Menu

Mode Gelap
Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK Kuasa Hukum Nancy Soroti Kesaksian Dwi Febri di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Terbukti Palsu

Health

Anggota DPR Sukur H. Nababan Ajak Warga Bekasi Perkuat GERMAS dan Konsumsi Jamu yang Aman

badge-check

Anggota Komisi IX DPR RI Sukur H. Nababan mendorong masyarakat untuk memperkuat budaya hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), termasuk pemanfaatan jamu tradisional yang aman (Ist) Perbesar

Anggota Komisi IX DPR RI Sukur H. Nababan mendorong masyarakat untuk memperkuat budaya hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), termasuk pemanfaatan jamu tradisional yang aman (Ist)

PRABA INSIGHT- BEKASI – Anggota Komisi IX DPR RI Sukur H. Nababan mendorong masyarakat untuk memperkuat budaya hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), termasuk pemanfaatan jamu tradisional yang aman, bermutu, dan bermanfaat. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi GERMAS yang digelar di Graha Sativa, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Kamis (24/11).

Dalam sambutannya, Sukur menegaskan bahwa kesehatan adalah modal utama bangsa. Ia menyebut Indonesia tengah menghadapi “beban ganda penyakit”, di mana penyakit menular masih ditemukan, sementara penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke terus meningkat signifikan.

“Jika ini tidak ditangani bersama, beban bagi sistem kesehatan dan ekonomi keluarga akan semakin besar di masa depan,” ujarnya.

GERMAS sebagai Strategi Nasional

Sukur menjelaskan bahwa GERMAS merupakan strategi pemerintah pusat untuk membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan dengan fokus pada upaya promotif dan preventif. Program ini, kata dia, bertujuan menurunkan beban penyakit, meningkatkan produktivitas, dan menekan biaya kesehatan secara nasional.

Sebagai anggota Komisi IX, ia menegaskan DPR memiliki tiga fungsi utama dalam mendukung agenda kesehatan: memastikan landasan hukum, memperjuangkan alokasi anggaran yang tepat sasaran, dan mengawasi pelaksanaan program hingga ke tingkat daerah.

“Program seperti GERMAS harus benar-benar menyentuh masyarakat, mulai dari Puskesmas, Posyandu, hingga kelompok-kelompok masyarakat di Kota Bekasi dan Depok,” katanya.

Dorong Pemanfaatan Jamu Tradisional yang Aman

Pada kegiatan tersebut, edukasi pembuatan jamu menjadi salah satu fokus utama. Sukur menyebut jamu adalah bagian dari warisan budaya bangsa yang terbukti bermanfaat secara turun-temurun untuk menjaga stamina, mencegah penyakit, hingga membantu proses penyembuhan.

Namun ia menegaskan bahwa jamu yang dikonsumsi masyarakat harus memenuhi prinsip keamanan dan mutu.

“Pengetahuan tentang pembuatan jamu sering kali diperoleh secara turun-temurun tanpa standar yang jelas. Karena itu, hari ini kita belajar memilih bahan baku, mengolah, hingga menyimpan jamu secara higienis dan benar,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat semakin mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga, serta terhindar dari penggunaan bahan berbahaya.

Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Sukur mengingatkan bahwa pembangunan kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak muncul seketika, tetapi memberi dampak bagi generasi berikutnya.

“Mari kita bergerak bersama, hidup sehat mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan,” serunya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga peserta dari seluruh kecamatan di Kota Bekasi dalam kegiatan tersebut.

“Harapan saya, setelah acara ini, kita semua dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat untuk menyebarluaskan pentingnya hidup sehat dan manfaat jamu tradisional yang aman dan bermutu,” tutupnya.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Menkes Budi Ungkap Ancaman Terbesar TNI-Polri Bukan Peluru, tetapi Stroke dan Penyakit Jantung

30 Juni 2026 - 19:57

HBTKVI Ungkap Ketimpangan Dokter BTKV dan Akses Layanan Jantung di Daerah 3T

17 Mei 2026 - 20:25

Tangan Kesemutan saat Naik Motor Bukan Sekadar Pegal, Bisa Jadi Alarm Saraf Kejepit

16 Mei 2026 - 20:13

Harga Miring, Risiko Ngeri: Ini Perbedaan Siomai Tenggiri dan Sapu-Sapu Menurut DKPKP

25 April 2026 - 21:22

Kurangi Gadget, Perbanyak Gerak: Betadine Gaungkan Semangat PP Tunas

1 April 2026 - 10:21

Trending di Health