Menu

Otomatis
Breaking News

Regional

Solar Langka, Antrean Mengular: Sukma Hidayat Minta Gubernur Sumsel Jangan Tutup Mata

badge-check

Sandri Rumanama terhadap kinerja Polri 2025 di era Jenderal Listyo Sigit — mulai dari kamtibmas, penegakan hukum, keamanan siber, hingga program ketahanan pangan. Perbesar

Sandri Rumanama terhadap kinerja Polri 2025 di era Jenderal Listyo Sigit — mulai dari kamtibmas, penegakan hukum, keamanan siber, hingga program ketahanan pangan.

PRABA INSIGHT- SUMSEL – Ada yang aneh dengan kehidupan di Sumatera Selatan belakangan ini. Bukan, bukan soal cuaca yang makin galak atau jalanan yang makin penuh lobang. Ini soal antrean Solar yang panjangnya bisa bikin orang bertanya-tanya: ini mau beli BBM atau ikut maraton tengah malam?

Ketua Umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI), Sukma Hidayat, akhirnya angkat suara. Ia meminta Gubernur Sumatera Selatan untuk meninjau ulang kebijakan pengisian BBM Solar yang alih-alih memudahkan justru bikin warga makin sengsara.

Menurut Sukma, kebijakan itu seharusnya diarahkan untuk memperjuangkan tambahan kuota Solar. Soalnya, kebutuhan kendaraan di Palembang dan sekitarnya tiap hari bukannya menurun, malah seperti tugas kuliah: makin menumpuk.

“Setelah kebijakan diberlakukan, antrean kendaraan malah makin panjang. Ada yang sampai tiga kilometer antre dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi,” kata Sukma. Yang bikin tambah nelangsa, setelah mengantre lama, sering kali Solar sudah habis. Lengkap sudah penderitaannya.

Usulan Anti-Drama dari Sukma

Sukma kemudian mengajukan saran untuk meredam drama Solar ini.

Pertama, empat SPBU yang sebelumnya ditutup diminta kembali buka dan melayani Solar. Tapi khusus kendaraan pribadi, ya truk dan bus silakan minggir dulu.

Kedua, 14 SPBU yang buka tengah malam diusulkan ganti sistem. Biar nggak pada berebut jam 22.00–04.00, Sukma menawarkan pola baru:

  • 06.00–12.00 WIB untuk pelat ganjil,
  • 12.30–17.00 WIB untuk pelat genap,
  • 20.00–00.00 WIB untuk semua kendaraan (silakan datang rame-rame).

Ketiga, tujuh SPBU yang sudah buka sesuai jam normal diminta tetap beroperasi seperti biasa. Jangan ikut-ikutan ribet.

Sukma berharap Gubernur Sumsel tidak membiarkan warga bertarung dengan antrean tiga kilometer tiap malam. “Semoga keputusan ini bisa ditinjau ulang agar masyarakat tidak semakin terbebani,” ujarnya. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Guru SMP di Labura Didakwa Cabuli Siswi Saat Apel, Kejati Sumut Ungkap Alasan Penahanan

13 Agu 2026 - 12:00 WIB

Guru SMP di Labura Didakwa Cabuli Siswi Saat Apel, Kejati Sumut Ungkap Alasan Penahanan

Korban Pengeroyokan Oknum DPRD Kabupaten Bekasi Tolak Damai, Minta Lanjut Hukum

12 Agu 2026 - 19:22 WIB

Korban Pengeroyokan Oknum DPRD Kabupaten Bekasi Tolak Damai, Minta Lanjut Hukum

Honda Civic Ferio Penabrak Aiptu Asep Ternyata Milik Personel Pussenkav, 3 Prajurit TNI Diperiksa

12 Agu 2026 - 16:58 WIB

Honda Civic Ferio Penabrak Aiptu Asep Ternyata Milik Personel Pussenkav, 3 Prajurit TNI Diperiksa

Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp 1,06 M Buat 1.761 Mustahik

12 Agu 2026 - 10:36 WIB

Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp 1,06 M Buat 1.761 Mustahik

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agu 2026 - 14:40 WIB

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK
Trending di News