Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Ketika Negeri Dirampok: Suara Perlawanan dari Barikade 98

badge-check

foto ilustrasi (ist) Perbesar

foto ilustrasi (ist)

PRABA INSIGHT- Malam itu, suasana di Hotel Acacia, Jakarta, terasa panas. Bukan karena cuaca, tapi karena semangat yang membara dalam diskusi bertajuk “Merampok Indonesia, Merobek Merah Putih Kita”. Barikade 98 mengumpulkan para aktivis, pakar hukum, dan tokoh nasional untuk membedah fenomena yang kian meresahkan: mafia ekonomi yang diduga menggerogoti kekayaan negara.

Ketika Hukum Tak Lagi Bertaring

Erros Djarot, budayawan kawakan, langsung membuka diskusi dengan pernyataan tajam. “Kalau hukum tumpul menghadapi mereka, rakyat yang harus bertindak!” serunya lantang. Baginya, ini bukan sekadar korupsi biasa, melainkan perampokan sistematis yang mengancam masa depan bangsa.

Feri Amsari, pakar hukum tata negara, menimpali dengan nada serius. Ia mengingatkan bahwa konstitusi mengamanatkan kekayaan negara untuk kesejahteraan rakyat. “Tapi lihat realitanya. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin terpinggirkan. Kita pelan-pelan kehilangan jati diri sebagai bangsa berdaulat,” katanya.

Mafia Semakin Berani, KPK Harus Kembali Tajam!

Mantan Ketua KPK, Abraham Samad, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, pemberantasan korupsi kini semakin melemah, sementara mafia ekonomi makin leluasa menguasai aset negara.

“KPK harus kembali ke jalurnya! Mafia-mafia ini harus ditindak, bukan malah dilindungi. Kalau kita hanya berharap pada aparat hukum yang makin ompong, ya percuma! Rakyat harus ikut bersuara, ikut mengawal!” serunya.

Ketika Demokrasi Masih Hidup, Kritik Harus Terus Menggema

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Imanuel Ebenazer, yang hadir dalam diskusi ini, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para aktivis. Menurutnya, selama kritik masih ada, demokrasi tetap bernapas.

“Saya senang ada di sini. Jangan takut bersuara! Negara ini dibangun dari pajak rakyat, jadi rakyat punya hak untuk mengawasi,” katanya.

Transparansi: Senjata Ampuh Melawan Mafia

Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani, punya pandangan tajam soal solusi melawan mafia ekonomi. “Korupsi dan perampokan negara ini tumbuh subur karena sistemnya gelap. Kita butuh transparansi total! Kalau sistemnya bersih dan rakyat ikut mengawasi, mafia nggak bakal punya ruang gerak,” jelasnya.

Ia pun mendukung seruan sejumlah aktivis agar rakyat lebih aktif menekan pemerintah dan aparat hukum. “Jangan cuma bicara, kita harus bertindak! Kalau perlu, kita buat deklarasi perlawanan!” serunya, yang langsung disambut tepuk tangan riuh.

Malam itu, satu pesan jelas mengemuka: rakyat tak boleh diam. Jika hukum melemah, suara rakyat harus menguat. Jika mafia ekonomi makin berani, rakyat harus lebih lantang. Perjuangan belum selesai—dan mungkin, baru saja dimulai. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News