Menu ✖

Breaking News

News

Ketika Negeri Dirampok: Suara Perlawanan dari Barikade 98

badge-check

foto ilustrasi (ist) Perbesar

foto ilustrasi (ist)

PRABA INSIGHT- Malam itu, suasana di Hotel Acacia, Jakarta, terasa panas. Bukan karena cuaca, tapi karena semangat yang membara dalam diskusi bertajuk “Merampok Indonesia, Merobek Merah Putih Kita”. Barikade 98 mengumpulkan para aktivis, pakar hukum, dan tokoh nasional untuk membedah fenomena yang kian meresahkan: mafia ekonomi yang diduga menggerogoti kekayaan negara.

Ketika Hukum Tak Lagi Bertaring

Erros Djarot, budayawan kawakan, langsung membuka diskusi dengan pernyataan tajam. “Kalau hukum tumpul menghadapi mereka, rakyat yang harus bertindak!” serunya lantang. Baginya, ini bukan sekadar korupsi biasa, melainkan perampokan sistematis yang mengancam masa depan bangsa.

Feri Amsari, pakar hukum tata negara, menimpali dengan nada serius. Ia mengingatkan bahwa konstitusi mengamanatkan kekayaan negara untuk kesejahteraan rakyat. “Tapi lihat realitanya. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin terpinggirkan. Kita pelan-pelan kehilangan jati diri sebagai bangsa berdaulat,” katanya.

Mafia Semakin Berani, KPK Harus Kembali Tajam!

Mantan Ketua KPK, Abraham Samad, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, pemberantasan korupsi kini semakin melemah, sementara mafia ekonomi makin leluasa menguasai aset negara.

“KPK harus kembali ke jalurnya! Mafia-mafia ini harus ditindak, bukan malah dilindungi. Kalau kita hanya berharap pada aparat hukum yang makin ompong, ya percuma! Rakyat harus ikut bersuara, ikut mengawal!” serunya.

Ketika Demokrasi Masih Hidup, Kritik Harus Terus Menggema

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Imanuel Ebenazer, yang hadir dalam diskusi ini, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para aktivis. Menurutnya, selama kritik masih ada, demokrasi tetap bernapas.

“Saya senang ada di sini. Jangan takut bersuara! Negara ini dibangun dari pajak rakyat, jadi rakyat punya hak untuk mengawasi,” katanya.

Transparansi: Senjata Ampuh Melawan Mafia

Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani, punya pandangan tajam soal solusi melawan mafia ekonomi. “Korupsi dan perampokan negara ini tumbuh subur karena sistemnya gelap. Kita butuh transparansi total! Kalau sistemnya bersih dan rakyat ikut mengawasi, mafia nggak bakal punya ruang gerak,” jelasnya.

Ia pun mendukung seruan sejumlah aktivis agar rakyat lebih aktif menekan pemerintah dan aparat hukum. “Jangan cuma bicara, kita harus bertindak! Kalau perlu, kita buat deklarasi perlawanan!” serunya, yang langsung disambut tepuk tangan riuh.

Malam itu, satu pesan jelas mengemuka: rakyat tak boleh diam. Jika hukum melemah, suara rakyat harus menguat. Jika mafia ekonomi makin berani, rakyat harus lebih lantang. Perjuangan belum selesai—dan mungkin, baru saja dimulai. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

KRI Sriwijaya-100 Resmi Dikukuhkan, Kapal Induk Pertama TNI AL Siap Perkuat Operasi Laut

24 Sep 2026 - 17:48 WIB

KRI Sriwijaya-100 Resmi Dikukuhkan, Kapal Induk Pertama TNI AL Siap Perkuat Operasi Laut

Perjuangan Machi Achmad Dampingi Ruben Onsu Berbuah Hasil, Kasus Resmi Dihentikan

23 Sep 2026 - 23:27 WIB

Perjuangan Machi Achmad Dampingi Ruben Onsu Berbuah Hasil, Kasus Resmi Dihentikan

Kapolres Jakut Ajak Wartawan dan Pegiat Media Sosial Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

23 Sep 2026 - 21:51 WIB

Kapolres Jakut Ajak Wartawan dan Pegiat Media Sosial Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Keren! Pelajar SD asal Cikarang Unjuk Gigi di Festival Anak Indonesia 2026

23 Sep 2026 - 19:44 WIB

Keren! Pelajar SD asal Cikarang Unjuk Gigi di Festival Anak Indonesia 2026

Nofel Saleh Hilabi Buka Suara soal Pernikahan Amanda Rigby dan Andre Taulany, Ungkap Pernah Tunangan

23 Sep 2026 - 18:53 WIB

Nofel Saleh Hilabi Buka Suara soal Pernikahan Amanda Rigby dan Andre Taulany, Ungkap Pernah Tunangan
Trending di News