Menu

Mode Gelap
Hari Purwanto Desak Aparat Usut Dugaan Fitnah terhadap Megawati, Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut

News

Aipda Erina Mengaku Diperintah Atasan Jual 1 Kg Sabu saat Sidang di PN Binjai

badge-check

Aipda Erina Sitapura mengaku menjual sabu seberat 1 kilogram karena perintah atasan saat sidang di Pengadilan Negeri Binjai. Pengakuan ini mengungkap dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam kasus narkotika.
Perbesar

Aipda Erina Sitapura mengaku menjual sabu seberat 1 kilogram karena perintah atasan saat sidang di Pengadilan Negeri Binjai. Pengakuan ini mengungkap dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam kasus narkotika.

PRABAINSIGHT.COM – BINJAI – Ruang sidang Pengadilan Negeri Binjai mendadak sunyi, Senin, 23 Februari. Bukan karena hakim lupa palu, tapi karena satu kalimat yang membuat udara seolah berhenti bergerak. Aipda Erina Sitapura, terdakwa kasus narkotika, berdiri dan mengatakan sesuatu yang sulit dicerna dengan kepala dingin: ia menjual sabu karena diperintah atasan.

Satu kilogram sabu. Bukan paket kecil yang bisa diselipkan di saku, tapi barang yang cukup untuk menyeret banyak orang ke dalam lingkaran masalah. Dalam pembelaannya, Erina menyebut dirinya bukan pengendali, melainkan perpanjangan tangan. Bukan pemain utama, tapi alat.

Posisinya sebagai bawahan, kata Erina, membuat penolakan terasa mustahil. Rantai komando bekerja bukan sebagai sistem pengaman, melainkan tekanan. Ia mengaku tak punya niat pribadi untuk mengedarkan narkoba, namun terjebak dalam perintah yang datang dari atas dan sulit dibantah.

Di hadapan majelis hakim, Erina tak berkelit. Ia menyebut barang bukti sabu seberat satu kilogram itu bukan miliknya. Ia juga berkali-kali menyebut nama atasannya sebagai pemilik sekaligus pengatur transaksi. Tuduhan yang, jika terbukti, tak sekadar soal satu terdakwa, tapi soal cara kekuasaan bekerja di tempat yang seharusnya steril dari barang haram.

“Saya hanya menjalankan perintah. Sebagai bawahan, sulit bagi saya untuk berkata tidak, meskipun saya tahu ini salah,” ujar Erina dengan suara bergetar.

Pengakuan itu jelas bukan pembelaan ringan. Di atas meja hukum, Erina tetap terancam jerat Undang-Undang Narkotika dengan hukuman berat. Sementara di luar ruang sidang, publik bertanya-tanya: jika benar ada atasan di balik transaksi ini, sejauh mana perkara akan diusut?

Kasus ini kembali menambah daftar cerita tentang narkoba yang bersinggungan dengan seragam. Tentang bagaimana garis antara perintah dan kejahatan bisa kabur ketika hierarki lebih ditakuti daripada hukum.

Majelis hakim menjadwalkan sidang lanjutan pekan depan untuk mendengarkan keterangan saksi tambahan. Di sana, klaim Erina soal keterlibatan atasannya akan diuji. Apakah ia benar sekadar alat, atau justru bagian dari mesin yang lebih besar?

Yang jelas, ruang sidang itu sudah telanjur sunyi. Dan sunyi, dalam perkara seperti ini, sering kali lebih keras dari teriakan.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya

16 Juli 2026 - 03:12

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Juli 2026 - 11:17

Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

14 Juli 2026 - 19:23

Kuasa Hukum Nancy Soroti Kesaksian Dwi Febri di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Terbukti Palsu

14 Juli 2026 - 16:48

Dugaan Mega Korupsi di Kejaksaan Jadi Ujian Penegakan Hukum, BEM PTMA Zona III Apresiasi Sikap Prabowo

12 Juli 2026 - 09:17

Trending di Nasional