Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

News

Bekasi Job Fair Ricuh: Ribuan Pencari Kerja Serbu Acara, Puluhan Tumbang, Janji Lapangan Kerja Justru Bikin Frustrasi

badge-check

Ribuan pelamar saat membludak di Job fair Bekasi (foto: prabainsight/istimewa) Perbesar

Ribuan pelamar saat membludak di Job fair Bekasi (foto: prabainsight/istimewa)

PRABA INSIGHT- Harapan ribuan pencari kerja di Bekasi berubah jadi kekacauan massal.

Job fair “Bekasi Pasti Kerja” yang digelar di President University Convention Center, Jababeka, Selasa (27/5), diserbu lautan manusia sejak subuh.

Alih-alih pulang membawa kerjaan, banyak dari mereka malah pingsan karena desak-desakan.

Acara ini awalnya tampak menjanjikan: kolaborasi Pemkab Bekasi dan pihak swasta, ratusan lowongan kerja dari puluhan perusahaan, dan tentu saja… harapan segunung dari para pelamar yang sudah lama berjibaku dengan status pengangguran. Tapi kenyataan di lapangan? Jauh dari ekspektasi.

Pagi masih buta, antrean sudah membentang seperti ular naga panjang. Jam menunjukkan pukul lima subuh, tapi lokasi sudah padat oleh pelamar kerja yang membawa CV, ijazah, dan tentu saja doa.

Saat pintu dibuka, antrean berubah jadi arus manusia. Panitia kalang kabut, petugas keamanan kewalahan, dan suasana mendadak jadi chaos.

Puluhan pencari kerja tumbang. Pingsan. Tak kuat berdiri. Mereka ditidurkan di pinggir ruangan dan diberi oksigen seadanya.

Menurut data resmi Pemkab Bekasi, daya tampung maksimal hanya 25 ribu orang.

Tapi yang datang? Lebih banyak dari itu. Jauh lebih banyak. Wajar saja jika suasana mirip konser K-pop gratisan.

“Gue ke sini dari jam setengah tujuh pagi. Tapi tadi katanya jam lima aja udah rame,” ujar Firman, warga Cikarang yang ikut mengantre sambil keringatan.

Ada pula Dika (25), yang sejak lulus sekolah tahun 2019 belum sekalipun mencicipi dunia kerja.

“Udah nyoba apa aja. Tapi rata-rata minta duit dulu. Buat nyogok. Duit dari mana?” keluhnya sambil menatap langit-langit ruangan seolah meminta jawaban dari Tuhan.

Dika juga pernah terjebak iming-iming agensi kerja yang menjanjikan penempatan. Uang sudah setor, kerjaan nihil. “Cuma janji-janji doang. Ujung-ujungnya ditinggal,” tambahnya getir.

Ia berharap pemerintah tak sekadar hadir dalam bentuk pameran kerja semacam ini, tapi benar-benar hadir—dalam bentuk regulasi dan sistem yang berpihak.

“Kami butuh lapangan kerja nyata, bukan hanya expo yang bikin tambah stres,” ujarnya lirih, hampir putus asa.

Job fair ini sejatinya inisiatif mulia. Tapi ketika jumlah pelamar jauh melampaui kapasitas, dan janji kerja berubah jadi kekecewaan kolektif, publik mulai bertanya: ini acara bantu rakyat, atau sekadar formalitas?

Bagi ribuan pelamar kerja yang datang, acara ini bukan sekadar kunjungan iseng. Ini soal harapan hidup. Tentang bagaimana mereka bisa keluar dari lingkaran pengangguran yang tak kunjung berakhir.

Dan jika satu-satunya hal yang didapat dari job fair adalah lelah, keringat, serta pingsan berjemaah maka sudah waktunya pemerintah mengevaluasi: apakah solusi yang ditawarkan masih relevan, atau justru memperpanjang penderitaan?

 

Penulis: Andi Ramadhan 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Trending di News