Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

Regional

Solar Langka, Antrean Mengular: Sukma Hidayat Minta Gubernur Sumsel Jangan Tutup Mata

badge-check

Sandri Rumanama terhadap kinerja Polri 2025 di era Jenderal Listyo Sigit — mulai dari kamtibmas, penegakan hukum, keamanan siber, hingga program ketahanan pangan. Perbesar

Sandri Rumanama terhadap kinerja Polri 2025 di era Jenderal Listyo Sigit — mulai dari kamtibmas, penegakan hukum, keamanan siber, hingga program ketahanan pangan.

PRABA INSIGHT- SUMSEL – Ada yang aneh dengan kehidupan di Sumatera Selatan belakangan ini. Bukan, bukan soal cuaca yang makin galak atau jalanan yang makin penuh lobang. Ini soal antrean Solar yang panjangnya bisa bikin orang bertanya-tanya: ini mau beli BBM atau ikut maraton tengah malam?

Ketua Umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI), Sukma Hidayat, akhirnya angkat suara. Ia meminta Gubernur Sumatera Selatan untuk meninjau ulang kebijakan pengisian BBM Solar yang alih-alih memudahkan justru bikin warga makin sengsara.

Menurut Sukma, kebijakan itu seharusnya diarahkan untuk memperjuangkan tambahan kuota Solar. Soalnya, kebutuhan kendaraan di Palembang dan sekitarnya tiap hari bukannya menurun, malah seperti tugas kuliah: makin menumpuk.

“Setelah kebijakan diberlakukan, antrean kendaraan malah makin panjang. Ada yang sampai tiga kilometer antre dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi,” kata Sukma. Yang bikin tambah nelangsa, setelah mengantre lama, sering kali Solar sudah habis. Lengkap sudah penderitaannya.

Usulan Anti-Drama dari Sukma

Sukma kemudian mengajukan saran untuk meredam drama Solar ini.

Pertama, empat SPBU yang sebelumnya ditutup diminta kembali buka dan melayani Solar. Tapi khusus kendaraan pribadi, ya truk dan bus silakan minggir dulu.

Kedua, 14 SPBU yang buka tengah malam diusulkan ganti sistem. Biar nggak pada berebut jam 22.00–04.00, Sukma menawarkan pola baru:

  • 06.00–12.00 WIB untuk pelat ganjil,
  • 12.30–17.00 WIB untuk pelat genap,
  • 20.00–00.00 WIB untuk semua kendaraan (silakan datang rame-rame).

Ketiga, tujuh SPBU yang sudah buka sesuai jam normal diminta tetap beroperasi seperti biasa. Jangan ikut-ikutan ribet.

Sukma berharap Gubernur Sumsel tidak membiarkan warga bertarung dengan antrean tiga kilometer tiap malam. “Semoga keputusan ini bisa ditinjau ulang agar masyarakat tidak semakin terbebani,” ujarnya. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

3 Agustus 2026 - 21:40

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

3 Agustus 2026 - 14:52

Trending di News