PRABA INSIGHT- JAKARTA – Kalau bicara soal menjaga keamanan di tengah kota yang sibuk seperti Jakarta Timur, sepertinya butuh lebih dari sekadar sabar harus punya ketenangan selevel biarawan di tengah pasar saham yang anjlok. Itulah kira-kira yang dilakukan Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, sampai-sampai Gerakan Masyarakat Maju Bersatu (GMMB) mengapresiasi kinerjanya.
Ketua Umum GMMB, Jonatan Panjaitan, dengan nada penuh hormat, menyampaikan apresiasinya terhadap sang Kapolres. Ia menilai langkah cepat dan terukur yang dilakukan Polres Jakarta Timur pasca-kerusuhan Agustus lalu bukan cuma responsif, tapi juga menunjukkan sikap negarawan yang rendah hati.
“Menangani situasi krisis itu nggak mudah, apalagi dengan tekanan dari segala arah. Tapi Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal bisa mengatasinya dengan baik,” ujar Jonatan.
Menurutnya, pasca-demonstrasi dan amuk massa beberapa waktu lalu, Polres Jakarta Timur justru tampil terbuka terhadap evaluasi. Tak sekadar memadamkan api di jalanan, tapi juga berani melakukan perbaikan internal secara menyeluruh.
Namun Jonatan juga melempar peringatan halus: ada pihak-pihak yang katanya mencoba menunggangi situasi. “Kami melihat upaya-upaya itu berasal dari kelompok berkepentingan politik yang tidak mewakili aspirasi rakyat sebenarnya. Mereka menunggu momentum untuk kembali mendiskreditkan Kapolri maupun Polri secara institusi. Masyarakat perlu waspada terhadap narasi yang memecah belah,” tegasnya.
Sebagai penutup, Jonatan mengajak semua pihak, termasuk masyarakat dan anggota Polri, untuk tidak mudah termakan isu liar. “Mari kita bahu-membahu menuju Indonesia yang lebih baik. Bangun soliditas, dan beri dukungan penuh pada pemerintahan Presiden Prabowo,” katanya.
Dalam suasana yang masih hangat pasca-kerusuhan, apresiasi ini terdengar seperti tepukan lembut di pundak Kombes Alfian Nurrizal dan jajarannya pengingat bahwa kerja menjaga keamanan memang jarang terlihat, tapi dampaknya terasa oleh semua orang. (Van)






