PRABAINSIGHT.COM – BEKASI – Pemulihan kondisi warga terdampak ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, mendesak dilakukan.
Selain kehilangan tempat tinggal, puluhan kepala keluarga kini terancam kehilangan sumber pendapatan, akibat kerusakan bangunan dan modal usaha yang hangus dalam insiden tersebut.
Kondisi darurat ini memicu keprihatinan mendalam karena banyak warga yang kini berada dalam ketidakpastian.
Mereka harus menghadapi trauma, sekaligus beban ekonomi yang berat pasca-ledakan hebat yang menghancurkan pemukiman sekitar.
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi, menegaskan bahwa penanganan dampak kemanusiaan, tidak boleh tersandera oleh proses penyelidikan kepolisian yang tengah berjalan. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar warga dan perbaikan hunian harus menjadi langkah simultan.
“Penyelidikan memang masih berjalan di kepolisian, tapi soal kemanusiaan tidak bisa menunggu. Warga butuh kepastian agar bisa kembali hidup normal,” ujar Sarwin saat menyambangi salah satu korban di rumah sakit, Jumat (3/4/2026).
Ketua Fraksi Partai Golkar Solidaritas ini menilai, pemerintah daerah harus hadir lebih cepat dalam fase pemulihan trauma dan rehabilitasi bangunan. Hal ini mengingat warga sudah kehilangan segalanya dalam hitungan menit saat ledakan terjadi.
“Warga bukan hanya kehilangan rumah, tapi juga usaha. Ada yang dagangannya habis, ada yang kontrakannya rusak. Mereka sekarang bingung harus mulai dari mana lagi,” ungkapnya.
Hingga saat ini, pemenuhan hak-hak korban dinilai masih timpang. Sarwin menyayangkan sikap pihak pengelola SPBE, yang terkesan menutup diri dan belum menunjukkan itikad baik untuk berkomunikasi maupun memberikan ganti rugi kepada warga terdampak.
Padahal, muncul dugaan kuat adanya kelalaian sistem keamanan dalam operasional SPBE tersebut. Berdasarkan keterangan warga, aroma kebocoran gas sudah terdeteksi sebelum ledakan, yang memicu evakuasi mandiri oleh masyarakat sekitar.
“Ini yang jadi perhatian. Warga menyampaikan belum ada itikad dari pihak pengelola. Ini tentu harus segera dijawab. Kami akan kawal agar warga mendapatkan kembali haknya, rumahnya bisa diperbaiki, dan mereka bisa kembali beraktivitas seperti semula,” tegas Sarwin.
Sebagai langkah konkret awal, bantuan kemanusiaan mulai disalurkan kepada sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK) di wilayah RT 01 dan 02, RW 03, Kelurahan Cimuning. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan kebutuhan mendesak para korban, yang masih bertahan di pengungsian maupun rumah kerabat.
Di akhir kunjungannya, Sarwin mengingatkan seluruh pihak untuk mengedepankan empati dan tidak mempolitisasi musibah ini demi kepentingan sesaat. Fokus utama saat ini adalah memastikan keadilan bagi warga dan mengembalikan kelayakan hidup mereka.
“Musibah ini jangan dimanfaatkan. Kita fokus pada pemulihan dan keadilan bagi warga,” pungkasnya. (Pandu)







