Menu ✖

Breaking News

News

Rakyat Diminta Kawal Kasus Firli Bahuri, Kelrey: Bakal Buka Tenda di depan Istana

badge-check

Abdullah Kelrey desak Presiden Prabowo pastikan kasus Firli Bahuri tuntas, rakyat siap kawal hukum hingga buka tenda di depan Istana. Perbesar

Abdullah Kelrey desak Presiden Prabowo pastikan kasus Firli Bahuri tuntas, rakyat siap kawal hukum hingga buka tenda di depan Istana.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau lagi buka berita, kadang kita merasa hukum itu kayak lampu lalu lintas yang selalu kuning: terus berjalan tapi nggak pernah benar-benar berhenti di “selesai”. Nah, itu yang lagi dirasakan publik soal dugaan pemerasan yang menjerat Firli Bahuri.

Menurut Abdullah Kelrey, Founder Nusa Ina Connection (NIC), rakyat berhak tahu kejelasan hukum, bukan cuma sekadar dikasih tahu, “tenang, proses masih berjalan.”

“Jangan main-main dengan kepercayaan rakyat. Ini bukan panggung karier, ini soal hukum dan marwah institusi,” tegas Kelrey, Jumat (20/2/2026).

Kelrey menekankan kalau kasus ini terus berlarut, wajar kalau publik mulai curiga: jangan-jangan ini cuma komoditas internal atau alat politik kelompok tertentu. Drama hukum yang nggak kelar-kelar itu bikin orang mulai bilang, “Ah, ini kan biasa.”

Makanya, Kelrey ngajak masyarakat untuk ikut mengawal proses hukum secara terbuka dan konstitusional. Bahkan, ia nggak segan menyebut opsi aksi simbolik: membuka tenda di depan Istana Negara. Bukan untuk bikin gaduh, tapi sebagai bentuk tekanan moral agar Presiden benar-benar serius menuntaskan kasus ini.

“Kita kawal bersama. Kalau perlu, kita buka tenda di depan Istana Negara. Bukan untuk membuat gaduh, tapi untuk mendesak agar Presiden benar-benar serius membereskan perkara ini sampai tuntas,” jelas Kelrey.

Lebih jauh, Kelrey menekankan peran Presiden Prabowo Subianto. Kepala negara, menurutnya, punya tanggung jawab moral untuk memastikan aparat penegak hukum bekerja profesional, transparan, dan bebas dari intervensi.

“Rakyat sudah jenuh dengan drama yang tak berujung. Jangan biarkan kasus ini menggantung dan menjadi simbol lemahnya penegakan hukum. Ini momentum pembuktian, apakah negara benar-benar berpihak pada keadilan atau tunduk pada kepentingan kelompok,” pungkas Kelrey.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Aksi Jilid 2: JAPMI dan JaMWas Desak KPK Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Bekasi

30 Okt 2026 - 13:41 WIB

Aksi Jilid 2: JAPMI dan JaMWas Desak KPK Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Bekasi

Antrean BBM di Madura Mulai Terurai, Pengawas SPBU Pamekasan Sebut Turun 75 Persen

29 Okt 2026 - 13:03 WIB

Antrean BBM di Madura Mulai Terurai, Pengawas SPBU Pamekasan Sebut Turun 75 Persen

56 Personel TNI AD Siap Berjuang di AARM 2026, Kasad Tekankan Disiplin dan Sportivitas

29 Okt 2026 - 12:22 WIB

56 Personel TNI AD Siap Berjuang di AARM 2026, Kasad Tekankan Disiplin dan Sportivitas

AMPER Geruduk Bareskrim, Desak 5 Pegawai PLN Tersangka Blackout Batam Dibebaskan

28 Okt 2026 - 16:11 WIB

AMPER Geruduk Bareskrim, Desak 5 Pegawai PLN Tersangka Blackout Batam Dibebaskan

Pusdiklatpassus Kopassus Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Negara

28 Okt 2026 - 16:03 WIB

Pusdiklatpassus Kopassus Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Negara
Trending di News