Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

Ekonomi

Utang Luar Negeri Indonesia Turun Tipis, BI: Masih Sehat, Jangan Panik Dulu!

badge-check

utang luar negeri indonesia, utang indonesia 2025, BI utang luar negeri, utang pemerintah, utang swasta, rasio utang PDB, ekonomi indonesia (Foto:Ist) Perbesar

utang luar negeri indonesia, utang indonesia 2025, BI utang luar negeri, utang pemerintah, utang swasta, rasio utang PDB, ekonomi indonesia (Foto:Ist)

PRABA INSIGHT – Jakarta – Kabar baik sekaligus bikin nyengir datang dari Bank Indonesia (BI). Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per Juli 2025 tercatat US$ 432,5 miliar atau Rp 7.082,2 triliun (kurs Rp 16.375). Angka ini memang masih sama-sama bikin kaget kalau ditulis pakai nol semua, tapi ya lumayan lah, karena lebih rendah dibanding Juni 2025 yang nyampe US$ 434,1 miliar.

Jadi, istilahnya: utang kita turun tipis. Kayak gaji yang naik seribu perak, nggak terasa tapi bisa dibilang ada progres.

Secara tahunan, pertumbuhan ULN juga melambat. Dari 6,3% (yoy) di Juni jadi 4,1% (yoy) di Juli. Menurut BI, hal ini karena utang pemerintah ngerem sedikit, plus si Dolar AS lagi sok kuat bikin Rupiah ngos-ngosan.

“Posisi ULN pemerintah pada Juli 2025 tercatat sebesar US$ 211,7 miliar, tumbuh 9,0% (yoy), lebih rendah dibanding 10,0% (yoy) pada Juni 2025,” kata Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Senin (15/9/2025).

Denny juga menambahkan, perlambatan ini dipicu karena pinjaman luar negeri dan surat utang pemerintah nggak sekencang sebelumnya. Tapi BI meyakinkan, semuanya masih dikelola dengan cermat, terukur, dan akuntabel. Utang ini dipakai buat hal-hal produktif: kesehatan, pendidikan, pertahanan, konstruksi, sampai transportasi. Jadi, tenang, nggak dipakai buat beli skin Mobile Legends.

Yang bikin adem, 99,9% dari utang pemerintah ini jangka panjang. Artinya, cicilan nggak harus ditagih kayak bayar kosan tiap bulan.

Bagaimana dengan swasta? Nah, ULN swasta masih kontraksi. Angkanya di Juli 2025 tetap di kisaran US$ 195,6 miliar. Pertumbuhannya minus 0,3% (yoy), sama kayak bulan sebelumnya. Bedanya, utang perusahaan nonkeuangan makin nyusut 1,2% (yoy), sementara utang lembaga keuangan malah naik 3,6% (yoy).

Sektor yang paling banyak nyumbang utang swasta? Masih sama: industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, listrik dan gas, plus pertambangan. Totalnya sampai 80,4% dari keseluruhan utang swasta.

Walaupun angka ULN bikin jidat berkerut kalau dihitung dengan kalkulator HP, BI bilang struktur utang kita tetap sehat. Buktinya, rasio ULN terhadap PDB turun dari 30,5% jadi 30,0%. Lagi-lagi, utang jangka panjang mendominasi 85,5%. Jadi kalaupun gede, tenang, ini utang panjang ibaratnya kayak KPR, bukan paylater.

BI dan pemerintah juga janji terus ngawal biar utang ini nggak bikin ekonomi megap-megap. “Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian,” ujar Denny.

Penulis : Deny Darmono | Editor: Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial

10 Agustus 2026 - 10:27

Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada

7 Agustus 2026 - 18:14

Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

7 Agustus 2026 - 17:48

JakOne Mobile Bikin Bank Jakarta Panen Penghargaan, Bukti Transformasi Digital Bukan Sekadar Gimmick

4 Agustus 2026 - 11:11

Pemerintah Resmi Ubah Status Ojol Jadi Pelaku UMKM, Perpres Masuki Tahap Final

21 Juli 2026 - 18:33

Trending di Ekonomi