Menu

Mode Gelap
Jokowi Turun Gunung demi PSI. Lampung Jadi Etape Pertama, Mesin Politik Sedang Dipanaskan Kepercayaan Publik ke Polri Naik, Sandri Rumanama Bilang Perubahan Itu Nyata 82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

Regional

“Cemburu Membabi Buta: Suami Bunuh Istri, Lalu Berpura-pura Jadi Korban Perampokan”

badge-check


					fakta pembunuhan terungkap, PS diskenariokan meninggal dunia dalam kondisi terikat karena perampokan yang terjadi pada Minggu (1/5) sekitar pukul 03.30 WIB, oleh pelaku. Saat itu, WP juga ditemukan tidak sadarkan diri di dalam karung.(Foto: Istimewa) Perbesar

fakta pembunuhan terungkap, PS diskenariokan meninggal dunia dalam kondisi terikat karena perampokan yang terjadi pada Minggu (1/5) sekitar pukul 03.30 WIB, oleh pelaku. Saat itu, WP juga ditemukan tidak sadarkan diri di dalam karung.(Foto: Istimewa)

PRABA INSIGHT – Apa jadinya jika cerita “perampokan sadis” yang sempat bikin heboh warga Serang ternyata cuma sandiwara belaka? Lebih tragis lagi, aktor utamanya adalah orang terdekat korban: suaminya sendiri.

Kisah memilukan ini bermula pada Minggu dini hari, 1 Mei 2025, sekitar pukul 03.30 WIB.

Seorang perempuan berinisial PS (35) ditemukan tak bernyawa di rumahnya, di Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Kondisi korban saat itu sungguh mengenaskan terikat, dengan kesan kuat telah menjadi korban perampokan brutal. Suaminya, WP (37), juga ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di dalam karung.

Anak mereka yang menyaksikan langsung kejadian itu sontak berteriak histeris. Teriakan inilah yang memicu para tetangga berdatangan.

Polisi pun turun tangan. Tim Inafis Polresta Serang Kota dan Polsek Walantaka segera melakukan olah TKP. Semua tampak seperti kasus kriminal biasa sampai akhirnya muncul tanda tanya besar.

Beberapa hari setelahnya, cerita mulai berubah. Polisi menemukan kejanggalan demi kejanggalan.

Suami korban, WP, yang awalnya diperiksa sebagai saksi, ternyata mulai plin-plan saat dimintai keterangan.

Toni Lembas Pasaribu, kuasa hukum keluarga korban, mengungkapkan bahwa sejak awal, WP memang sudah mencurigakan.

“Pernyataan awal dia sejalan dengan yang tersebar di media. Tapi makin lama, makin banyak hal yang nggak nyambung,” kata Toni.

Dari keterangan yang terus berubah, Toni curiga ada sesuatu yang ditutupi. Ia kemudian meminta keluarga besar untuk mendekati WP secara persuasif.

Akhirnya, pada Selasa malam (3/6), WP mengaku: ia bukan korban, tapi pelaku pembunuhan.

“Jam 7 malam dia mengaku, dan jam 8 langsung kami serahkan ke Polres Serang Kota,” ujar Toni.

Lebih memilukan lagi, dua anak mereka ternyata melihat langsung kejadian itu. Kedua bocah ini pun kini menjadi saksi kunci dalam kasus pembunuhan tersebut.

Lalu, apa motif di balik tragedi rumah tangga ini? Lagi-lagi, masalah klise: cemburu dan curiga perselingkuhan.

Menurut pengakuan pelaku, semua bermula dari candaan istrinya yang menyinggung soal uang yang disebut-sebut sudah tak lagi mengalir ke kantong istri, tapi ke “perempuan lain”.

Kalimat ini jadi pemicu amarah. Adu mulut tak terelakkan. Dalam kondisi emosi tak terkendali, WP mencekik PS dengan tangan kosong, lalu mengikat leher istrinya dengan tali. Nyawa PS pun melayang.

Setelah itu, barulah skenario perampokan dibuat. WP memukul-mukul kepalanya sendiri hingga luka parah, memasukkan dirinya ke karung, dan menghilangkan beberapa barang di rumah untuk menciptakan alibi.

“Dia sempat mau bunuh diri, makanya kepalanya benjol-benjol. Tapi akhirnya malah bikin skenario pura-pura jadi korban perampokan,” ungkap Toni.

Kini, WP telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di Polres Serang Kota. Sementara dua anak yang jadi saksi mata atas kematian ibunya akan menjalani proses hukum yang tak mudah, juga proses pemulihan trauma yang panjang.

 

Penulis : Deny Darmono | Editor: Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

23 Juni 2026 - 12:16

Kadisporapar Tanjungbalai Gandeng Aktivis KAMMI, Ini Tujuannya

23 Juni 2026 - 10:48

Hebat! 100 Difabel di Karawang Siap Dobrak Tembok Kaku Dunia Industri

20 Juni 2026 - 16:43

Keren! Kolaborasi LSPR, Kombas dan Lansia Jatiasih Cetak Batik di SAPA Lansia Vol. 2

20 Juni 2026 - 14:06

Dugaan Penipuan Lahan di Bekasi, Kades Sarimukti Dilaporkan ke Polisi

19 Juni 2026 - 15:26

Trending di News