Parepare – Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksamana Madya TNI (Purn) Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc., melaksanakan kunjungan kerja ke Stasiun Bumi BRIN Parepare, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (23/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Kepala BRIN didampingi oleh Tenaga Ahli Utama Kepala BRIN Laksamana Muda TNI (Purn) Rachmat Hartoyo, Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi Dr. Dadan Nurjaman, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Zaenal Akbar, M.Kom., Ph.D., Analis Data Ilmiah Ahli Muda Pusdatin Nurmajid Setyasaputra, S.T., M.T., serta Ketua Tim Pengelolaan Layanan Laboratorium Mekanika Material dan Struktur Mustasyar Perkasa, S.T., M.T..
Kunjungan ini menegaskan pentingnya peran infrastruktur riset dan teknologi antariksa dalam mendukung sistem pertahanan, keamanan, serta kedaulatan nasional.
Stasiun Bumi BRIN Parepare memiliki fungsi strategis sebagai sarana pemantauan, komunikasi satelit, penginderaan jauh, dan pengelolaan data yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan nasional, mulai dari mitigasi bencana, pengawasan wilayah maritim, hingga penguatan sistem informasi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala BRIN meninjau langsung fasilitas operasional Stasiun Bumi, sistem antena satelit, serta kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi yang dimiliki.
Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi antariksa dan sistem informasi berbasis satelit merupakan salah satu elemen kunci dalam menjaga ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik dan perkembangan teknologi global yang semakin cepat berubah.
Menurut Amarulla Octavian, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memerlukan sistem pemantauan wilayah yang kuat dan terintegrasi guna menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya pada wilayah perbatasan, jalur pelayaran strategis, dan kawasan maritim nasional.
Dalam konteks tersebut, keberadaan Stasiun Bumi BRIN Parepare menjadi bagian penting dalam upaya membangun kemandirian teknologi nasional sekaligus memperkuat kapasitas negara dalam menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain aspek pertahanan dan keamanan, kunjungan ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara lembaga riset, pemerintah daerah, TNI, Polri, akademisi, dan industri nasional dalam membangun ekosistem inovasi yang berorientasi pada kepentingan strategis bangsa.
BRIN diharapkan terus menjadi motor penggerak riset nasional yang mampu menghasilkan teknologi aplikatif, berdaya guna, dan relevan bagi kepentingan masyarakat luas serta negara.
Kegiatan kunjungan berlangsung dalam suasana produktif dan penuh semangat kebangsaan. Momentum ini sekaligus memperkuat sinergi antara pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan upaya nyata menjaga ketahanan wilayah serta keutuhan NKRI.
Melalui kunjungan kerja ini, BRIN kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional berbasis riset dan inovasi, khususnya dalam penguatan teknologi strategis yang mampu menunjang keamanan, kedaulatan, dan ketahanan nasional Indonesia di masa depan.
Kepemimpinan langsung Wakil Kepala BRIN dalam kunjungan tersebut menjadi pesan kelembagaan yang kuat bahwa BRIN hadir tidak sekadar sebagai lembaga riset, melainkan juga sebagai mitra strategis negara dalam menjaga integritas wilayah NKRI.







