Menu

Otomatis
Breaking News

Nasional

Sandri Rumanama Apresiasi Polri Padamkan 62 Persen Karhutla, Pelaku Pembakaran Harus Diproses

badge-check

Sandri Rumanama mengapresiasi Polri yang bersama tim gabungan berhasil mengendalikan 39.999 hektare atau 62 persen area karhutla tahun ini.(Istimewa) Perbesar

Sandri Rumanama mengapresiasi Polri yang bersama tim gabungan berhasil mengendalikan 39.999 hektare atau 62 persen area karhutla tahun ini.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA  – Upaya Polri bersama tim gabungan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia mendapat apresiasi dari Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, sebanyak 39.999 hektare lahan dari total 64.341 hektare area yang terbakar sepanjang tahun ini telah berhasil dipadamkan dan dikendalikan. Angka tersebut setara sekitar 62 persen dari total luas karhutla.

Namun, Sandri menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Menurutnya, aparat juga perlu menelusuri pihak yang diduga menjadi penyebab terjadinya kebakaran dan memastikan proses hukum berjalan.

Sandri menilai instruksi Kapolri menunjukkan adanya pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penanganan dampak bencana, tetapi juga pada aspek penegakan hukum.

“Polri selalu berbeda dalam berbagai penanganan bencana di Indonesia misalnya waktu banjir di Sumatera baik barat, utara dan Aceh Polri melihat presfektif lain yakni penindakan hukum akibat dampak eksploitasi hutan dan hal itu kembali di lakukan Polri saat menangani proses kebakaran lahan dan hutan tahun ini”. Jelas Sandri dalam keterangannya Senin (24/08)

Menurut Sandri, sejumlah wilayah masih menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Kalimantan Barat disebut sebagai provinsi dengan titik api terbanyak, kemudian disusul Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Ia menilai capaian pemadaman hampir 40 ribu hektare tersebut patut mendapat dukungan. Kendati demikian, keberhasilan mengendalikan kebakaran perlu diikuti dengan langkah hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran.

“Kita dukung penuh langkah Polri mereka sudah berhasil memadamkan sekaiatar 62% titik api dan .ereka nuga fokus pada lroses hukum atas pelaku pembakaran hutan,” ujarnya.

Sandri menegaskan, penindakan hukum terhadap pelaku menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Menurut dia, pemadaman hanya menyelesaikan persoalan di permukaan apabila penyebab kebakaran tidak diusut.

Karena itu, ia mendorong seluruh pihak memberikan dukungan terhadap upaya Polri, baik dalam proses pemadaman maupun penegakan hukum. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi serta memastikan persoalan karhutla ditangani secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Doa Terakhir Risma Sebelum Gempa NTT: ‘Semoga Kampung Kami Tidak Seperti Aceh

23 Agu 2026 - 19:02 WIB

Doa Terakhir Risma Sebelum Gempa NTT: ‘Semoga Kampung Kami Tidak Seperti Aceh

Bencana Kebakaran 72 Ribu Hektare, Haji Isam Disebut Jadi ‘Komandan’? Ini kata Istana

23 Agu 2026 - 18:45 WIB

Bencana Kebakaran 72 Ribu Hektare, Haji Isam Disebut Jadi ‘Komandan’? Ini kata Istana

Uang 2.000 Dolar Singapura Jadi Sorotan KPK, Aliran Dana Pengurusan Hutan Kuansing Masih Diburu

17 Agu 2026 - 19:51 WIB

Uang 2.000 Dolar Singapura Jadi Sorotan KPK, Aliran Dana Pengurusan Hutan Kuansing Masih Diburu

Gempa M 6,2 Guncang Parigi Moutong Tengah Malam, Warga Palu Ikut Rasakan Getarannya

16 Agu 2026 - 15:51 WIB

Gempa M 6,2 Guncang Parigi Moutong Tengah Malam, Warga Palu Ikut Rasakan Getarannya

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, 47 Orang Meninggal dan Ribuan Warga Mengungsi

16 Agu 2026 - 15:40 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, 47 Orang Meninggal dan Ribuan Warga Mengungsi
Trending di Nasional