Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Rakyat Diminta Kawal Kasus Firli Bahuri, Kelrey: Bakal Buka Tenda di depan Istana

badge-check

Abdullah Kelrey desak Presiden Prabowo pastikan kasus Firli Bahuri tuntas, rakyat siap kawal hukum hingga buka tenda di depan Istana. Perbesar

Abdullah Kelrey desak Presiden Prabowo pastikan kasus Firli Bahuri tuntas, rakyat siap kawal hukum hingga buka tenda di depan Istana.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau lagi buka berita, kadang kita merasa hukum itu kayak lampu lalu lintas yang selalu kuning: terus berjalan tapi nggak pernah benar-benar berhenti di “selesai”. Nah, itu yang lagi dirasakan publik soal dugaan pemerasan yang menjerat Firli Bahuri.

Menurut Abdullah Kelrey, Founder Nusa Ina Connection (NIC), rakyat berhak tahu kejelasan hukum, bukan cuma sekadar dikasih tahu, “tenang, proses masih berjalan.”

“Jangan main-main dengan kepercayaan rakyat. Ini bukan panggung karier, ini soal hukum dan marwah institusi,” tegas Kelrey, Jumat (20/2/2026).

Kelrey menekankan kalau kasus ini terus berlarut, wajar kalau publik mulai curiga: jangan-jangan ini cuma komoditas internal atau alat politik kelompok tertentu. Drama hukum yang nggak kelar-kelar itu bikin orang mulai bilang, “Ah, ini kan biasa.”

Makanya, Kelrey ngajak masyarakat untuk ikut mengawal proses hukum secara terbuka dan konstitusional. Bahkan, ia nggak segan menyebut opsi aksi simbolik: membuka tenda di depan Istana Negara. Bukan untuk bikin gaduh, tapi sebagai bentuk tekanan moral agar Presiden benar-benar serius menuntaskan kasus ini.

“Kita kawal bersama. Kalau perlu, kita buka tenda di depan Istana Negara. Bukan untuk membuat gaduh, tapi untuk mendesak agar Presiden benar-benar serius membereskan perkara ini sampai tuntas,” jelas Kelrey.

Lebih jauh, Kelrey menekankan peran Presiden Prabowo Subianto. Kepala negara, menurutnya, punya tanggung jawab moral untuk memastikan aparat penegak hukum bekerja profesional, transparan, dan bebas dari intervensi.

“Rakyat sudah jenuh dengan drama yang tak berujung. Jangan biarkan kasus ini menggantung dan menjadi simbol lemahnya penegakan hukum. Ini momentum pembuktian, apakah negara benar-benar berpihak pada keadilan atau tunduk pada kepentingan kelompok,” pungkas Kelrey.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News