Menu ✖

Breaking News

News

Antrean BBM di Madura Mulai Terurai, Pengawas SPBU Pamekasan Sebut Turun 75 Persen

badge-check

Antrean BBM di Madura mulai terkendali. Pengawas SPBU melaporkan antrean di Pamekasan turun 75 persen, sementara Bangkalan dan Sampang berangsur normal.(Istimewa/HO) Perbesar

Antrean BBM di Madura mulai terkendali. Pengawas SPBU melaporkan antrean di Pamekasan turun 75 persen, sementara Bangkalan dan Sampang berangsur normal.(Istimewa/HO)

PRABAINSIGHT.COM – MADURA – Kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Madura, Jawa Timur, mulai menunjukkan perbaikan. Penambahan pasokan BBM dilaporkan membantu memperlancar pelayanan di Bangkalan, Pamekasan, dan Sampang.

Berdasarkan keterangan resmi para pengawas SPBU pada Rabu (28/10/2026), antrean kendaraan di tiga wilayah tersebut berangsur terkendali. Bahkan, di salah satu SPBU di Pamekasan, jumlah kendaraan yang mengantre di luar area pengisian dilaporkan turun sekitar 75 persen.

Pengawas SPBU 5469307 Pamekasan, Sutrisno, mengatakan antrean yang sebelumnya mencapai puluhan kendaraan kini tersisa sekitar 15 unit setelah pasokan BBM ditambah.

“Yang awalnya antrian di luar mencapai 50-70 kendaraan, sekarang kurang lebih sekitar 15 kendaraan saja,” katanya.

Perkembangan serupa dilaporkan di Bangkalan dan Sampang. Di Bangkalan, pelayanan SPBU disebut kembali berjalan normal dengan hampir tidak ada penumpukan kendaraan. Sementara di Sampang, antrean mulai berangsur normal setelah adanya tambahan alokasi Pertalite dan Biosolar dari PT Pertamina.

Meski demikian, laporan ketiga SPBU tersebut menunjukkan perkembangan berdasarkan pemantauan masing-masing pengawas. Belum ada data agregat yang dapat menggambarkan penurunan antrean di seluruh wilayah Madura.

Pamekasan Catat Penurunan Antrean hingga 75 Persen

Sutrisno menjelaskan, tambahan pasokan BBM memberikan dampak terhadap kondisi antrean di SPBU 5469307 Pamekasan. Kendaraan yang sebelumnya mengular di luar area pengisian kini jauh berkurang.

“Kondisi SPBU 5469307 saat ini, setelah diadakannya penambahan pasokan BBM, kondisi antrean sudah banyak berkurang, kurang lebih berkurang sekitar 75%,” ujar Sutrisno dalam keterangannya pada Rabu (28/10/2026).

Dia menyebutkan, sebelum penambahan pasokan, jumlah kendaraan yang mengantre di luar SPBU diperkirakan mencapai 50 hingga 70 unit. Saat ini, jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 15 kendaraan.

Berdasarkan perbandingan angka tersebut, antrean berkurang sekitar 35 hingga 55 kendaraan. Persentase penurunan sekitar 75 persen merupakan perkiraan yang disampaikan pengawas SPBU, sedangkan jumlah kendaraan awal dan terkini masih berupa angka perkiraan.

Meski kondisi mulai membaik, belum ada rincian mengenai volume tambahan pasokan maupun jumlah kendaraan yang dilayani selama periode tersebut.

Bangkalan Dilaporkan Ramai Lancar, Penumpukan Hampir Tidak Ada

Kondisi pelayanan yang lebih terkendali juga dilaporkan S. Aryo Utomo, Pengawas SPBU 5369114 di Jalan Raya Suramadu, Masaran, Kabupaten Bangkalan.

Dalam laporan pemantauan pukul 18.00 WIB, Aryo menyebut aktivitas pengisian BBM berlangsung normal. Kendaraan masih berdatangan, tetapi pelayanan dapat berjalan teratur dan lancar.

“Kondisi SPBU terpantau normal, ramai lancar dan pelayanan yang teratur,” ujar Aryo.

Menurut dia, penambahan kuota pengiriman Biosolar turut membantu mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar SPBU.

“Bahkan setelah adanya penambahan kuota pengiriman BBM Biosolar saat membantu mengurai kemacetan, hampir tidak ada penumpukan kendaraan yang mengantri di dalam maupun di luar area SPBU,” katanya.

Aryo tidak merinci jumlah kendaraan yang datang maupun besaran tambahan kuota Biosolar yang diterima. Namun, berdasarkan keterangannya, situasi di SPBU tersebut sudah lebih terkendali dibandingkan kondisi ketika penumpukan kendaraan terjadi.

Tambahan Pertalite dan Biosolar Bantu Normalisasi di Sampang

Sementara itu, Pengawas SPBU 5469209 Sampang, Amir Hayat, menyampaikan bahwa antrean kendaraan di lokasi tugasnya juga mulai berangsur normal.

Dia menjelaskan, perubahan kondisi tersebut terjadi setelah adanya penambahan alokasi BBM dari PT Pertamina, yang mencakup Pertalite dan Biosolar.

“Setelah minggu ini adanya penambahan alokasi baik Pertalite maupun Biosolar dari PT. Pertamina, kondisi antrean di SPBU mulai berangsur normal, lancar dan kondusif,” kata Amir.

Amir berharap tambahan alokasi BBM tidak hanya berlangsung sementara, tetapi dapat terus berlanjut untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga ini dapat berlanjut terus,” tuturnya.

Berbeda dengan laporan dari Pamekasan, Amir belum menyampaikan angka pasti mengenai jumlah kendaraan yang mengantre sebelum dan setelah penambahan alokasi. Karena itu, perkembangan di Sampang sejauh ini mengacu pada penilaian pengawas bahwa kondisi pelayanan mulai normal dan kondusif.

Perbandingan Kondisi Antrean BBM di Tiga Wilayah Madura

Berdasarkan laporan resmi pengawas pada 28 Oktober 2026, terdapat sejumlah perkembangan di tiga SPBU yang menjadi titik pemantauan.

  • Pamekasan – SPBU 5469307: Antrean di luar area SPBU turun dari perkiraan 50–70 kendaraan menjadi sekitar 15 kendaraan. Pengawas menyebut penurunannya mencapai sekitar 75 persen.
  • Bangkalan – SPBU 5369114: Pelayanan berlangsung normal dan ramai lancar. Penumpukan kendaraan di dalam maupun di luar area SPBU dilaporkan hampir tidak ada.
  • Sampang – SPBU 5469209: Antrean mulai berangsur normal setelah penambahan alokasi Pertalite dan Biosolar dari PT Pertamina.

Dari ketiga lokasi tersebut, Pamekasan menjadi wilayah yang memiliki perbandingan jumlah kendaraan paling terperinci. Sementara itu, laporan dari Bangkalan dan Sampang lebih menitikberatkan pada kondisi pelayanan dan dampak penambahan pasokan.

Perbedaan tingkat perincian data ini membuat besaran penurunan antrean di setiap wilayah belum dapat dibandingkan secara kuantitatif. Selain itu, kondisi di tiga SPBU tersebut belum bisa dijadikan gambaran menyeluruh mengenai situasi distribusi BBM di seluruh Madura.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa penambahan pasokan dan kelancaran distribusi berperan penting dalam menjaga pelayanan BBM kepada masyarakat. Konsistensi pasokan, ketepatan distribusi, serta pemantauan kondisi di lapangan menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar antrean tidak kembali memanjang.

Dengan kondisi antrean yang mulai terkendali di Bangkalan, Pamekasan, dan Sampang, keberlanjutan distribusi BBM diharapkan dapat mempertahankan kelancaran pelayanan bagi masyarakat Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

56 Personel TNI AD Siap Berjuang di AARM 2026, Kasad Tekankan Disiplin dan Sportivitas

29 Okt 2026 - 12:22 WIB

56 Personel TNI AD Siap Berjuang di AARM 2026, Kasad Tekankan Disiplin dan Sportivitas

AMPER Geruduk Bareskrim, Desak 5 Pegawai PLN Tersangka Blackout Batam Dibebaskan

28 Okt 2026 - 16:11 WIB

AMPER Geruduk Bareskrim, Desak 5 Pegawai PLN Tersangka Blackout Batam Dibebaskan

Pusdiklatpassus Kopassus Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Negara

28 Okt 2026 - 16:03 WIB

Pusdiklatpassus Kopassus Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Negara

Hadiri Gala Premiere Film ‘Mawang’, Aldi Taher Pasang Target Tinggi dan Janjikan ‘Bisikan Jenazah 2’

28 Okt 2026 - 15:27 WIB

Hadiri Gala Premiere Film ‘Mawang’, Aldi Taher Pasang Target Tinggi dan Janjikan ‘Bisikan Jenazah 2’

Perkuat Pertahanan Maritim, Menhan Sjafrie Tinjau Pembangunan Alutsista di PT PAL Indonesia

28 Okt 2026 - 14:56 WIB

Perkuat Pertahanan Maritim, Menhan Sjafrie Tinjau Pembangunan Alutsista di PT PAL Indonesia
Trending di News