Menu

Mode Gelap
Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

Sport

Ini Penjelasan Ducati soal Insiden Pelek Marc Marquez di Race ThaiGP

badge-check

Ducati menjelaskan penyebab Marc Marquez gagal finis di MotoGP Thailand usai pelek belakang rusak akibat menghantam kerb Tikungan 4. Michelin menyebut suhu panas dan karakter kerb agresif jadi faktor risiko.
Perbesar

Ducati menjelaskan penyebab Marc Marquez gagal finis di MotoGP Thailand usai pelek belakang rusak akibat menghantam kerb Tikungan 4. Michelin menyebut suhu panas dan karakter kerb agresif jadi faktor risiko.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di dunia balap, nasib kadang berubah bukan karena kalah cepat melainkan karena satu sentuhan kecil yang efeknya luar biasa. Itulah yang dialami Marc Marquez di MotoGP Thailand. Bukan disalip rival, bukan pula karena strategi meleset. Tapi karena pelek belakangnya menyerah lebih dulu.

Ducati akhirnya buka suara soal kegagalan finis Marquez di Race ThaiGP. Melalui Davide Tardozzi, tim menemukan adanya kerusakan pada pelek motor setelah sang pembalap menghantam kerb di tikungan keempat.

Menurut Tardozzi, insiden bermula saat Marquez melebar di Tikungan 4. Sentuhan dengan kerb membuat pelek belakang rusak dan berujung pada masalah serius pada ban.

Foto : Kondisi Pelek motor Marc Marquez

“Dia melebar di tikungan keempat dan merusak peleknya. Bisa dibilang itu kesalahan, tapi dia juga tidak beruntung. Banyak pembalap melebar di tikungan itu dan tidak mengalami masalah seperti ini,” ujar Tardozzi kepada TNT Sport.

Dalam bahasa balap: ini kombinasi antara momen yang kurang presisi dan nasib yang tidak berpihak.

Masalah tak berhenti di situ. Michelin sebagai pemasok ban juga ikut memberi penjelasan. Bos Michelin, Piero Taramasso, menyebut kondisi lintasan sepanjang akhir pekan memang cukup ekstrem. Banyak pelek dilaporkan bengkok setelah motor kembali ke paddock.

“Sepanjang akhir pekan kami melihat beberapa pelek bengkok karena suhu sangat panas. Materialnya lunak dan kerb di sana cukup agresif,” kata Taramasso kepada Crash.

Ia bahkan memberi contoh kejadian serupa yang dialami Jorge Martin. Saat itu, Martin kehilangan tekanan ban depan setelah menghantam kerb. Bedanya, tekanan udara pada motor Martin turun secara perlahan. Sementara pada motor Marquez, udara keluar sekaligus tanpa ampun.

Perbedaan tempo kehilangan tekanan itulah yang membuat situasi Marquez jauh lebih dramatis. Jika kebocoran terjadi perlahan, pembalap masih punya kesempatan membaca gejala dan menyesuaikan gaya balap. Namun ketika udara hilang mendadak, pilihan yang tersisa hanyalah menepi.

Insiden ini kembali menyoroti betapa sensitifnya kombinasi antara suhu lintasan, karakter kerb, dan material komponen di MotoGP. Di atas kertas, semuanya dirancang untuk performa maksimal. Tapi di lintasan, satu benturan kecil bisa berujung DNF did not finish.

Bagi Marquez, ThaiGP menjadi pengingat bahwa di MotoGP, keberanian saja tak cukup. Kadang, yang menentukan hasil bukan hanya skill dan strategi, tapi juga seberapa ramah tikungan terhadap velg belakangmu.

Dan di Tikungan 4 itu, keberuntungan sedang tidak parkir di garasi yang sama dengan nomor motor miliknya.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Argentina Hampir Pulang Duluan, Lalu Ingat Masih Punya Messi: Mesir Dipaksa Menelan Comeback 3-2

8 Juli 2026 - 01:20

ASICS Football Summer Camp 2026: Tempat Mimpi Pesepak Bola Muda Indonesia Mulai Dirawat

7 Juli 2026 - 11:47

Gol Menit 90+1 Jadi Vonis Portugal, Spanyol Kirim Cristiano Ronaldo Pulang dari Piala Dunia 2026

7 Juli 2026 - 04:13

Brasil Kembali Tersingkir oleh Norwegia, Haaland Hidupkan Sejarah Piala Dunia

6 Juli 2026 - 19:06

Mau Adu Skill Sama Luís Figo? Pesta Bola HGI 2026 Buka Jalan Buat yang Nggak Cuma Jago Nonton Bola

30 Juni 2026 - 00:01

Trending di Sport