Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

News

Roy Suryo Ngaku Ijazah Jokowi 99,9 Persen Palsu: Dari Error Level Analysis Sampai Ngulik Foto Pakai Face Recognition

badge-check


					Pakar telematika Roy Suryo meyakini bahwa ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), diduga kuat palsu hingga 99,9 persen.(Foto; Istimewa) Perbesar

Pakar telematika Roy Suryo meyakini bahwa ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), diduga kuat palsu hingga 99,9 persen.(Foto; Istimewa)

PRABA INSIGHT- Kalau Anda pikir drama politik Indonesia udah cukup ramai, tunggu dulu sampai Roy Suryo buka mulut. Kali ini, mantan Menpora sekaligus pakar telematika itu kembali bikin heboh. Di hadapan awak media, ia menegaskan dengan gaya meyakinkan ala dosen TI bahwa ijazah Presiden Joko Widodo itu 99,9 persen palsu.

Analisisnya? Bukan pakai feeling apalagi ramalan bintang. Roy mengaku menggunakan metode error level analysis (ELA) dan face recognition. Katanya sih, hasilnya bikin merinding.

Dua Ijazah, Dua Cerita

Roy membandingkan dua versi ijazah Jokowi. Yang pertama, ijazah berwarna yang diunggah politisi PSI, Dian Sandi, dan diklaim asli. Yang kedua, fotokopi ijazah yang sempat dipamerkan Bareskrim Polri pada 22 Mei 2025 lalu.

Hasil analisis ELA menunjukkan bahwa ijazah Jokowi ini penuh kejanggalan. Logo universitasnya nggak kelihatan, tulisan-tulisan pada template ijazahnya samar, bahkan foto Jokowi seperti hilang ditelan Photoshop.

“Kalau ijazah asli, walaupun difilter pakai ELA, masih kelihatan tuh logo dan tulisannya. Ini saya contohkan pakai ijazah saya sendiri. Masih utuh tuh logonya. Tapi ijazah Pak Jokowi? Error semua,” kata Roy sembari nunjukin hasil analisisnya.

Makin Dalam, Roy Pakai Face Recognition

Tak puas sampai di situ, Roy pun memanggil teknologi face recognition untuk ikut nimbrung. Ia membandingkan wajah Jokowi muda di ijazah dengan wajah Jokowi sekarang. Hasilnya? “Not match,” kata Roy.

“Foto di ijazah itu nggak sama dengan Pak Jokowi yang sekarang. Kok bisa?” ungkapnya sambil pasang wajah heran yang susah ditebak ini serius atau nyindir.

Ada Juga Anomali di Tanda Tangan Dekan

Selain dua analisis itu, Roy dan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) juga menemukan kejanggalan pada nama Dekan Fakultas Kehutanan UGM yang menandatangani ijazah.

Di ijazah Jokowi tertulis nama “Prof. Achmad Sumitro” yang disebut-sebut baru resmi menyandang gelar profesor setelah bulan Maret 1986. Padahal ijazah Jokowi terbitnya November 1985. Roy pun mengernyitkan dahi: “Lah kok bisa profesor duluan sebelum dikukuhkan?”

Gelar Perkara Bareskrim Molor Lagi

Di sisi lain, Bareskrim Polri sebenarnya sudah mau gelar perkara minggu lalu. Tapi TPUA minta ditunda, katanya masih mau melibatkan beberapa pihak.

Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dari Divisi Humas Polri menjelaskan, TPUA mengajukan surat permintaan penjadwalan ulang pada 2 Juli 2025. Alasannya, mereka ingin menghadirkan beberapa nama seperti Komnas HAM, DPR RI, Roy Suryo, sampai Rismon Hasiholan.

Akhirnya, Bareskrim setuju. Jadwal gelar perkara khusus pun digeser dari 30 Juni jadi 9 Juli 2025.

TPUA: Hasil Penyelidikan Sebelumnya Cacat Hukum

TPUA juga nggak terima dengan hasil penyelidikan sebelumnya yang menyebut ijazah Jokowi asli. Mereka bilang, gelar perkara yang lalu cacat prosedur.

“Penghentian penyelidikan kemarin itu menurut kami cacat hukum,” kata Wakil Ketua TPUA, Rizal Fadilah, Senin (26/5/2025). (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi

6 Februari 2026 - 15:26 WIB

Gelar UKW dan Pelatihan Digital, Sandri Rumanama Ingatkan Pers Jangan Tunduk

5 Februari 2026 - 12:30 WIB

Ketika Mens Rea Dipersoalkan, Pandji Pragiwaksono Menempuh Jalan Dialog

3 Februari 2026 - 13:56 WIB

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Pinjol Crowde, Temukan 62 Mitra Fiktif

3 Februari 2026 - 11:58 WIB

Eyang Meri Pergi di Usia 100 Tahun, Perempuan Tangguh di Balik Keteguhan Jenderal Hoegeng

3 Februari 2026 - 08:21 WIB

Trending di News