Menu

Mode Gelap
Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus Pesan Pramono ke Pendatang: Jakarta Bukan Tempat Coba Nasib Tanpa Skill Kasus Andrie Yunus Memanas: 4 Prajurit BAIS Ditahan, Isu Kabais Mundur Mencuat di Tengah Penyidikan iOS 26.4 Hadir, Fitur Keamanan iPhone Kini Bikin Maling Ketar-ketir Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana, Perempuan Diamankan usai Lepas Sepatu

Health

Efek Samping Gurah: Antara Tradisi, Mitos, dan Risiko Medis yang Kerap Diremehkan

badge-check


					Foto ilustrasi pengobatan alternatif Gurah (foto:Ist) Perbesar

Foto ilustrasi pengobatan alternatif Gurah (foto:Ist)

PRABA INSIGHT – Di tengah serbuan pengobatan modern yang kian canggih, gurah tetap berdiri tegak sebagai salah satu pengobatan tradisional yang digandrungi banyak orang, terutama yang merasa rongga pernapasannya “terkotori oleh dosa lendir.”

Tapi, sebagaimana banyak hal yang terasa nikmat, gurah ternyata menyimpan potensi efek samping yang tak main-main.

Nah, sebelum kamu memutuskan untuk “dibersihkan” lewat metode gurah, ada baiknya kamu tahu sejarahnya dan risiko medis yang mengintai.

Gurah: Warisan Budaya yang Terus Lestari

Gurah berasal dari daerah Kulon Progo, Yogyakarta, dan dipopulerkan oleh almarhum Marzuki, seorang tabib tradisional yang mulai memperkenalkan metode ini sejak tahun 1960-an.

Teknik ini menggunakan ramuan dari tanaman Clerodendron serratum, yang dikenal masyarakat lokal dengan nama tanaman senggugu.

Ramuan ini kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung, dan dipercaya mampu membersihkan lendir dari saluran pernapasan.

Dari sisi sejarah, gurah awalnya digunakan oleh para santri pesantren agar suara mereka lebih nyaring dan merdu saat mengaji.

Seiring waktu, gurah menjadi alternatif populer bagi mereka yang merasa pilek menahun, sinusitis, atau bahkan sekadar ingin suaranya terdengar seperti penyiar radio senior.

Gurah dan Cinta Lama Bernama Efek Samping

Sayangnya, di balik sensasi “lega setelah digurah,” para ahli medis menyarankan agar kita tidak terlena begitu saja.

Dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT) seperti dr. Indra Dwinanto, Sp.THT-KL, menegaskan bahwa gurah memiliki potensi risiko yang bisa membahayakan jika dilakukan sembarangan.

Beberapa efek samping gurah yang tercatat secara medis antara lain:

1. Iritasi pada mukosa hidung dan tenggorokan

Kandungan kimia alami dalam tanaman senggugu dapat menyebabkan peradangan jika dosis dan prosesnya tidak tepat.

2. Risiko infeksi silang

Proses gurah yang tidak steril dapat memicu penularan bakteri atau virus dari satu pasien ke pasien lain.

3. Eksaserbasi penyakit kronis

Bagi penderita asma, gurah bisa memperparah sesak napas alih-alih menyembuhkan. Sama halnya dengan pasien sinusitis kronik yang bisa mengalami pembengkakan lebih parah.

4. Kehilangan fungsi penciuman sementara

Beberapa kasus melaporkan pasien kehilangan kemampuan mencium bau selama beberapa hari pasca gurah.

5. Munculnya luka pada rongga hidung

Gesekan alat gurah atau reaksi keras terhadap ramuan bisa menimbulkan luka yang tak kasat mata namun menyiksa.

Dukun vs Dokter: Siapa yang Lebih Kamu Percaya?

Kita tentu tidak bisa menutup mata bahwa banyak yang merasa terbantu dengan gurah.

Namun, perlu dicatat bahwa testimonial bukanlah evidence-based. Jika kamu merasa pilek menahun, bisa jadi itu adalah tanda dari alergi, polip, atau gangguan pernapasan lain yang butuh penanganan medis.

Dalam konteks ini, berkonsultasilah dulu ke dokter sebelum memutuskan “berpetualang” ke tempat gurah tradisional.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh jurnal Pharmacognosy Reviews (Vol 5, No. 9, 2011), tanaman Clerodendron serratum memang memiliki efek anti-inflamasi dan ekspektoran, tapi belum ada studi klinis besar yang merekomendasikannya sebagai pengobatan standar untuk masalah saluran napas.

Jangan Karena Ingin Merdu, Lalu Berujung Adu Nyawa

Gurah memang bagian dari khazanah pengobatan tradisional Indonesia yang patut dihargai.

Tapi, seperti semua jenis pengobatan, gurah bukan tanpa risiko. Jika kamu ingin mencobanya, pastikan dilakukan oleh praktisi berpengalaman, dengan prosedur yang higienis, dan lebih penting lagi tahu batasnya.

Karena, hey, suara merdu memang menyenangkan, tapi paru-paru yang sehat jauh lebih melegakan.

 

Penulis: Andi Ramadhan 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hati-hati Inilah 6 Makanan Berisiko saat Berbuka Puasa, Nomer 2 Bikin Garuk-garuk Kepala

19 Februari 2026 - 08:55 WIB

Luka Kecil Anak Tak Perlu Panik, Ini Cara Betadine Bening Antiseptik Bantu Perawatan Kulit Sensitif

18 Februari 2026 - 13:54 WIB

Anggota DPR Sukur H. Nababan Ajak Warga Bekasi Perkuat GERMAS dan Konsumsi Jamu yang Aman

27 November 2025 - 08:17 WIB

Povidone-Iodine 50 Tahun di Indonesia: Dari “Cairan Cokelat Sakti” sampai Jadi Kampanye Kesehatan Nasional

26 Agustus 2025 - 10:01 WIB

Bahaya Duduk Lama dan Main HP Saat BAB Bisa Picu Gangguan Serius, Termasuk Usus Turun

13 Juli 2025 - 13:50 WIB

Trending di Health