Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

News

Longsor di Cisarua, Dua Polisi Gugur Bukan oleh Tanah, tapi Saat Menolong di Tengah Bencana

badge-check


					Dua anggota Polres Cimahi gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi longsor Cisarua, Bandung Barat. Tragedi ini menyisakan duka dan pertanyaan soal keselamatan petugas di area bencana. Perbesar

Dua anggota Polres Cimahi gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi longsor Cisarua, Bandung Barat. Tragedi ini menyisakan duka dan pertanyaan soal keselamatan petugas di area bencana.

PRABAINSIGHT.COM – JAWA BARAT – Hujan belum benar-benar pamit dari Cisarua, Bandung Barat, Sabtu, 24 Januari 2026. Tanah masih labil, udara basah, dan suasana lebih banyak diisi bunyi alat berat serta langkah-langkah tergesa orang-orang yang mencoba membantu. Di tengah kekacauan itu, dua polisi sedang bekerja seperti biasa, tanpa seremoni, tanpa panggung.

Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery datang bukan untuk jadi berita. Mereka berada di lokasi longsor untuk membantu penanganan bencana, mengatur situasi, dan memastikan proses evakuasi berjalan. Namun, di situasi darurat yang serba sempit dan penuh risiko, maut justru datang dari arah yang tak disangka: sebuah truk TNI pengangkut bantuan.

Kecelakaan lalu lintas itu terjadi begitu cepat. Tak ada drama berlebihan, tak ada jeda untuk menghindar. Dua anggota Polres Cimahi tersebut tertabrak dan gugur di tempat, tepat ketika sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Ironisnya, mereka wafat bukan oleh bencana alam langsung, melainkan oleh kecelakaan di tengah upaya menyelamatkan korban bencana.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Setiawan, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan saat kedua korban terlibat langsung dalam penanggulangan longsor. Sehari setelah kejadian, Minggu, 25 Januari 2026, keduanya dimakamkan dengan upacara kedinasan penghormatan terakhir yang sering kali datang setelah segalanya terlambat.

Sebagai bentuk apresiasi negara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada kedua almarhum. Sebuah penghargaan yang sah, meski tak pernah benar-benar bisa menukar nyawa dengan apa pun selain doa dan kenangan.

Sementara itu, proses evakuasi korban longsor di Cisarua masih terus berlangsung. Tim gabungan tetap berjibaku dengan cuaca dan medan yang tak bersahabat. Di saat yang sama, penyelidikan terkait kecelakaan maut tersebut masih berjalan sebuah pengingat pahit bahwa dalam situasi darurat, risiko bisa datang bukan hanya dari alam, tapi juga dari kelengahan kecil yang berakibat fatal.

Di Cisarua, hujan mungkin akan berhenti. Tapi bagi keluarga yang ditinggalkan, duka itu jelas belum akan reda dalam waktu dekat.

Editor : Irfan Ardhiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi

6 Februari 2026 - 15:26 WIB

Gelar UKW dan Pelatihan Digital, Sandri Rumanama Ingatkan Pers Jangan Tunduk

5 Februari 2026 - 12:30 WIB

Ketika Mens Rea Dipersoalkan, Pandji Pragiwaksono Menempuh Jalan Dialog

3 Februari 2026 - 13:56 WIB

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Pinjol Crowde, Temukan 62 Mitra Fiktif

3 Februari 2026 - 11:58 WIB

Eyang Meri Pergi di Usia 100 Tahun, Perempuan Tangguh di Balik Keteguhan Jenderal Hoegeng

3 Februari 2026 - 08:21 WIB

Trending di News