Menu

Mode Gelap
Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus Pesan Pramono ke Pendatang: Jakarta Bukan Tempat Coba Nasib Tanpa Skill Kasus Andrie Yunus Memanas: 4 Prajurit BAIS Ditahan, Isu Kabais Mundur Mencuat di Tengah Penyidikan iOS 26.4 Hadir, Fitur Keamanan iPhone Kini Bikin Maling Ketar-ketir

News

Puji Program Ketahanan Pangan, Haidar Alwi Sebut Kapolri Sigit Visioner

badge-check


					Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R. Haidar Alwi, memberikan apresiasi tulus kepada Kapolri atas peran aktifnya mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ucapan ini ia sampaikan menanggapi pernyataan Presiden saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/8/2025). (foto: istimewa) Perbesar

Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R. Haidar Alwi, memberikan apresiasi tulus kepada Kapolri atas peran aktifnya mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ucapan ini ia sampaikan menanggapi pernyataan Presiden saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/8/2025). (foto: istimewa)

PRABA INSIGHT- Kalau biasanya Kapolri identik dengan urusan keamanan, patroli, dan penindakan hukum, maka Jenderal Listyo Sigit Prabowo ternyata punya “lahan” kerja yang lebih luas. Lahan dalam arti sebenarnya.

Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R. Haidar Alwi, memberikan apresiasi tulus kepada Kapolri atas peran aktifnya mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ucapan ini ia sampaikan menanggapi pernyataan Presiden saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/8/2025).

“Beliau tidak hanya menjaga negara, tapi juga menanam masa depan bangsa,” ujar Haidar, Sabtu (9/8/2025), menekankan bagaimana visi jangka panjang Jenderal Sigit terasa inklusif dan aspiratif.

Menurut Haidar, dibanding Kapolri sebelumnya, gaya kepemimpinan Jenderal Sigit lebih visioner dan strategis. Ia tidak menempatkan Polri hanya di menara pengawas hukum, tetapi juga di ladang-ladang ketahanan pangan.

“Ini pendekatan baru. Keamanan bukan cuma soal menindak, tapi juga membangun kualitas hidup rakyat,” kata Haidar.

Dari edukasi, penyediaan lahan, pupuk, dan alat pertanian, sampai urusan distribusi, ekspor, hingga mengolah hasil panen jadi pakan ternak—semuanya disentuh Polri di bawah komando Jenderal Sigit. Haidar melihat itu sebagai bukti bahwa polisi bisa hadir sebagai mitra kehidupan masyarakat. Polisi yang membumi, bukan sekadar penegak hukum formal.

“Di bawah kapabilitas dan visi beliau, Polri tak hanya menjaga keamanan, tapi juga langsung menyentuh perut bangsa,” imbuh Haidar.

Ia menilai, apa yang dilakukan Polri berkontribusi nyata bagi stabilitas pangan dan pertumbuhan ekonomi pedesaan. Dan yang tak kalah penting, Jenderal Sigit mampu menjawab kritik maupun tekanan politik dengan produktivitas, bukan sekadar defensif apalagi ofensif.

“Kerja nyata lebih berbicara ketimbang retorika kosong,” tandas Haidar.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus

26 Maret 2026 - 08:20 WIB

Pesan Pramono ke Pendatang: Jakarta Bukan Tempat Coba Nasib Tanpa Skill

26 Maret 2026 - 07:29 WIB

Kasus Andrie Yunus Memanas: 4 Prajurit BAIS Ditahan, Isu Kabais Mundur Mencuat di Tengah Penyidikan

26 Maret 2026 - 07:15 WIB

Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana, Perempuan Diamankan usai Lepas Sepatu

25 Maret 2026 - 09:23 WIB

BYD Nyemplung ke Kolam Bundaran HI: Antara Google Maps, Grogi, dan Realita Sopir Baru

25 Maret 2026 - 09:05 WIB

Trending di News