Menu

Mode Gelap
Ramadhan Peduli di Depok: Mahasiswa BEM PTAI Bukan Cuma Buka Bersama, Tapi Juga Santuni Anak Yatim Ditegur Saat Apel Pagi, Karyawan di Tojo Una-Una Tewas Diduga Diserang Rekan Kerja Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia Kabar Adik Benjamin Netanyahu Tewas dalam Serangan Rudal Iran Bikin Timur Tengah Makin Panas Update Bantargebang: Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 6 Orang, 1 Korban Masih Dicari Pria di Tanjungpinang Diduga Bunuh dan Mutilasi Istri, Baru Bebas 15 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan

Sport

Ini Penjelasan Ducati soal Insiden Pelek Marc Marquez di Race ThaiGP

badge-check


					Ducati menjelaskan penyebab Marc Marquez gagal finis di MotoGP Thailand usai pelek belakang rusak akibat menghantam kerb Tikungan 4. Michelin menyebut suhu panas dan karakter kerb agresif jadi faktor risiko.
Perbesar

Ducati menjelaskan penyebab Marc Marquez gagal finis di MotoGP Thailand usai pelek belakang rusak akibat menghantam kerb Tikungan 4. Michelin menyebut suhu panas dan karakter kerb agresif jadi faktor risiko.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di dunia balap, nasib kadang berubah bukan karena kalah cepat melainkan karena satu sentuhan kecil yang efeknya luar biasa. Itulah yang dialami Marc Marquez di MotoGP Thailand. Bukan disalip rival, bukan pula karena strategi meleset. Tapi karena pelek belakangnya menyerah lebih dulu.

Ducati akhirnya buka suara soal kegagalan finis Marquez di Race ThaiGP. Melalui Davide Tardozzi, tim menemukan adanya kerusakan pada pelek motor setelah sang pembalap menghantam kerb di tikungan keempat.

Menurut Tardozzi, insiden bermula saat Marquez melebar di Tikungan 4. Sentuhan dengan kerb membuat pelek belakang rusak dan berujung pada masalah serius pada ban.

Foto : Kondisi Pelek motor Marc Marquez

“Dia melebar di tikungan keempat dan merusak peleknya. Bisa dibilang itu kesalahan, tapi dia juga tidak beruntung. Banyak pembalap melebar di tikungan itu dan tidak mengalami masalah seperti ini,” ujar Tardozzi kepada TNT Sport.

Dalam bahasa balap: ini kombinasi antara momen yang kurang presisi dan nasib yang tidak berpihak.

Masalah tak berhenti di situ. Michelin sebagai pemasok ban juga ikut memberi penjelasan. Bos Michelin, Piero Taramasso, menyebut kondisi lintasan sepanjang akhir pekan memang cukup ekstrem. Banyak pelek dilaporkan bengkok setelah motor kembali ke paddock.

“Sepanjang akhir pekan kami melihat beberapa pelek bengkok karena suhu sangat panas. Materialnya lunak dan kerb di sana cukup agresif,” kata Taramasso kepada Crash.

Ia bahkan memberi contoh kejadian serupa yang dialami Jorge Martin. Saat itu, Martin kehilangan tekanan ban depan setelah menghantam kerb. Bedanya, tekanan udara pada motor Martin turun secara perlahan. Sementara pada motor Marquez, udara keluar sekaligus tanpa ampun.

Perbedaan tempo kehilangan tekanan itulah yang membuat situasi Marquez jauh lebih dramatis. Jika kebocoran terjadi perlahan, pembalap masih punya kesempatan membaca gejala dan menyesuaikan gaya balap. Namun ketika udara hilang mendadak, pilihan yang tersisa hanyalah menepi.

Insiden ini kembali menyoroti betapa sensitifnya kombinasi antara suhu lintasan, karakter kerb, dan material komponen di MotoGP. Di atas kertas, semuanya dirancang untuk performa maksimal. Tapi di lintasan, satu benturan kecil bisa berujung DNF did not finish.

Bagi Marquez, ThaiGP menjadi pengingat bahwa di MotoGP, keberanian saja tak cukup. Kadang, yang menentukan hasil bukan hanya skill dan strategi, tapi juga seberapa ramah tikungan terhadap velg belakangmu.

Dan di Tikungan 4 itu, keberuntungan sedang tidak parkir di garasi yang sama dengan nomor motor miliknya.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribut Usai Laga Malut United vs PSM, Wartawan Diintimidasi hingga Wasit Tertahan di Stadion

9 Maret 2026 - 14:21 WIB

Lari 2 Jam 13 Menit, Robi Syianturi Cetak Rekor Marathon Nasional di Sevilla

18 Februari 2026 - 13:37 WIB

ASICS Bawa Atmosfer Final Tenis Dunia ke Jakarta, Ada Peluncuran Sepatu Baru

3 Februari 2026 - 12:30 WIB

Papua Tengah: Gudang Bakat Sepak Bola yang Lebih Sering Jadi Cerita daripada Prestasi

29 Januari 2026 - 17:09 WIB

Pertandingan India Open 2026 Terhenti Akibat Kotoran Burung di Lapangan Utama

22 Januari 2026 - 06:13 WIB

Trending di Sport