga tersebut.

“Pertama, beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Dengan kata lain, ketika pemerintah menginginkan perbaikan berlangsung cepat, menunjuk orang yang sudah mengenal dapur organisasi dianggap menjadi pilihan yang paling realistis.

Namun pengalaman saja rupanya tidak cukup.

Ada faktor kedua yang disebut Istana sebagai nilai lebih Nanik dibanding kandidat lainnya, yakni ketegasan.

Dalam berbagai proses evaluasi dan pengawasan internal, Nanik disebut sebagai sosok yang disiplin dan tidak segan menegakkan aturan. Karakter itu dinilai penting, terutama ketika BGN dituntut menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat.

“Kedua, dalam evaluasi dan monitoring, beliau salah satu yang cukup kalau boleh dibilang sangat tegas terhadap kedisiplinan, di dalam menjalankan SOP-SOP kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di BGN, juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat,” ujar Prasetyo.

Di tengah besarnya target program gizi nasional, ketegasan memang bukan sekadar bonus. Pemerintah membutuhkan pimpinan yang mampu memastikan standar berjalan sesuai aturan dan kualitas layanan tetap terjaga.

Karena itu, penunjukan Nanik tampaknya bukan sekadar soal pergantian jabatan. Ada harapan agar pembenahan di tubuh BGN bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus kehilangan arah.

Untuk memperkuat proses tersebut, Nanik tidak bekerja sendirian. Ia akan didampingi oleh dua wakil kepala baru, yakni Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.

“Jadi, itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru untuk sesegera melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan,” tutur Prasetyo.

Jika diringkas, alasan Prabowo menunjuk Nanik sebenarnya cukup sederhana: ia sudah paham medan dan dikenal tegas saat berada di dalamnya. Dalam situasi ketika pemerintah ingin bergerak cepat melakukan pembenahan, dua modal itu tampaknya dianggap lebih penting daripada sekadar mencari wajah baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Anak Menteri Jadi Tenaga Ahli, dan Publik Kembali Bertanya soal Meritokrasi

6 Juni 2026 - 18:18

KPK Angkut Porsche, Harley hingga Ducati dari Rumah Silmy Karim, Penggeledahan 5 Jam Berbuah Sitaan Kendaraan Mewah

5 Juni 2026 - 21:41

Eks Terpidana Kasus Pemerkosaan Kembali Aktif, Kompol RC Duduki Jabatan Baru di Polda Jambi

5 Juni 2026 - 20:43

Kejagung Soroti Motor Listrik Rp1,03 Triliun di Program MBG, Vendor Diduga Tak Punya Bengkel Aktif

5 Juni 2026 - 20:32

Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Klaim Siap Bongkar Nama-Nama Besar di Kasus SPPG

5 Juni 2026 - 19:00

Trending di Nasional