Menu

Mode Gelap
Pungutan Parkir Ilegal Terancam Sanksi Pidana dan Penertiban KUHAP Baru Berlaku, KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers Tersangka Korupsi Kuota Haji, Harta Yaqut Cholil Qoumas Melonjak Jadi Rp13,7 Miliar Usai Bantuan Pemprov Dihentikan, Operasional Masjid Agung Bandung Bergantung pada Donasi Polisi Colong Motor Polisi: Ironi Kehilangan di Markas Sendiri Bahaya Menggantungkan Kebenaran pada Manusia

News

Pejabat dan “Tot Tot Wuk Wuk”: Netizen Gerah, Istana Sampai Ikut Angkat Suara

badge-check


					Gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” viral di medsos, menolak sirine dan strobo pejabat di jalan. Istana hingga Korlantas akhirnya buka suara.(foto : Istimewa) Perbesar

Gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” viral di medsos, menolak sirine dan strobo pejabat di jalan. Istana hingga Korlantas akhirnya buka suara.(foto : Istimewa)

PRABA INSIGHT – Jakarta – Ada yang lagi rame di medsos: gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk”. Bukan, ini bukan nama dance TikTok terbaru, melainkan sindiran untuk sirine dan strobo yang dipakai pejabat di jalan. Suaranya—tot tot wuk wuk—sudah jadi horor tersendiri bagi rakyat jelata yang lagi sabar-sabar antri macet.

Masyarakat kompak bilang: sudah cukup, jangan mentang-mentang pejabat lantas bisa “ngibrit” seenaknya di jalan. Netizen pun kompak bikin gerakan stop sirine semena-mena.

Pihak Istana pun akhirnya buka suara. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dengan wajah serius tapi adem menegaskan, sebenarnya aturan sudah ada. Para pejabat negara sudah dikasih edaran soal tata cara pakai strobo dan sirine.

“Kita harus memperhatikan kepatutan, ketertiban masyarakat pengguna jalan yang lain. Jadi bukan berarti pakai sirine itu semaunya sendiri,” ujarnya di Kompleks Istana, Jumat (19/9).

Menurut Prasetyo, strobo dan sirine memang bisa dipakai, tapi ada syarat dan kondisi khusus. Ia bahkan memberi contoh langsung: Presiden Prabowo Subianto.

Kata dia, Pak Presiden nggak selalu main “tot tot wuk wuk” kalau lewat jalan. Kalau macet ya macet bareng, kalau lampu merah ya ikut berhenti. Kecuali memang ada situasi mendesak.

Sementara itu, suara netizen ini ternyata juga bikin pihak Korlantas Polri gerak cepat. Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho mengaku sudah mengevaluasi penggunaan pengawalan dengan sirine dan strobo.

“Ini kita evaluasi, biarpun ada ketentuannya. Tapi semoga nggak usah pakai tot tot lagi lah,” kata Agus di Mabes Polri.

Singkatnya, para pejabat sebenarnya sudah diingatkan: jangan lebay di jalan. Soalnya rakyat makin jengah dengan “privilege” sirine. Lagian, macet di jalan itu bukan dosa—itu pengalaman spiritual berjamaah seluruh rakyat Indonesia. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KUHAP Baru Berlaku, KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers

13 Januari 2026 - 07:12 WIB

Tersangka Korupsi Kuota Haji, Harta Yaqut Cholil Qoumas Melonjak Jadi Rp13,7 Miliar

13 Januari 2026 - 07:04 WIB

Aset Korupsi Didiskon Triliunan, Negara Kemana dan Publik Bertanya

10 Januari 2026 - 11:18 WIB

Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis ke Rumah Jokowi, Silaturahmi di Tengah Kasus Ijazah Palsu

9 Januari 2026 - 09:44 WIB

Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Gara-gara Stand Up, Netizen Ikutan Penasaran

9 Januari 2026 - 09:36 WIB

Trending di News