Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menunjuk Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan sebagai Wakapolda Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia menggantikan Brigjen Pol. Nasri yang mendapat promosi jabatan sebagai Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng).
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/2026 tanggal 7 Mei 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Pol. Anwar.
Dalam surat telegram itu, posisi Brigjen Gidion sebagai Wakapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) selanjutnya diisi oleh Brigjen Pol Budi Hermawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.
Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 dan dikenal sebagai perwira dengan pengalaman panjang di bidang reserse serta kepemimpinan kewilayahan. Perwira tinggi kelahiran 10 Juni 1975 itu juga memiliki latar belakang akademik yang kuat.
Pada November 2025, ia berhasil meraih gelar Doktor (S3) dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya melalui disertasi mengenai kolaborasi tata kelola perlindungan anak. Disertasi tersebut mendapat apresiasi luas karena menawarkan model solusi konkret terhadap persoalan sosial anak yang berhadapan dengan hukum.
Pendekatan humanis itu dinilai melengkapi ketegasannya dalam penegakan hukum selama bertugas di berbagai daerah.
Sebelum dipercaya menjadi Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Gidion telah menempati sejumlah jabatan strategis, di antaranya Wakapolda Sultra, Kapolrestabes Medan, Kapolres Metro Jakarta Utara, dan Kapolres Metro Bekasi.
Kariernya semakin dikenal luas saat menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas keberhasilannya mengungkap jaringan peredaran narkoba dengan barang bukti mencapai satu ton sabu-sabu.
Ketegasannya juga terlihat saat memimpin Polrestabes Medan, terutama dalam pemberantasan aksi begal dan kejahatan jalanan. Sementara saat menjabat Kapolres Metro Jakarta Utara, ia berhasil mengungkap sejumlah kasus menonjol, termasuk penggerebekan narkoba di Kampung Muara Bahari serta kasus penyiraman air keras terhadap pelajar.
Tak hanya fokus pada penindakan hukum, Brigjen Gidion juga dikenal mendorong transformasi pelayanan publik berbasis digital. Di bawah kepemimpinannya, Polrestabes Medan meraih penghargaan atas inovasi pelayanan publik digital yang transparan dan modern.
Ia juga dikenal sebagai pimpinan yang rutin memberikan penghargaan kepada personel berprestasi guna meningkatkan motivasi dan kinerja anggota.
Dengan pengalaman panjang di bidang reserse, rekam jejak akademik, serta kepemimpinan di berbagai wilayah, Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan diharapkan mampu memperkuat kinerja Polda Sulsel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.







