Menu

Mode Gelap
Hari Purwanto Desak Aparat Usut Dugaan Fitnah terhadap Megawati, Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut

Music

“Nadhif (Laman Berikutnya)”: Ketika Mantan Nggak Bisa Balik, Tapi Lagunya Bisa

badge-check

musisi muda Nadhif Basalamah siap mempersembahkan kelanjutan perjalanan musikalnya melalui sebuah album deluxe terbaru bertajuk “Nadhif (laman berikutnya)”(foto:Praba/Ist) Perbesar

musisi muda Nadhif Basalamah siap mempersembahkan kelanjutan perjalanan musikalnya melalui sebuah album deluxe terbaru bertajuk “Nadhif (laman berikutnya)”(foto:Praba/Ist)

PRABA INSIGHT- Musisi muda Nadhif Basalamah datang lagi, Prabers. Tapi bukan buat ngajak balikan. Ia datang untuk membuka lembaran baru, atau dalam kasus ini: album baru.

Lebih tepatnya, album deluxe. Judulnya? “Nadhif (laman berikutnya)” kayak judul buku catatan yang sengaja disobek biar kenangan lama nggak ikut kebaca pas buka halaman baru.

Rilis resminya dijadwalkan tanggal 20 Juni 2025. Jadi, siap-siap aja isi kuota buat streaming (atau minta tethering ke teman kalau bokek pas tanggal tua).

Lebih Banyak Lagu, Lebih Banyak Luka yang Dinyanyiin

Album ini adalah versi deluxe dari album debutnya yang rilis tahun lalu. Isinya total 16 lagu: delapan lagu lama, lima lagu baru, dan tiga stripped version alias versi telanjang bulat. Eh, bukan… maksudnya versi lebih intim. Minus ornamen, plus luka.

Yang bikin menarik, album ini bukan sekadar kumpulan lagu. Ini adalah catatan harian musikal, penuh refleksi diri, dinamika cinta, dan renungan sebelum tidur.

Nadhif nggak cuma menyanyikan lagu, dia kayak ngajak kita duduk di warung kopi jam dua pagi sambil bahas kenapa hubungan kadang kandas padahal masih cinta.

“Gue bikin ini karena hidup gue di 2024 tuh… anjir, rame. Ketemu cinta, ketemu masalah, dan semuanya numpuk jadi inspirasi,” kata Nadhif. Kalau bisa ditarik kesimpulan: album ini adalah curhat bersuara.

Tim Produksi: Kolaborasi yang Serius, Bukan Sekadar Temenan

Di balik album ini ada Petra Sihombing yang pegang kemudi sebagai produser utama. Di bagian suara, Teddy Adhitya turun tangan jadi vocal director.

Dan biar liriknya nggak asal jadi caption Instagram, Nadhif gandeng Kalingga buat bantu nulis kata-kata yang bikin dada nyesek pelan-pelan.

Ada juga Farrel Cahyono yang diberi tugas bikin stripped version yang lebih sunyi, lebih dalam, dan cocok banget didengerin sambil hujan turun dan kamu pura-pura tegar.

Lagu Utama: “semoga kau bisa maafkanku beribu kali” Karena Cowok Juga Bisa Salah

Lagu yang jadi highlight berjudul “semoga kau bisa maafkanku beribu kali”. Judulnya aja udah kayak pengakuan dosa.

Lagu ini bercerita tentang cowok yang telat sadar kalau kata “maaf” itu susah banget diucap apalagi kalau egonya tinggi dan chat terakhir belum dibalas.

Uniknya, di lagu ini Nadhif tampil dengan konsep full band. Musiknya lebih rame tapi tetap enak dikunyah.

Ada drum nendang, riff gitar asik, dan kejutan dari saxophone-nya Rafi Sudirman yang bikin lagu ini terasa kayak kombinasi cinta lama dan jazz festival.

“Gue tulis lagu ini buat Taska, pacar gue. Karena dalam hubungan panjang, maaf tuh bukan cuma kata, tapi bensin buat lanjut,” kata Nadhif, yang diam-diam ngajarin kita cara jadi pasangan yang ngerti timing minta maaf.

Track Lain: Siap Jadi Soundtrack Hidupmu yang Lagi Rumit

Nggak cuma itu, ada juga lagu-lagu dengan judul yang… aduh, kok relatable semua, sih?

  • “Kota Ini Tak Sama Tanpamu”: buat kamu yang masih nyari bayangan mantan di warung padang.
  • “Jika Kau Lelah Denganku”: cocok buat kamu yang ngerasa dicintai tapi nggak pernah cukup.

Dan sisanya? Silakan cek sendiri tracklist-nya yang bisa kamu susun jadi playlist “Lagu untuk Menangis Diam-Diam”:

Tracklist Lengkap:

  1. tulis/terapi
  2. tiba-tiba jumat lagi
  3. penuh
  4. jatuh cinta lagi
  5. sesuatu
  6. isi kepalaku
  7. penjaga hati
  8. bersimpuh
  9. kota ini tak sama tanpamu
  10. bergema sampai selamanya
  11. masih ada waktunya
  12. jika kau lelah denganku
  13. semoga kau bisa maafkanku beribu kali
  14. sesuatu (stripped version)
  15. bergema sampai selamanya (stripped version)
  16. penuh (stripped version)

Dari Nadhif untuk Kamu yang Nggak Bisa Move On Tapi Malas Ngaku

“Nadhif (laman berikutnya)” bukan sekadar proyek musik. Ini kayak warung makan emosional: ada cinta, ada galau, ada tawa getir, dan semuanya dihidangkan dengan lirik jujur dan musik hangat.

Album ini cocok banget buat kamu yang hatinya belum sembuh tapi tetap mau hidup produktif.

Jadi, siap-siap… karena mulai 20 Juni nanti, kamu bakal punya teman baru buat nemenin scroll chat lama. Siapa tahu, setelah dengerin albumnya, kamu berani nulis: “Maaf ya, aku baru sadar…”


Penulis : Alma Khairunnisa| Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Claudia Desy Tampil Memikat di Singing Competition Indomaret, Lagu Pilihannya Bikin Penasaran

4 Juli 2026 - 17:41

Swarm Lepas “Amayadori”, Lagu Tentang Berdamai dengan Hidup Setelah Dihantam Badai Kesalahan

14 Juni 2026 - 19:34

The Candle Light Children Comeback Lewat “Mangoes”, Lagu Tentang Lari dari Masalah yang Ujungnya Balik Lagi

25 April 2026 - 10:56

Comeback Setelah 3 Tahun Vakum, GADIS Lepas “Kuingin Mencoba” dan Siap Bangkitkan RnB Indonesia

25 April 2026 - 10:46

Masih Eksis! Novi Ayla KDI Gandeng Hadad Alwi Konser Religi Hingga ke Hongkong

6 April 2026 - 08:59

Trending di Music