Menu

Mode Gelap
82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri”

News

Sidang KIP Ijazah Jokowi, Anggota Majelis Pertanyakan Independensi Ahli

badge-check


					Sidang Komisi Informasi Pusat soal ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo memunculkan pertanyaan soal independensi ahli dari kubu pemohon. Anggota Majelis KIP mengaku heran dengan profil mantan Ketua KIP DKI. Perbesar

Sidang Komisi Informasi Pusat soal ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo memunculkan pertanyaan soal independensi ahli dari kubu pemohon. Anggota Majelis KIP mengaku heran dengan profil mantan Ketua KIP DKI.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Sidang Komisi Informasi Pusat (KIP) soal ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali menghadirkan satu hal yang lebih membingungkan dari tumpukan dokumen: profil orang yang duduk di ruang sidang itu sendiri.

Rabu, 21 Januari 2026, suasana sidang mendadak agak canggung ketika Arya Sandi Yudha, anggota Majelis KIP, menyampaikan kebingungannya secara terbuka. Bukan soal berkas atau pasal, melainkan tentang sosok Yulianto Widiraharjo mantan Ketua KIP DKI Jakarta yang hadir sebagai ahli dari kubu Bonjowi.

“Jujur saya kaget melihat profil Bapak,” ujar Arya di ruang sidang. Nada suaranya bukan marah, lebih ke heran yang tak bisa disimpan. “Saya belum pernah kenal Bapak. Padahal Bapak senior saya. Saya dulu di KIP Jakarta.”

Kalimat itu terdengar sederhana, tapi maknanya panjang. Di dunia birokrasi, apalagi lingkaran komisi informasi, orang-orang biasanya saling tahu. Ketika tidak saling kenal, publik pantas bertanya: ini soal lupa, atau memang ada jarak yang sengaja tercipta?

Arya lalu melanjutkan dengan pertanyaan yang lebih menusuk konteks. Ia mengingatkan bahwa saat Yulianto menjabat di KIP DKI Jakarta, Joko Widodo adalah gubernur. Lalu, di kemudian hari, Yulianto justru tercatat sebagai deklarator dukungan politik Jokowi–Ma’ruf.

“Gubernurnya waktu itu Pak Jokowi, iya kan? Terus Bapak tiba-tiba jadi deklarator dukungan politik,” kata Arya.

Di titik ini, sidang ijazah Jokowi tak lagi semata soal keaslian dokumen. Ia berubah menjadi panggung yang menampilkan relasi kuasa, jejak politik, dan pertanyaan tentang independensi—hal yang seharusnya menjadi napas lembaga seperti KIP.

Dari situ muncul dugaan yang lebih besar: bahwa perkara ijazah Jokowi sejak awal sudah berada dalam pola tertentu. Pola yang membuat detail data ijazah tidak sepenuhnya terbuka ke publik. Padahal, jika ijazah itu memang asli, transparansi mestinya bukan masalah.

Yang bikin publik makin mengernyit, presiden Indonesia bukan hanya satu. Ada presiden sebelum Jokowi, ada pula sesudahnya. Namun, kegaduhan soal ijazah ini terasa unik bahkan istimewa karena hanya muncul pada satu nama.

Pertanyaannya sederhana, tapi terus bergaung: untuk apa repot menutup-nutupi jika memang tak ada yang salah?

Sidang KIP ini mungkin belum memberi jawaban final. Tapi satu hal jelas, kebingungan Arya Sandi Yudha bukan kebingungan personal. Ia cerminan rasa penasaran publik yang belum juga diberi kejelasan, meski sidang demi sidang sudah digelar.

Dan seperti biasa, ketika informasi tak dibuka terang, spekulasi akan selalu menemukan jalannya sendiri.

Editor : Irfan Ardhiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka

26 Juni 2026 - 14:28

Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun

25 Juni 2026 - 19:13

Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

23 Juni 2026 - 21:03

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

23 Juni 2026 - 12:16

Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri”

23 Juni 2026 - 11:26

Trending di Nasional