Menu

Mode Gelap
Usai Temui Wapres Gibran, Rismon Kini Bilang Ijazah Jokowi Asli Dari Surat Forum Travel sampai Fee Percepatan, Begini Kronologi Kasus Haji yang Menjerat Eks Menag Yaqut Setelah Lama Ribut Soal Ijazah, Rismon Sianipar Akhirnya Datangi Rumah Jokowi di Solo Samsung Galaxy S26 Ultra Punya Kamera 200MP Lebih Terang, Hasil Uji DxOMark: iPhone 17 Pro Masih Unggul Penuh Makna, Video Musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” dari Sal Priadi Tampilkan Pergulatan Batin Seorang Ayah Grand Opening Watch Club Puri Indah Mall: Diskon, Undian Jam Tangan, dan Koleksi Premium

News

HANTU Sumsel Desak Kejaksaan Agung Periksa Walikota Palembang Ratu Dewa soal Fee Rp 84 Miliar

badge-check


					HANTU Sumsel mendesak Kejaksaan Agung untuk memeriksa Walikota Palembang Ratu Dewa terkait dugaan fee proyek pendidikan Rp 84 miliar yang berpotensi merugikan ribuan siswa.(Foto:Istimewa) Perbesar

HANTU Sumsel mendesak Kejaksaan Agung untuk memeriksa Walikota Palembang Ratu Dewa terkait dugaan fee proyek pendidikan Rp 84 miliar yang berpotensi merugikan ribuan siswa.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Ada yang bilang, jika uang bisa berbicara, mungkin Rp 84 miliar itu lagi ribut soal siapa yang pegang. Nah, kemarin, sekitar seratus perantau dari Himpunan Anak Perantau Bersatu Sumatera Selatan (HANTU Sumsel) datang ke Jakarta, tepatnya di depan Kantor Kejaksaan Agung RI. Tujuannya? Menyuarakan dugaan fee proyek pendidikan di Palembang yang katanya sampai belasan miliar rupiah.

Koordinator aksi, Charlie Antoni, berbicara dengan tegas (dan sedikit garang, kalau boleh dibilang): “Dugaan penyalahgunaan anggaran ini berdampak pada ribuan siswa di Palembang, jadi proses hukum harus jalan sekarang juga.” Kata-kata itu sambil melototin spanduk yang dibawa massa.

Charlie menambahkan, bukti dugaan fee yang melibatkan Walikota Palembang, Ratu Dewa, sudah siap diserahkan ke aparat hukum. “Kalau tidak direspons, kami bakal balik lagi dengan massa lebih besar,” ancamnya sambil menunjuk ke arah jalan.

Selain itu, Charlie nggak lupa menyinggung janji Walikota Palembang yang sampai hari ini masih sekadar janji. “Baju seragam dan perlengkapan sekolah anak-anak? Masih jauh dari realisasi,” katanya. Pesan ini jelas: perantau kecewa, anak-anak Palembang juga kena imbas.

Sepanjang aksi, peserta membentangkan spanduk dengan tulisan-tulisan yang nggak kalah tajam dari orasinya. Dan tenang, aksi ini tetap damai, tertib, dan nggak bikin macet di sekitar Kantor Kejaksaan Agung—meski suara teriakan tuntutan cukup keras untuk didengar sampai Jakarta pusat.

Charlie berharap aksi ini bikin publik terbangun dari tidur siangnya, karena dugaan korupsi pendidikan di Palembang ini serius. Kalau benar, ribuan siswa SD dan SMP bisa jadi korban, dan kualitas pendidikan tentu bakal ambles.

HANTU Sumsel menekankan, aksi ini bukan soal sensasi atau mencari spotlight. Ini soal kepedulian perantau untuk daerah asal, dan dorongan supaya anggaran publik dikelola dengan transparan dan akuntabel.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Temui Wapres Gibran, Rismon Kini Bilang Ijazah Jokowi Asli

13 Maret 2026 - 09:51 WIB

Dari Surat Forum Travel sampai Fee Percepatan, Begini Kronologi Kasus Haji yang Menjerat Eks Menag Yaqut

12 Maret 2026 - 14:36 WIB

Setelah Lama Ribut Soal Ijazah, Rismon Sianipar Akhirnya Datangi Rumah Jokowi di Solo

12 Maret 2026 - 11:29 WIB

Peneliti Temukan Hacker Iran Sudah Menyusup ke Sistem Bank, Perusahaan, dan Bandara AS

11 Maret 2026 - 11:09 WIB

Terungkap! Inilah Pembunuh Ermanto, Pensiunan Karyawan JICT yang Tewas di Bekasi

11 Maret 2026 - 10:09 WIB

Trending di Crime