Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Crime

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA

badge-check

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei tewas ditusuk di Bandara Karel Sadsuitubun. Polisi tangkap dua pelaku, salah satunya diduga atlet MMA.(Istimewa) Perbesar

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei tewas ditusuk di Bandara Karel Sadsuitubun. Polisi tangkap dua pelaku, salah satunya diduga atlet MMA.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – MALUKU – Peristiwa berdarah yang terjadi di Maluku Tenggara ini seperti mengingatkan kita: bahkan ruang publik sekelas bandara pun tak selalu steril dari tragedi. Minggu siang (19/4), suasana di Bandara Karel Sadsuitubun, yang biasanya diwarnai koper dan pelukan keluarga, mendadak berubah jadi lokasi kriminal yang menggemparkan.

Korban dalam peristiwa ini bukan orang sembarangan. Ia adalah Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. Nus Kei meninggal dunia setelah mengalami penusukan oleh orang tak dikenal di area pintu keluar bandara, tepatnya di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil.

Ia sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, luka yang dialami terlalu parah untuk diselamatkan.

Duka, Marah, dan Imbauan Menahan Diri

Sekjen DPP Partai Golkar, Sarmuji, tak menutupi rasa kehilangan yang mendalam. Dalam pernyataannya, ia meminta kader untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi.

“Kami sangat berduka, sedih dan marah atas peristiwa ini. Kami mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga dan keluarga besar DPD Maluku khususnya Maluku Tenggara. Kami menuntut aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa tersebut. Kepada kader tetap waspada tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut,” tegas Sarmuji.

Nada pernyataan ini jelas: ada kemarahan, tapi juga ada upaya menahan agar situasi tidak semakin panas.

Kronologi: Baru Turun Pesawat, Langsung Diserang

Menurut Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, kejadian berlangsung cepat. Nus Kei baru saja tiba dari Jakarta sekitar pukul 11.25 WIT. Belum sempat benar-benar meninggalkan area kedatangan, ia diserang.

“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” kata Rositah.

Korban kemudian dibawa ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, tim medis menyatakan nyawanya tidak tertolong.

Dua Terduga Pelaku Ditangkap dalam Dua Jam

Respons kepolisian bisa dibilang cepat. Dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian, dua orang yang diduga terlibat langsung diamankan.

Mereka berinisial HR (28) dan FU (36). Saat ini keduanya tengah diperiksa intensif oleh Satreskrim Polres Maluku Tenggara.

“Dua jam pasca kejadian berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku. Keduanya berinisial HR (28) dan FU (36). Saat ini keduanya sedang menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reskrim Polres Malra,” jelas Rositah.

Yang membuat kasus ini semakin menarik perhatian, HR disebut-sebut punya latar belakang sebagai atlet tarung bebas. Ia pernah tergabung dalam ajang One Pride MMA dan dikenal dengan julukan “KeyBadboy”. Nama yang, dalam konteks ini, terasa ironis.

Motif Masih Gelap, Polisi Minta Publik Menahan Diri

Hingga kini, motif di balik penusukan tersebut masih didalami. Polisi belum membuka kemungkinan apa pun ke publik.

“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” kata Rositah.

Polda Maluku pun menegaskan bahwa penanganan kasus ini harus berjalan profesional dan transparan. Di saat yang sama, masyarakat diminta tidak terpancing untuk melakukan aksi balasan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” tandas Rositah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja

7 Agustus 2026 - 20:39

Bau Busuk yang Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jenazah Pria Tanpa Kepala, Warga Depok Syok Bukan Main

4 Agustus 2026 - 22:43

Lapor Hilang ke Polisi Disebut “Sudah Dewasa”, Feni Ere Akhirnya Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

31 Juli 2026 - 18:05

Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka, Bawa 25,1 Kg Ekstasi dan Sabu ke Soekarno-Hatta

31 Juli 2026 - 15:23

16 Kali Kemalingan Ayam, Kini Suami dan Anak Pemilik Ditahan Usai Kasus Maling Tewas di Tabanan

30 Juli 2026 - 16:04

Trending di Crime