Menu

Breaking News

Crime

Tersangka Kasus Santriwati di Pati Diduga Kabur, Polisi Siapkan Jemput Paksa

badge-check

Tersangka kasus kekerasan seksual santriwati di Pati mangkir dari panggilan polisi. Jika kembali absen, aparat siap lakukan jemput paksa sesuai KUHAP.(istimewa) Perbesar

Tersangka kasus kekerasan seksual santriwati di Pati mangkir dari panggilan polisi. Jika kembali absen, aparat siap lakukan jemput paksa sesuai KUHAP.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – PATI – Ada dua jenis orang ketika dipanggil polisi: yang datang dengan wajah tegang, dan yang memilih “menghilang” entah ke mana. Dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati di Ponpes Ndolo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tersangka berinisial AS (52) tampaknya masuk kategori kedua.

Polisi pun tak tinggal diam. Setelah panggilan pertama diabaikan, surat kedua langsung dilayangkan lebih tegas, lebih serius, dan tentu saja dengan konsekuensi yang makin nyata.

“Kami sudah melayangkan pemanggilan pertama pada 4 Mei 2026, namun yang bersangkutan tidak hadir tanpa keterangan yang jelas. Penyidik kembali melayangkan pemanggilan kedua pada tanggal 7 Mei 2026,” kata Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi melalui Wakasat Reskrim Polresta Pati AKP Iswantoro di Pati, Rabu.

Harapannya sederhana: datang, duduk, dan menjalani proses hukum sebagaimana mestinya. Tapi kalau harapan tinggal harapan, polisi sudah menyiapkan opsi berikutnya.

Ia berharap tersangka dapat memenuhi panggilan tersebut. Jika kembali mangkir, aparat akan menempuh langkah jemput paksa sesuai aturan KUHAP. Dalam bahasa yang lebih membumi: kalau tidak datang, ya didatangi.

Masalahnya, hingga kini keberadaan AS masih seperti sinyal hilang di tengah hutan tidak jelas titiknya. Polisi menduga tersangka sudah tidak berada di wilayah Pati.

“Keberadaan tersangka masih kami lakukan pencarian. Ada indikasi yang bersangkutan tidak berada di Pati dan tidak memberikan kabar kepada pihak manapun,” ujarnya.

Di tengah pencarian itu, fakta lain yang tak kalah pelik muncul: jumlah korban yang secara resmi melapor baru satu orang. Padahal, isu yang beredar di luar sana menyebut angka yang jauh lebih banyak.

Polisi memilih tetap berpijak pada data yang bisa dipertanggungjawabkan. Satu laporan resmi tetap diproses, tanpa menutup kemungkinan adanya korban lain.

Pintu pelaporan pun dibuka lebar. Siapa pun yang merasa menjadi korban atau punya informasi tambahan dipersilakan melapor, dengan jaminan identitas dirahasiakan. Ini penting, karena dalam kasus seperti ini, keberanian bicara seringkali kalah oleh rasa takut dan tekanan sosial.

Sementara itu, beberapa anak lain masih berstatus saksi. Namun, dinamika penyidikan tak selalu mulus sebagian saksi bahkan mencabut keterangannya. Situasi ini membuat penyidik harus bekerja ekstra untuk merangkai ulang fakta yang tercecer.

Kasus ini sendiri bukan cerita baru. Laporan pertama masuk sejak 2024, namun sempat tersendat karena upaya penyelesaian secara kekeluargaan model penyelesaian yang sering kali terdengar damai, tapi menyisakan tanda tanya besar soal keadilan.

Baru pada 28 April 2026, setelah alat bukti dinilai cukup, penyidik menetapkan AS sebagai tersangka. Sebelumnya, pelapor, sejumlah saksi, hingga saksi ahli sudah diperiksa. Bahkan, terlapor juga sempat dimintai keterangan saat masih berstatus saksi.

Meski sempat terhambat, proses hukum kini kembali berjalan. Polisi menegaskan akan tetap profesional dan transparan dalam menangani perkara ini.

Soal kabar jumlah korban yang disebut-sebut mencapai puluhan orang, polisi memilih berhati-hati.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang mendukung klaim tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Keren! Pelajar SD asal Cikarang Unjuk Gigi di Festival Anak Indonesia 2026

23 Sep 2026 - 19:44 WIB

Keren! Pelajar SD asal Cikarang Unjuk Gigi di Festival Anak Indonesia 2026

Bikin Heboh! PMB 2026 UM Indonesia Dibuka dengan Cara Beda

20 Sep 2026 - 17:15 WIB

Bikin Heboh! PMB 2026 UM Indonesia Dibuka dengan Cara Beda

Keren! FH Unpak Gelar Orientasi Unik Lewat SUARASA: Law in Art

19 Sep 2026 - 13:17 WIB

Keren! FH Unpak Gelar Orientasi Unik Lewat SUARASA: Law in Art

Geger Video Viral TikTok Tuding Pejabat Bersengkongkol Peras Koruptor!

12 Sep 2026 - 21:10 WIB

Geger Video Viral TikTok Tuding Pejabat Bersengkongkol Peras Koruptor!

Aksi Sosial PJBW Disorot, Tommy Kurniawan Puji Kepedulian Wartawan

12 Sep 2026 - 20:51 WIB

Aksi Sosial PJBW Disorot, Tommy Kurniawan Puji Kepedulian Wartawan
Trending di News