Menu ✖

Breaking News

Health

Jangan Tunggu Sulit Berjalan! Physiorehab Buka Klinik Fisioterapi di Muara Karang

badge-check

Physiorehab membuka cabang ke-14 di Muara Karang, Jakarta Utara. Klinik seluas 555 meter persegi ini menyediakan fisioterapi lansia, pemulihan pascaoperasi, dan rehabilitasi cedera olahraga.(Istimewa/HO) Perbesar

Physiorehab membuka cabang ke-14 di Muara Karang, Jakarta Utara. Klinik seluas 555 meter persegi ini menyediakan fisioterapi lansia, pemulihan pascaoperasi, dan rehabilitasi cedera olahraga.(Istimewa/HO)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Ada hal-hal yang sering baru disadari ketika usia mulai bertambah: aktivitas sederhana seperti berjalan, naik tangga, atau mengangkat tangan ternyata tidak selalu bisa dilakukan semudah dulu. Lutut mulai terasa nyeri, bahu kaku, dan keseimbangan tubuh perlahan berubah.

Persoalan semacam ini bukan sekadar urusan bertambahnya usia. Kemampuan bergerak berkaitan erat dengan kemandirian seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, kebutuhan terhadap layanan fisioterapi menjadi semakin penting, terutama ketika Indonesia mulai memasuki fase penuaan penduduk.

Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencatat persentase penduduk lanjut usia di Indonesia telah mencapai 11,97 persen. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap kesehatan dan kualitas hidup kelompok lansia tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan pinggiran.

Di tengah kebutuhan itu, Physiorehab membuka klinik ke-14 sekaligus cabang terbesarnya di kawasan Muara Karang, Jakarta Utara. Fasilitas baru ini disiapkan untuk melayani berbagai kelompok usia, mulai dari atlet muda, pekerja aktif, hingga masyarakat lanjut usia yang ingin mempertahankan kemampuan bergeraknya.

Ketika Lutut Nyeri, Bahu Kaku, dan Aktivitas Harian Mulai Terhambat

Bertambahnya usia dapat membawa perubahan pada fungsi tubuh. Sebagian orang mulai mengalami nyeri lutut, keterbatasan gerak bahu, kekakuan sendi, hingga langkah yang semakin lambat.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan penyakit sendi yang didiagnosis dokter dialami oleh 18,6 persen penduduk berusia 65–74 tahun. Pada kelompok berusia 75 tahun ke atas, angkanya mencapai 18,9 persen.

Dalam kondisi seperti ini, fisioterapi dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membantu mengurangi nyeri, mempertahankan kekuatan otot, serta memperbaiki kemampuan gerak. Penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi pasien, termasuk untuk osteoarthritis atau pengapuran sendi, frozen shoulder, pemulihan setelah stroke, hingga rehabilitasi pascaoperasi penggantian sendi lutut dan pinggul.

CEO and Founder Physiorehab, Adam Salim, mengatakan pembukaan klinik di Muara Karang merupakan bagian dari upaya memperluas akses layanan fisioterapi bagi masyarakat.

“Kami menghadirkan Physiorehab terbesar di Muara Karang agar layanan fisioterapi semakin mudah dijangkau masyarakat Jakarta Utara dan sekitarnya, baik generasi muda yang aktif berolahraga maupun lansia yang ingin tetap mandiri. Sebagai cabang ke-14, Muara Karang menjadi bagian dari komitmen kami untuk semakin memperluas akses layanan dengan standar yang konsisten di setiap lokasi,” ujar Adam Salim dalam keterangan tertulisnya, Kamis (05/11).

Klinik Seluas 555 Meter Persegi dengan 18 Bed Perawatan

Klinik Physiorehab Muara Karang memiliki luas sekitar 555 meter persegi. Fasilitas tersebut menjadi cabang terbesar dalam jaringan Physiorehab dan disebut sebagai salah satu fasilitas fisioterapi dengan area terluas di Jakarta.

Di dalamnya tersedia 18 bed perawatan, rehabilitation gym, serta perangkat Super Inductive System (SIS). Teknologi berbasis medan elektromagnetik berintensitas tinggi tersebut untuk pertama kalinya diperkenalkan di jaringan Physiorehab Jakarta.

SIS digunakan sebagai teknologi pendukung terapi untuk membantu meredakan nyeri dan menstimulasi otot dalam proses rehabilitasi. Penggunaannya tetap disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing pasien.

Layanan yang disediakan mencakup fisioterapi geriatri untuk kelompok lansia, pemulihan pascaoperasi, rehabilitasi cedera olahraga, dan fisioterapi umum.

Dalam pelaksanaannya, Physiorehab menggabungkan terapi manual, latihan terapeutik, serta teknologi pendukung dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah atau evidence-based practice.

Artinya, penanganan tidak semata-mata mengandalkan perangkat terapi. Kondisi pasien perlu dinilai terlebih dahulu agar program latihan dan pemulihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

Founder and Chief Physiotherapist Physiorehab, Simon Tri Prasetyo, menekankan bahwa setiap pasien membutuhkan pendekatan yang berbeda.

“Setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan gerak yang berbeda. Karena itu, fisioterapi dimulai dari memahami kondisi pasien, dilanjutkan dengan latihan yang sesuai dan pemantauan perkembangan secara berkala. Bagi lansia, latihan kekuatan dan keseimbangan yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kemandirian dalam aktivitas sehari-hari,” kata Simon Tri Prasetyo.

Ajak Komunitas Lansia Bergerak dan Mengenal Longevity

Pembukaan klinik ini juga diisi kegiatan yang melibatkan komunitas lansia. Rangkaian grand opening telah berlangsung pada 31 Oktober 2026 dengan agenda senam lansia di area rehabilitation gym Physiorehab Muara Karang.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama Simon Tri Prasetyo mengenai longevity atau upaya menjaga kualitas hidup dan kesehatan dalam jangka panjang. Materi yang dibahas juga mencakup peregangan untuk membantu mempertahankan kelenturan sendi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengenalan layanan kepada masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa menjaga kemampuan bergerak tidak harus menunggu sampai tubuh mengalami gangguan.

Latihan kekuatan dan keseimbangan, misalnya, dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan fungsi tubuh. Namun, jenis dan intensitas latihan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing orang.

Target 16 Klinik hingga Akhir 2026

Sejak berdiri, Physiorehab mengklaim telah melayani lebih dari 20.000 pasien dengan total lebih dari 100.000 sesi terapi.

Dengan tambahan cabang Muara Karang, jaringan klinik tersebut kini memiliki 14 lokasi yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Surabaya, dan Medan.

Perusahaan juga menargetkan pengembangan jaringan hingga 16 klinik pada akhir 2026. Untuk memperkuat layanan, Physiorehab turut menjalin kolaborasi strategis dengan Bumame Clinic dan International Orthopedic Clinic (IOC) Singapore.

Kehadiran klinik baru ini berlangsung ketika kebutuhan layanan kesehatan bagi kelompok usia lanjut semakin mendapat perhatian. Sebab, hidup lebih lama tentu perlu diiringi kemampuan untuk tetap bergerak, beraktivitas, dan menjalani kehidupan secara mandiri.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan hanya soal memperpanjang usia, tetapi juga bagaimana seseorang tetap memiliki kualitas hidup yang baik di setiap tahap kehidupannya.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan lokasi klinik Physiorehab dapat diakses melalui situs resmi www.physiorehab.id atau akun Instagram @physiorehab.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dugaan Kekerasan Seksual Balita oleh Oknum Dokter: Pakar Medis Soroti Sanksi Etik, Penanganan Bakteri Gonore, dan Trauma Psikologis Anak

22 Okt 2026 - 00:37 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual Balita oleh Oknum Dokter: Pakar Medis Soroti Sanksi Etik, Penanganan Bakteri Gonore, dan Trauma Psikologis Anak

Dokter Frengky Peringatkan Bahaya Asap Karhutla Bagi Warga Jakarta: Dari Risiko ISPA Hingga Stroke

20 Okt 2026 - 19:15 WIB

Dokter Frengky Peringatkan Bahaya Asap Karhutla Bagi Warga Jakarta: Dari Risiko ISPA Hingga Stroke

Sering Alami Nyeri hingga Cedera Olahraga? Physiorehab Kini Hadir di Meruya Jakarta Barat

7 Okt 2026 - 21:31 WIB

Sering Alami Nyeri hingga Cedera Olahraga? Physiorehab Kini Hadir di Meruya Jakarta Barat

Debu Vulkanik Bisa Bikin Paru Mengeras, Ketua PDPI Ingatkan Warga: Jangan Tunggu Sesak Makin Parah

8 Sep 2026 - 18:57 WIB

Debu Vulkanik Bisa Bikin Paru Mengeras, Ketua PDPI Ingatkan Warga: Jangan Tunggu Sesak Makin Parah

Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung

10 Agu 2026 - 10:42 WIB

Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung
Trending di Health