Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

Regional

Solo Memanas: Sopir Truk Demo Anti ODOL, Jalan Ring Road Lumpuh dan Disulap Jadi Parkiran Massal

badge-check

Aksi protes Ratusan sopir Truk di Jalan Solo-Sragen (foto: Joglosemar) Perbesar

Aksi protes Ratusan sopir Truk di Jalan Solo-Sragen (foto: Joglosemar)

PRABA INSIGHT- Ring Road Solo tiba-tiba berubah fungsi jadi parkiran truk jumbo, Kamis (19/6/2025).

Bukan karena konser dangdut atau bazar kuliner, tapi karena ratusan sopir truk dari 32 komunitas se-Solo Raya ngamuk bareng nggak terima dengan rencana kebijakan Zero ODOL (Over Dimension Over Loading) yang bakal diterapkan tahun 2026.

Sejak pukul 11.00 WIB, jalan dari arah Solo menuju Karanganyar mendadak macet akut. Bukan macet biasa, tapi macet karena ratusan truk berjejer manis di tengah jalan, dari depan SPBU Plesungan sampai nyaris 800 meter.

Sementara jalur sebaliknya dari Karanganyar ke Solo terpaksa dibagi dua. Motor ke kanan, mobil ke kiri, truk? Ya tetap mogok di tengah jalan.

Aksi para sopir ini bukan sekadar parkir liar.

Di atas truk mereka, terpasang spanduk dengan tulisan khas dunia persopiran:

“Nek ora oleh ODOL yawes tak ora gowo”,

“Kami sopir bukan maung”,

“Diam tertindas atau bangkit melawan”.

Drama jalanan ini pun bikin polisi turun tangan. Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Agista Ryan Mulyanto, memastikan pihaknya sudah mengerahkan pasukan untuk mengatur arus lalu lintas.

“Kondisi masih terkendali. Kita sudah floating personel untuk pengalihan arus, biar lalu lintas nggak makin amburadul,” katanya di lokasi.

Ryan juga menjamin bahwa suara para sopir tak akan berakhir jadi angin lalu.

“Aspirasi mereka kami tampung, karena ini bukan hanya Karanganyar, tapi Solo Raya. Nanti akan diteruskan ke atasan dan mungkin akan ditangani langsung oleh Polda,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Manunggal Sopir (PMS) Solo, Kos Sriyanto, bilang kalau aksi ini murni soal solidaritas.

Mereka ingin bersuara lantang, menyambung protes sopir di Jawa Timur soal Zero ODOL.

“Kami hormati langkah teman-teman di Surabaya. Ini bentuk solidaritas. Tapi kami juga ingin keadilan dalam penerapan aturan,” katanya.

Kos menegaskan, sopir tak alergi aturan. Mereka bahkan siap jika kebijakan Zero ODOL benar-benar diberlakukan. Tapi satu hal yang bikin gerah: tebang pilih.

“Kalau aturan diterapkan, ya monggo. Tapi jangan pilih kasih. Yang pengusaha besar dibiarkan, yang kecil langsung dibabat. Ini yang bikin panas,” keluhnya.

Tak cuma itu, mereka juga ngeluh soal uji emisi yang katanya bikin ribet. Padahal truk-truk di Solo, klaim mereka, sudah sesuai standar.

“Masalah panjang bak juga dipersulit. Padahal truk kami standar sesuai dinas. Tapi uji emisi dan administrasi ribetnya minta ampun,” lanjut Kos.

Dan yang paling bikin darah naik? Sosialisasi yang terasa kayak jebakan Batman.

“Katanya masih sosialisasi, tapi kenyataannya udah ditilang. Dikit-dikit dibilang ODOL, padahal belum jelas aturannya. Ini kan nggak fair,” pungkasnya.

Truk jumbo mogok berjamaah bukan karena mogok mesin, tapi mogok kebijakan.

Kalau pemerintah nggak cepat tanggap, bisa-bisa jalanan Solo bakal jadi pameran protes permanen. Dan ya, suara sopir bukan cuma klakson. Mereka juga bisa orasi.

 

Penulis : Andi Ramadhan | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

3 Agustus 2026 - 21:40

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

3 Agustus 2026 - 14:52

SOMASI Minta Kapolres Baru Kota Bekasi Buka Ruang Dialog dengan Warga

1 Agustus 2026 - 13:17

Trending di News