Menu

Mode Gelap
Dari Surat Forum Travel sampai Fee Percepatan, Begini Kronologi Kasus Haji yang Menjerat Eks Menag Yaqut Setelah Lama Ribut Soal Ijazah, Rismon Sianipar Akhirnya Datangi Rumah Jokowi di Solo Samsung Galaxy S26 Ultra Punya Kamera 200MP Lebih Terang, Hasil Uji DxOMark: iPhone 17 Pro Masih Unggul Penuh Makna, Video Musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” dari Sal Priadi Tampilkan Pergulatan Batin Seorang Ayah Grand Opening Watch Club Puri Indah Mall: Diskon, Undian Jam Tangan, dan Koleksi Premium Peneliti Temukan Hacker Iran Sudah Menyusup ke Sistem Bank, Perusahaan, dan Bandara AS

News

“Heboh Dugaan Pelecehan, Massa Desak Prabowo Copot Menteri Agama”

badge-check


					foto massa aksi ketika demonstrasi didepan kantor Kemnetrian Agama (praba/Ist) Perbesar

foto massa aksi ketika demonstrasi didepan kantor Kemnetrian Agama (praba/Ist)

PRABA INSIGHT- Jakarta sore itu panas, tapi tak sepanas amarah sekelmpok orang yang berkumpul di depan Kantor Kementerian Agama, Senin, (24/03). Poster-poster bertuliskan tuntutan tegas “Copot Menteri Agama!” terangkat tinggi di udara. Suara demonstran bergema di sepanjang jalan, menuntut tindakan nyata dari Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah lautan massa, seorang pria berdiri ditengah-tengah Dialah koordinator lapangan (Korlap) aksi demonstrasi ini. Dengan mikrofon di tangan, ia berbicara lantang, suaranya memecah kebisingan kota.

“Kami tidak bisa diam! Kami menuntut Presiden Prabowo segera mencopot Menteri Agama Nasaruddin Umar dari jabatannya. Kasus ini bukan yang pertama, dan kami yakin bukan yang terakhir jika dibiarkan!” serunya.

Menurutnya, dugaan pelecehan ini bukanlah insiden tunggal. Sejumlah perempuan dari berbagai latar belakang melaporkan pengalaman yang sama penyalahgunaan kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk melayani rakyat.

“Seorang pejabat negara, apalagi Menteri Agama, harusnya menjadi contoh moral, bukan malah melakukan tindakan yang mencoreng nama institusinya sendiri,” lanjutnya dengan nada tajam.

Korlap yang tak mau disebutkan namanya itu juga menyinggung bahwa pola dugaan pelecehan ini bukanlah hal baru. Dari informasi yang beredar, tindakan serupa disebut-sebut sudah terjadi sejak Nasaruddin menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal dan Rektor PTIQ.

“Modusnya selalu sama menggunakan jabatan untuk mendekati korban dan memanfaatkan kekuasaannya,” tegasnya.

Di tengah teriakan massa yang semakin membahana, Korlap kembali menyerukan tuntutannya.

“Jika Presiden tidak bertindak, kami akan terus turun ke jalan! Jangan biarkan ini berlalu begitu saja!”

Namun, hingga matahari mulai tenggelam, belum ada tanggapan dari pihak yang dituduh. Kantor Kementerian Agama tetap sunyi, seolah menutup telinga dari hiruk-pikuk tuntutan yang menggema di luar sana.

Dan di tengah pekatnya malam, satu pertanyaan menggantung di udara—akankah suara rakyat benar-benar didengar, atau kasus ini hanya akan menjadi satu dari sekian banyak skandal yang  lenyap dalam senyap?

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Surat Forum Travel sampai Fee Percepatan, Begini Kronologi Kasus Haji yang Menjerat Eks Menag Yaqut

12 Maret 2026 - 14:36 WIB

Setelah Lama Ribut Soal Ijazah, Rismon Sianipar Akhirnya Datangi Rumah Jokowi di Solo

12 Maret 2026 - 11:29 WIB

Peneliti Temukan Hacker Iran Sudah Menyusup ke Sistem Bank, Perusahaan, dan Bandara AS

11 Maret 2026 - 11:09 WIB

Terungkap! Inilah Pembunuh Ermanto, Pensiunan Karyawan JICT yang Tewas di Bekasi

11 Maret 2026 - 10:09 WIB

BGN Hentikan Sementara 1.512 SPPG Program MBG, Terkendala Sertifikat Sanitasi hingga IPAL

11 Maret 2026 - 03:18 WIB

Trending di News