Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

News

“Heboh Dugaan Pelecehan, Massa Desak Prabowo Copot Menteri Agama”

badge-check

foto massa aksi ketika demonstrasi didepan kantor Kemnetrian Agama (praba/Ist) Perbesar

foto massa aksi ketika demonstrasi didepan kantor Kemnetrian Agama (praba/Ist)

PRABA INSIGHT- Jakarta sore itu panas, tapi tak sepanas amarah sekelmpok orang yang berkumpul di depan Kantor Kementerian Agama, Senin, (24/03). Poster-poster bertuliskan tuntutan tegas “Copot Menteri Agama!” terangkat tinggi di udara. Suara demonstran bergema di sepanjang jalan, menuntut tindakan nyata dari Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah lautan massa, seorang pria berdiri ditengah-tengah Dialah koordinator lapangan (Korlap) aksi demonstrasi ini. Dengan mikrofon di tangan, ia berbicara lantang, suaranya memecah kebisingan kota.

“Kami tidak bisa diam! Kami menuntut Presiden Prabowo segera mencopot Menteri Agama Nasaruddin Umar dari jabatannya. Kasus ini bukan yang pertama, dan kami yakin bukan yang terakhir jika dibiarkan!” serunya.

Menurutnya, dugaan pelecehan ini bukanlah insiden tunggal. Sejumlah perempuan dari berbagai latar belakang melaporkan pengalaman yang sama penyalahgunaan kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk melayani rakyat.

“Seorang pejabat negara, apalagi Menteri Agama, harusnya menjadi contoh moral, bukan malah melakukan tindakan yang mencoreng nama institusinya sendiri,” lanjutnya dengan nada tajam.

Korlap yang tak mau disebutkan namanya itu juga menyinggung bahwa pola dugaan pelecehan ini bukanlah hal baru. Dari informasi yang beredar, tindakan serupa disebut-sebut sudah terjadi sejak Nasaruddin menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal dan Rektor PTIQ.

“Modusnya selalu sama menggunakan jabatan untuk mendekati korban dan memanfaatkan kekuasaannya,” tegasnya.

Di tengah teriakan massa yang semakin membahana, Korlap kembali menyerukan tuntutannya.

“Jika Presiden tidak bertindak, kami akan terus turun ke jalan! Jangan biarkan ini berlalu begitu saja!”

Namun, hingga matahari mulai tenggelam, belum ada tanggapan dari pihak yang dituduh. Kantor Kementerian Agama tetap sunyi, seolah menutup telinga dari hiruk-pikuk tuntutan yang menggema di luar sana.

Dan di tengah pekatnya malam, satu pertanyaan menggantung di udara—akankah suara rakyat benar-benar didengar, atau kasus ini hanya akan menjadi satu dari sekian banyak skandal yang  lenyap dalam senyap?

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan?

10 Agustus 2026 - 23:21

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Trending di News