Makassar – Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., mendorong generasi muda untuk tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta keberanian dalam menciptakan perubahan.
Hal tersebut disampaikan Kaharuddin saat memberikan kuliah tamu di Institut Agama Islam STIBA Makassar, Senin (31/8/2026). Kuliah tamu tersebut mengangkat tema “Islam, Sains, dan Peradaban: Membangun Generasi Muslim untuk Masa Depan Indonesia.”
Di hadapan civitas akademika dan mahasiswa, Kaharuddin berbagi pandangan mengenai kepemimpinan, inovasi, transformasi industri, serta kesiapan generasi muda menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Menurut Kaharuddin, kemajuan suatu bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan dalam menguasai teknologi. Faktor sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat, integritas, dan keberanian untuk menghadirkan solusi juga menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan bangsa.
“Kemajuan bangsa membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter, integritas, dan keberanian untuk menghadirkan solusi. Teknologi harus menjadi alat untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kaharuddin juga membagikan pengalamannya mengenai transformasi industri strategis nasional. Ia menjelaskan bahwa pembangunan industri berteknologi tinggi membutuhkan ekosistem yang kuat dan terintegrasi.
Ekosistem tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, penguasaan teknologi, hingga kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, pemerintah, dan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting dalam mengoptimalkan potensi maritim Indonesia. Secara geografis, Indonesia memiliki posisi strategis dalam lalu lintas perdagangan dan konektivitas maritim dunia.
“Kita memiliki 12 ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang menjadi jalur pelayaran kapal-kapal dunia,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Kaharuddin, menunjukkan besarnya potensi sekaligus tanggung jawab Indonesia dalam mengelola, menjaga, dan memanfaatkan ruang maritim secara berkelanjutan.
Ia menilai generasi muda perlu memahami posisi strategis Indonesia tersebut sekaligus mempersiapkan kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan industri masa depan.
Kehadiran Kaharuddin di IAI STIBA Makassar juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia industri dan pendidikan. Melalui forum akademik tersebut, PT PAL Indonesia mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas, memperluas wawasan, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan nasional.
Forum tersebut diharapkan dapat membuka perspektif baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya keterkaitan antara nilai-nilai keislaman, penguasaan sains dan teknologi, serta kontribusi nyata dalam membangun peradaban dan masa depan Indonesia.








