PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Wacana aksi unjuk rasa yang disebut akan berlangsung di Jakarta pada 27 Agustus 2026 turut mendapat perhatian dari sejumlah tokoh komunitas pengemudi ojek online (ojol).
Melalui kelompok Ojol Merah Putih, sejumlah tokoh ojol menyampaikan ajakan agar seluruh pihak tetap menjaga persatuan, ketertiban, dan keamanan. Di sisi lain, mereka menegaskan bahwa penyampaian aspirasi secara konstitusional merupakan bagian dari hak demokrasi masyarakat.
Ojol Merah Putih diinisiasi oleh Kangmas Lutfi, Opa Ata, Apink, serta sejumlah tokoh dari kalangan pengemudi ojol. Seruan tersebut disampaikan di tengah munculnya berbagai informasi mengenai rencana aksi yang beredar di ruang publik dan media sosial.
Opa Ata, Pembina Komunitas Driver Online Sontoloyo, mengatakan masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi selama dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan.
“Silahkan menyampaikan aspirasi & pendapat secara konstitusional, tentunya kami menghormati itu sebagai hak demokrasi seluruh warga negara Republik Indonesia, namun hendaknya jangan sampai anarkis, jangan sampai rusuh & mengganggu stabilitas serta ketertiban umum. Kita semua mengharapkan Jakarta yg aman dan Indonesia yg damai” Ujar Opa Ata dalam keterangan resminya (24/08) salah satu tokoh Ojol yg juga Pembina Komunitas Driver Online Sontoloyo saat ditemui di Rumah Perjuangan Ojol di Mess Pelni, Jakarta Barat.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa seruan yang disampaikan tidak ditujukan untuk membatasi hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Fokusnya adalah menjaga agar aktivitas penyampaian aspirasi tetap berlangsung tertib dan tidak berkembang menjadi tindakan yang mengganggu masyarakat lainnya.
Minta Driver Tidak Mudah Terpengaruh
Apink, Ketua Umum Komunitas GGBC Jabodetabek, kemudian mengingatkan para pengemudi ojol agar berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi dan ajakan yang beredar menjelang agenda tersebut.
Menurutnya, driver ojol memiliki aktivitas dan tanggung jawab ekonomi yang perlu tetap diperhatikan, terutama karena penghasilan mereka bergantung pada aktivitas sehari-hari di jalan.
“Hendaknya semua pihak bisa bijak dan menahan diri, terutama Ojol jangan sampai terprovokasi, terhasut dan di manfaatkan oleh pihak-pihak yg tidak bertanggung jawab yang hanya mementingkan kepentingan kelompoknya, Ojol gak usah ikut-ikut! Ngebid aja cari uang untuk keluarga di rumah, kita mengharapkan agar Jakarta tetap aman & kondusif supaya kita juga bisa mengais rezeki & mencari nafkah untuk keluarga kita” Sambung Apink yg juga dikenal sebagai Ketua Umum Komunitas GGBC Jabodetabek yg sehari-hari beroperasional di daerah Jl. Juanda, Jakarta Pusat menambahkan.
Apink juga menekankan pentingnya sikap bijak dari seluruh pihak. Pesan tersebut terutama ditujukan agar pengemudi tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Lutfi Soroti Penggunaan Nama Ojol
Sementara itu, Kangmas Lutfi, inisiator Ojol Merah Putih yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh pergerakan ojek online Indonesia dan Pembina Utama Komunitas Driver Legend Indonesia (DLI), menyampaikan pandangannya mengenai sejumlah seruan yang beredar di media sosial.
Ia menilai penggunaan nama ojol dalam berbagai seruan perlu dicermati karena belum tentu mewakili sikap seluruh komunitas pengemudi online.
“Kami mencermati bahwa ada beberapa kelompok yang coba memancing di air keruh, yg coba membonceng aksi di tanggal 27 Agustus nanti. Sebagian dari mereka bahkan kerap membawa serta nama Ojol dalam setiap seruan aksinya dengan tujuan memancing emosi Grassroot agar ikut serta dalam aksi, lalu terbakar dan melakukan tindakan-tindakan yg destruktif, oleh karena itu kami tegaskan disini bahwa Ojol Merah Putih berkomitmen untuk menjalin sinergitas positif dengan aparat keamanan untuk membantu menjaga kamtibmas demi situasi yg aman dan kondusif di wilayah masing-masing. Segala bentuk seruan dan provokasi yang kerap berseliweran di medsos, kami nyatakan HOAX!
Ojol cinta tanah air & bangsa, kita semua cinta NKRI yang aman dan damai, mari sama-sama kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa demi masa depan Indonesia yg adil makmur sejahtera”
Pernyataan Lutfi sekaligus menegaskan posisi Ojol Merah Putih yang memilih mendorong situasi kondusif dan membangun komunikasi positif dengan aparat keamanan.
Namun, klaim mengenai adanya pihak yang disebut berupaya membonceng aksi maupun informasi yang dinilai provokatif merupakan pandangan dari pihak Ojol Merah Putih. Kebenaran setiap informasi yang beredar di media sosial tetap perlu diverifikasi secara independen sebelum dipercaya atau disebarluaskan.
Aspirasi dan Ketertiban Perlu Berjalan Bersamaan
Di tengah munculnya wacana aksi 27 Agustus, perbedaan sikap dan pendapat merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, sementara ketertiban umum dan keamanan juga menjadi kepentingan bersama.
Bagi komunitas ojol, situasi Jakarta yang kondusif memiliki arti penting karena aktivitas mereka sangat bergantung pada kelancaran mobilitas masyarakat dan kondisi jalan.
Melalui pernyataan tersebut, Ojol Merah Putih mengajak para pengemudi dan masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengedepankan persatuan.
Pada saat yang sama, penyampaian aspirasi secara damai dan sesuai ketentuan tetap menjadi bagian dari hak masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
Pesan yang disampaikan kelompok tersebut pada akhirnya menitikberatkan pada keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat, penghormatan terhadap perbedaan, dan tanggung jawab menjaga keamanan bersama.








