PRABAINSIGHT.COM – BOGOR – Kalau selama ini Indomaret identik dengan tempat beli mi instan tengah malam atau menyeruput Point Coffee sebelum berangkat kerja, Sabtu (4/7/2026) suasananya sedikit berbeda. Di Indomaret Pakuan Regency, Bogor Barat, rak-rak belanja harus rela berbagi perhatian dengan sebuah panggung kecil yang dipenuhi anak-anak berbakat.
Di antara puluhan peserta yang datang membawa mimpi dan suara terbaiknya, satu penampilan cukup menyita perhatian: Claudia Desy Erwiena Br Ginting Munthe.
Peserta nomor urut lima itu memilih membawakan lagu “Cinta dan Rahasia”. Pilihan yang mungkin terdengar berani untuk usianya, tetapi justru menjadi alasan mengapa penampilannya terasa berbeda. Claudia tak sekadar menyanyi demi mengejar nada. Ia membawa cerita.
Menurutnya, lagu tersebut memiliki kedekatan dengan realitas yang dialami banyak anak muda saat ini.
“Cinta dan rahasia, karena lagu itu sangat relate untuk anak muda zaman sekarang mengenai percintaan selain itu karena lagunya sangat menyentuh hati,” ujar Claudia kepada wartawan.
Di atas panggung, Claudia tampil percaya diri di hadapan dewan juri, keluarga peserta, serta pengunjung yang memadati area acara. Bukan panggung konser megah dengan tata cahaya spektakuler memang. Namun, justru dari panggung-panggung sederhana seperti inilah banyak talenta mulai menemukan keberanian untuk berdiri di depan publik.
Ajang Singing Competition yang digelar Indomaret Pakuan Regency diikuti 36 peserta dari dua kelompok usia, yakni kategori 4–8 tahun sebanyak 14 peserta dan kategori 9–15 tahun sebanyak 20 peserta.
Bagi sebagian orang, lomba seperti ini mungkin hanya hiburan akhir pekan. Padahal, bagi para peserta, panggung sekecil apa pun bisa menjadi ruang pertama untuk menguji mimpi yang selama ini hanya berlatih di kamar atau ruang keluarga.
Supervisor Event Indomaret, Vizra, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang sebagai wadah bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi mereka.
“Indomaret mengadakan acara ini sebagai wadah mengembangkan bakat anak-anak bangsa khususnya area Pakuan Regency. Salah satunya dengan mengadakan lomba singing competition,” kata Vizra.
Ia berharap kompetisi ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri peserta sekaligus memberi pengalaman tampil di hadapan masyarakat.
Di saat yang sama, acara tersebut juga menjadi cara Indomaret memperkenalkan gerai Pakuan Regency yang memiliki pilihan produk lebih lengkap.
“Kegiatan ini juga salah satu alat memperkenalkan toko Pakuan Regency ini menjual lebih lengkap, di antaranya produk khusus yang lengkap seperti sosis bakar viral, fried chicken, dimsum dan siomay, serta Point Coffee,” ujarnya.
Namun, kalau boleh jujur, yang paling diingat dari hari itu barangkali bukan hanya promo atau jajanan yang tersedia. Melainkan keberanian puluhan anak yang memilih berdiri di atas panggung, bernyanyi di depan orang-orang yang bahkan tak mereka kenal.
Claudia menjadi salah satunya.
Dengan memilih lagu yang penuh emosi, ia memperlihatkan bahwa menyanyi bukan sekadar soal mencapai nada tinggi, melainkan juga tentang menyampaikan rasa. Dan itu tak selalu mudah, bahkan bagi penyanyi yang jauh lebih berpengalaman.
Panggung lokal seperti Singing Competition Indomaret mungkin tak langsung melahirkan bintang nasional dalam semalam. Tetapi, hampir semua perjalanan besar selalu dimulai dari tempat yang sederhana. Dari panggung kecil, pengeras suara yang kadang terlalu keras, tepuk tangan keluarga, hingga keberanian seorang anak bernama Claudia Desy Erwiena Br Ginting Munthe untuk percaya bahwa suaranya layak didengar lebih banyak orang.











