Menu

Mode Gelap
Haji Kilat Tanpa Antre? Ujung-ujungnya Malah Kena Polri, Modus Visa Kerja Terbongkar 17 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur Masih Dirawat, 3 Jalani Operasi dan 2 Dirujuk karena Kondisi Kritis Fakta Mengejutkan Tom Ogle: Tolak Tawaran Miliaran, Temukan Mobil Irit, Lalu Tewas Misterius Susi Pudjiastuti Resmi Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Target Utama: Sikat Pinjol Ilegal di Jabar “Teror Sungai Musi 1987: Yang Tenggelam Tidak Pernah Pergi” Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan

Prabers

Dampak Buruk, Hari Libur Tetap Kerja, Kenali Salah Satunya Jangan Anggap Remeh!

badge-check


					Foto Ilustrasi (Ist) Perbesar

Foto Ilustrasi (Ist)

PRABA INSIGHT- Hari libur. Buat sebagian orang, itu adalah waktu suci nan sakral. Waktu di mana alarm disumpahin, laptop dikubur dalam-dalam, dan kerjaan dideklarasikan sebagai musuh negara.

Tapi, ternyata masih banyak juga yang justru makin sibuk pas libur. Alasannya macam-macam: kejar target, “biar cepet beres”, atau sekadar merasa bersalah kalau rebahan.

Tapi pertanyaannya: emang kerja di hari libur bikin hidup makin berkah, atau justru makin menyiksa batin?

Capek yang Nggak Terlihat: Burnout Menunggu di Tikungan

Kerja di hari libur menurut beberapa survei bisa jadi jalan tol menuju burnout. Bukan cuma capek fisik, tapi juga mental yang kayak baterai HP jadul habis mulu walau baru dicas.

Tanda-tandanya? Susah fokus, gampang marah, dan mulai mikir resign setiap kali buka laptop.

Yang lebih nyebelin, burnout ini kadang disangka “kurang semangat”. Padahal mah, udah overload aja.

Apalagi kalau kerjaannya numpuk dan nggak ada ucapan “makasih” dari atasan. Ya udah, komplit penderitaannya.

“Work-Life Balance”? Kayak Mitologi Aja

Hari libur itu seharusnya waktu buat keluarga, pasangan, atau minimal buat diri sendiri.

Tapi kalau libur malah kerja, jangan heran kalau tiba-tiba teman jadi lupa wajah, pasangan jadi ngomel mulu, dan diri sendiri makin asing.

Menurut artikel yang di rilis IDN Times juga, terlalu sering kerja pas weekend itu bisa bikin relasi sosialmu kayak tanaman yang nggak pernah disiram: kering, rapuh, terus mati pelan-pelan.

Produktivitas? Jangan-Jangan Cuma Numpang Lewat

Kata orang, kerja di hari libur bikin lebih produktif. Nyatanya? Nggak juga. Menurut penelitian dari sditnan.sch.id, kerja terus tanpa istirahat justru bikin otak lemot, ide mampet, dan motivasi nyungsep.

Produktivitas itu bukan soal kerja 24 jam. Tapi soal gimana otak bisa tetap waras biar mikirnya jernih.

Kalau udah burnout, yang ada malah typo di mana-mana, lupa deadline, dan akhirnya nambah kerjaan lagi.

Psikolog UGM: Libur Itu Wajib, Jangan Ditawar

Psikolog Universitas Gadjah Mada, T. Novi Poespita Candra, bilang kalau perasaan belum puas setelah liburan itu wajar, dan kalau dipaksain kerja terus malah bikin makin ogah-ogahan. Ini namanya holiday paradox libur tapi nggak puas, kerja malah makin males.

Beliau juga ngingetin pentingnya “detoks pikiran”, alias membiarkan otak istirahat dari rutinitas.

Kalau libur malah dipake buat kerja, ya sama aja kayak ngecas HP sambil dipake main Mobile Legends. Nggak bakal penuh.

Akhir Kata: Pikir Lagi Sebelum Nyalain Laptop Pas Libur

Kerja di hari libur bukan dosa. Tapi kalau terus-terusan kayak gitu, ya jangan kaget kalau mentalmu ambrol pelan-pelan.

Libur itu bukan kemewahan, tapi kebutuhan. Sama kayak makan dan tidur.

Jadi, lain kali pas ada libur, matiin notifikasi, jauhin laptop, dan nikmati waktu buat diri sendiri.

Toh, kalau kamu tumbang, kantor belum tentu peduli. Tapi kesehatan mentalmu? Itu investasi jangka panjang, Prabers.

Kalau kamu pengin kerja terus biar kaya, ya monggo. Tapi ingat, burnout itu nyata, dan hidup cuma sekali.

Jangan sampai libur cuma jadi mitos yang tinggal di kalender.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tips Mengatasi Grogi Saat Interview Kerja: Biar Nggak Blank, Panik, dan Gagal di Depan HRD

2 April 2026 - 10:35

Pulang Kampung dan Lebaran Mode: Acting Sukses, Hati Deg-Degan, Dompet Sekarat

18 Maret 2026 - 16:33

Kasus Hogi Minaya dan Kekeliruan Aparat Membaca Pasal KUHP Baru

30 Januari 2026 - 08:33

Tentara Bayaran: Ikut Perang Tanpa Seragam, Pulang Tanpa Perlindungan

22 Januari 2026 - 07:21

Monorel Rasuna Said Tumbang: Jakarta Akhirnya Berani Mengakui Pernah Salah

15 Januari 2026 - 15:14

Trending di Prabers