Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

Music

Penuh Makna, Video Musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” dari Sal Priadi Tampilkan Pergulatan Batin Seorang Ayah

badge-check

Sal Priadi merilis video musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” sebagai bagian dari album Markers and Such, Pens, Flashdisks. Video berdurasi 8 menit ini mengisahkan pergulatan batin seorang sopir truk dan jarak dengan keluarga. Perbesar

Sal Priadi merilis video musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” sebagai bagian dari album Markers and Such, Pens, Flashdisks. Video berdurasi 8 menit ini mengisahkan pergulatan batin seorang sopir truk dan jarak dengan keluarga.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Ada banyak cara orang menaruh penyesalan. Ada yang menulis panjang di buku harian, ada yang memendamnya diam-diam. Tapi kadang, penyesalan itu cuma muncul sebagai… titik-titik. Sejenis jeda yang terasa lebih jujur daripada kalimat yang dipaksakan selesai.

Di ujung doa-doa malam yang sering diucapkan dengan mata setengah lelah titik-titik itu jarang benar-benar kosong. Biasanya ada nama seseorang di sana. Orang yang pernah kita sayangi, yang mungkin kini jauh, atau yang sekadar tidak lagi sempat kita temui.

Barangkali kegelisahan semacam itulah yang coba ditangkap oleh Sal Priadi lewat lagu “Ada Titik-Titik di Ujung Doa.” Lagu ini bukan cuma sekadar balada tentang kerinduan, tapi juga tentang ruang sunyi yang sering muncul ketika seseorang mencoba berdamai dengan jarak.

Pada 11 Maret 2026, Sal akhirnya merilis video musik lagu tersebut sebagai penutup perjalanan album keduanya, Markers and Such, Pens, Flashdisks. Album yang sering disingkat MASPF itu memang terasa seperti kumpulan catatan kecil: tentang perasaan yang kadang tidak selesai, tentang kenangan yang tidak selalu rapi.

Video musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” sendiri digarap oleh Bernardus Raka sutradara yang sudah cukup akrab menerjemahkan emosi lagu menjadi cerita visual. Alih-alih membuat video klip yang sekadar estetis, Raka memilih pendekatan yang lebih manusiawi: sederhana, tapi menghantam pelan-pelan.

Cerita dalam video berdurasi 8 menit 9 detik itu berpusat pada seorang bapak yang bekerja sebagai sopir truk. Hidupnya, seperti banyak pekerja jalanan lain, diisi perjalanan panjang dan waktu pulang yang sering tertunda. Dari situ, konflik yang muncul bukanlah ledakan drama besar, melainkan pergulatan batin yang sunyi—jenis perasaan yang sering dipendam oleh orang dewasa.

Sepanjang video, penonton diajak melihat bagaimana jarak perlahan menggerogoti hubungan seseorang dengan orang-orang yang ia cintai. Tidak ada dialog yang terlalu meledak-ledak, tetapi justru itulah yang membuatnya terasa dekat: rasa bersalah yang tidak sempat diucapkan, rindu yang terlambat disampaikan, dan doa-doa yang selalu menyelipkan nama yang sama di ujungnya.

Persis seperti judul lagunya kadang, memang selalu ada titik-titik di ujung doa. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

“Batas Waktu”, Lagu Baru Zhafari yang Mewakili Perasaan Menunggu Tanpa Pernah Dipilih

28 Juli 2026 - 21:26

Claudia Desy Tampil Memikat di Singing Competition Indomaret, Lagu Pilihannya Bikin Penasaran

4 Juli 2026 - 17:41

Swarm Lepas “Amayadori”, Lagu Tentang Berdamai dengan Hidup Setelah Dihantam Badai Kesalahan

14 Juni 2026 - 19:34

The Candle Light Children Comeback Lewat “Mangoes”, Lagu Tentang Lari dari Masalah yang Ujungnya Balik Lagi

25 April 2026 - 10:56

Comeback Setelah 3 Tahun Vakum, GADIS Lepas “Kuingin Mencoba” dan Siap Bangkitkan RnB Indonesia

25 April 2026 - 10:46

Trending di Music