Menu

Mode Gelap
Ramadhan Peduli di Depok: Mahasiswa BEM PTAI Bukan Cuma Buka Bersama, Tapi Juga Santuni Anak Yatim Ditegur Saat Apel Pagi, Karyawan di Tojo Una-Una Tewas Diduga Diserang Rekan Kerja Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia Kabar Adik Benjamin Netanyahu Tewas dalam Serangan Rudal Iran Bikin Timur Tengah Makin Panas Update Bantargebang: Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 6 Orang, 1 Korban Masih Dicari Pria di Tanjungpinang Diduga Bunuh dan Mutilasi Istri, Baru Bebas 15 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan

News

Kok Bisa? Heri Daftar 10 Merek Balap Termasuk AHRS dan ARAI, Resmi Miliknya Sekarang!

badge-check


					Heri merupakan pemilik sah dari sejumlah merek dagang ternama di bidang otomotif dan usaha kecil menengah. Salah satu merek yang paling mencuri perhatian adalah Perbesar

Heri merupakan pemilik sah dari sejumlah merek dagang ternama di bidang otomotif dan usaha kecil menengah. Salah satu merek yang paling mencuri perhatian adalah "AHRS Racing Products" dengan Nomor Permohonan IDM000997812, yang telah resmi terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI. (Foto: Praba/Ist)

PRABA INSIGHT –Bayangkan kamu udah bikin nama tim balap dari zaman motor RX-King masih diservis pakai oli kelapa. Kamu tempelin logo di helm, kaos, dan body motor.

Lalu suatu hari… duar! Datang kabar: nama tim kamu udah jadi milik orang lain. Resmi. Bersertifikat. Diakui negara.

Ya, itu yang terjadi sekarang. Seorang pria bernama Heri sukses mengubah daftar merek balap yang akrab di kuping warga garasi jadi properti pribadi.

Nggak tanggung-tanggung, merek-merek ini dia daftarin:

  1.  AHRS Racing Products
  2.  VINS Racing
  3.  Sprint King Racing
  4.  SONJIN Koetha
  5.  Titanium Technology
  6.  PM5
  7.  Moto NSB
  8.  RTAMO
  9. NSB Racing
  10.  ARAI Racing

Buat anak motor yang tumbuh dari ajang street race sampai drag bike RT, daftar ini bukan sekadar tulisan. Ini sejarah. Identitas. Marwah.

Tapi sekarang, semua itu sudah masuk lemari arsip Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atas nama satu orang: Heri.

Hukum Mendukung, Tapi Nurani Belum Tentu

Jangan salah. Heri mainnya resmi. Semua didaftarkan lewat jalur legal. Tapi jangan buru-buru angkat topi.

Karena dalam dunia merek, ada satu aturan tak tertulis yang dilindungi hukum tertulis: niat baik.

Menurut Pasal 21 UU Merek, pendaftaran merek bisa ditolak kalau diajukan tanpa itikad baik. Lalu ada Pasal 77 yang bilang siapa saja bisa menggugat kalau merasa dirugikan.

Artinya, walau Heri punya kertas sah, kalau terbukti bahwa dia ngambil merek yang udah dikenal dan dipakai lama oleh komunitas, ya siap-siap aja ketok palu pengadilan berbunyi, “Batal demi hukum, Bos!”

Mendaftarkan Bukan Membenarkan

Ada dua jenis orang di dunia:

1. Yang kerja keras bangun nama, dan

2. Yang buru-buru ke DJKI sebelum yang pertama sadar pentingnya HAKI.

Kalau kamu masuk golongan pertama dan sekarang lagi garuk-garuk kepala karena logo tim balapmu ternyata udah disertifikasi orang lain selamat, kamu korban dari “mental pemburu sertifikat.”

Dan yang lebih seram, pemain model begini bisa aja masuk pidana.

Mengacu pada Pasal 100 ayat (1): pakai merek yang mirip dengan milik orang lain tanpa izin, bisa dipenjara sampai 5 tahun atau kena denda Rp2 miliar.

Pakai Nama “AHRS”? Minta Izin ke Heri Dulu!

Mulai sekarang, mau tempel logo AHRS di motor? Mau bikin jersey bertuliskan ARAI Racing? Atau bahkan cuma bikin stiker RTAMO buat komunitas kecilmu?

Jangan asal cetak. Izin dulu ke Heri.

Soalnya semua nama tadi sudah jadi merek terdaftar. Artinya, tanpa restu si empunya, kamu bisa dituntut. Entah perdata, entah pidana. Pilih mana: surat izin atau surat panggilan?

Tak Sendirian: Heri Gandeng Pengacara dengan Gelar Lebih Banyak dari Anggota DPR

Untuk urusan hukum, Heri di-backing penuh oleh Kantor Hukum Forum Pemuda Kalbar, yang dipimpin oleh Dr. Petrus, SH, MH, C.Med., CTA., C.MPB and Father ya, gelarnya panjang banget, kalau ditulis di kartu nama mungkin butuh kertas A5.

Kuasa hukum ini menegaskan: semua merek yang didaftarkan kliennya sah, dan siap menindak siapa pun yang coba-coba menjiplak.

(Van)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ramadhan Peduli di Depok: Mahasiswa BEM PTAI Bukan Cuma Buka Bersama, Tapi Juga Santuni Anak Yatim

10 Maret 2026 - 15:48 WIB

Update Bantargebang: Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 6 Orang, 1 Korban Masih Dicari

9 Maret 2026 - 15:03 WIB

Warga Bekasi Utara Geger Temukan Bayi Perempuan Hidup di Dalam Tong Sampah

9 Maret 2026 - 14:28 WIB

Ribut Usai Laga Malut United vs PSM, Wartawan Diintimidasi hingga Wasit Tertahan di Stadion

9 Maret 2026 - 14:21 WIB

Eks Ketua SP JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Bekasi, Kasus Kontrak Rp4,08 Triliun Kembali Disorot

8 Maret 2026 - 14:45 WIB

Trending di Crime