Menu

Mode Gelap
Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

News

Drama Ijazah Jokowi, Megawati: “Ya Kok Susah Amat Ya, kan Kalau di ijazah Betul Gitu, Kasih aja”

badge-check


					foto megawati Ketua Umum PDI Perjuangan (foto:ist) Perbesar

foto megawati Ketua Umum PDI Perjuangan (foto:ist)

PRABA INSIGHT-Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, akhirnya buka suara soal gonjang-ganjing tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Di tengah peluncuran buku di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025), Megawati menyinggung betapa riuhnya publik menggoreng isu tersebut.

Seolah-olah, ijazah itu bukan cuma secarik kertas, tapi tiket masuk surga yang keasliannya harus diverifikasi oleh malaikat langsung.

“Orang banyak kok sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah, benar apa enggak?” ujar Megawati, setengah heran, setengah penasaran. Mungkin dalam benaknya, daripada ribut di luar, ya mending langsung tunjukkan saja ijazahnya.

“Ya kok susah amat ya, kan kalau di ijazah betul gitu, kasih aja ‘ini ijazah saya’, gitu loh,” tambahnya. Bahasa gampangnya, kalau memang asli, kenapa mesti pakai drama episode panjang?

Sebagai seseorang yang katanya punya gelar profesor tiga biji dan doktor honoris causa sebelas buah—plus masih menunggu empat lagi—Megawati tampaknya tidak paham kenapa urusan ijazah bisa bikin ribut sekampung.

“Loh, kok bingung? Profesor sebelas, kok bingung?” tanyanya dengan nada bercanda. Saking banyaknya gelar, mungkin kalau rapat keluarga, namanya sudah kepanjangan: Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, S.E., M.B.A., Ph.D., dan kawan-kawannya. Siap-siap saja kalau nanti ada undangan arisan dengan kop surat ala kampus Harvard.

Sementara itu, Jokowi memilih jalur tenang—tenang tapi tetap berasap. Ia menegaskan tidak punya kewajiban untuk menunjukkan ijazah kepada Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang menudingnya menggunakan ijazah palsu.

“Beliau-beliau ini meminta saya menunjukkan ijazah asli. Saya sampaikan bahwa tidak ada kewajiban dari saya menunjukkan ke mereka,” tegas Jokowi, penuh percaya diri. Mungkin dalam hati, beliau mau bilang, “Lha wong lulusnya sudah lama, mosok baru sekarang ribut?”

Di Solo, usai bertemu perwakilan TPUA, Jokowi menambahkan bahwa urusan ijazah ini sebenarnya sudah jelas.

“UGM sudah memberikan penjelasan yang gamblang dan jelas,” katanya. Mungkin kalau bisa ditambah, Jokowi ingin bilang, “Kalian cuma kurang ngopi saja biar paham.”

Untuk meredam gejolak, kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, membawa ijazah asli Jokowi ke Bareskrim Polri sebagai bukti. Dokumen itu bahkan akan diuji secara digital forensik, lengkap dengan segala teknologi canggih yang bikin film detektif kalah keren.

“Saat kita sudah menyerahkan hal ini ke jalur hukum, biarkanlah berproses secara hukum,” kata Yakup. Bahasa sederhananya, “Silakan geledah sampai ke pixel terakhir.” Kalau perlu, panggil Sherlock Holmes sekalian, biar dramanya makin maksimal.

Namun, Yakup menegaskan bahwa Jokowi tidak perlu hadir langsung. Ia cukup diwakili adik iparnya, Wahyudi Andrianto, dan ajudan setianya, Kompol Syarif Fitriansyah.

“Nah ini sekarang kami juga menyerahkannya kepada pihak penyelidik untuk melakukan apa yang harus dilakukan sesuai dengan hukum acara,” tutup Yakup dengan penuh diplomasi. Bahasa diplomatis dari “Sudahlah, nggak usah diperpanjang.”

Jadi, kalau nanti hasil digital forensik membuktikan ijazahnya asli, semoga isu gonjang-ganjing ini bisa disudahi. Kalau ternyata palsu? Nah, itu urusan baru yang bisa lebih panjang dari sinetron Azab.

Yang jelas, publik akan selalu menanti episode berikutnya dari drama politik yang makin hari makin mirip maraton telenovela: panjang, penuh plot twist, dan bikin geregetan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar

11 Mei 2026 - 19:46

Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot

11 Mei 2026 - 18:57

Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya

11 Mei 2026 - 17:15

Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo

10 Mei 2026 - 00:53

Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

9 Mei 2026 - 19:56

Trending di News