PRABA INSIGHT- Di tengah ramai-ramainya dunia maya ngomongin gosip selebritas dan adu gengsi klub bola tarkam, muncul satu berita yang cukup menyadarkan kita semua: netizen Indonesia ternyata masih susah bedain antara kritik dan ngatain.
Korban terbaru: Hokky Caraka, pemain Timnas U-23 yang baru-baru ini memutuskan angkat senjata hukum karena kesal dengan komentar-komentar julid nan mesum yang ditujukan ke dirinya dan sang kekasih, Jessica Rosmaureena.
Jangan salah paham dulu, ini bukan soal dia nggak terima dikritik soal performa. Tapi ini soal akun-akun nyasar yang mulai main kasar di DM dan kolom komentar dan bukan kritik konstruktif, tapi model komentar ala gorengan semalam: bau, berminyak, dan bikin muak.
5 Akun, 1 Surat Somasi, dan 1×24 Jam Kesempatan Tobat
Lewat akun Instagram pribadinya, Hokky unggah surat cinta bernada somasi yang ditujukan ke lima akun:
@fhdiarya, @antoniusadji, @jokojoko1988, @xwidiyanto, dan @royprayoga_20.
Dalam surat itu, Hokky dan Jessica kasih waktu 1×24 jam buat minta maaf secara langsung. Bukan pakai emoji 🙏 atau story fake remorse, tapi permintaan maaf beneran. Kalau enggak? Siap-siap dijemput UU ITE dan pasal pelecehan.
Nggak tanggung-tanggung, Hokky juga menandai Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) buat nunjukin bahwa pemain juga manusia, bukan target bebas bully se-Instagram.
“Saya bukan orang yang suka dengan cara seperti ini, tetapi kalian yang sudah terlalu kelewatan. Untuk kali ini saya tunggu itikad baiknya. Sayonara.”
Tulis Hokky, kayak lagi closing anime samurai.
Netizen: Ada yang Dukung, Ada yang Masih Asik Nyinyir
Seperti biasa, publik terbelah kayak diskon akhir bulan. Sebagian besar beri dukungan.
Akun @adhxlens misalnya, nulis:
“Emang layak dikritik kalau soal permainan, tapi ini kritikannya di luar konteks.”
Dapat ribuan likes. Netizen waras pun mengangguk.
Tapi ya namanya juga medsos, selalu ada penyeimbang semesta.
Akun @cho_dika nyeletuk:
“Saya tidak membenarkan kata-kata itu, tapi nyatanya setelah posting pacaran terus dan main tarkam, permainan Hokky menurun banget.”
Komentarnya dikomentari balik 30-an orang. Perdebatan pun muncul: mana kritik, mana julid? Mana evaluasi, mana ejekan? (Ris)