Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

News

Rp1.200 Triliun Hilang ke Judi Online: Ekonomi Kita Jadi ATM Bandar

badge-check

Judi online di Indonesia menyedot Rp1.200 triliun dalam empat bulan, setara sepertiga APBN. Fenomena ini mengancam stabilitas ekonomi dan sosial bangsa.(Foto:Istimewa) Perbesar

Judi online di Indonesia menyedot Rp1.200 triliun dalam empat bulan, setara sepertiga APBN. Fenomena ini mengancam stabilitas ekonomi dan sosial bangsa.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – Jakarta – Ada kabar yang bikin jidat mengernyit sekaligus dompet merintih. Empat bulan pertama 2025, duit Rp1.200 triliun di Indonesia raib begitu saja. Bukan dipakai buat bangun jalan tol, bukan juga buat subsidi BBM, melainkan habis masuk ke meja judi online.

Kalau mau dibandingkan, belanja negara di APBN 2024 saja cuma Rp3.300 triliun. Jadi, sepertiganya sekarang melayang ke ruang gelap dunia maya, jadi santapan para bandar lintas negara. Bedanya, uang APBN bikin sekolah, jembatan, atau gaji PNS, sementara uang judi online? Ya, bikin bandar makin kaya, rakyat makin sengsara.

Ekonomi Jadi ATM

Menurut R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), judi online ini sama sekali nggak ada faedahnya buat ekonomi. Nggak bikin lapangan kerja sehat, nggak bangun industri, nggak bikin UMKM naik kelas. Yang ada malah memindahkan uang dari kantong rakyat ke server bandar di luar negeri.

Dampaknya? Daya beli masyarakat jeblok. Rumah tangga kelas menengah bawah yang biasanya jadi motor belanja domestik malah terjerat utang. UMKM kehilangan pasar. Konsumsi lesu. Ekonomi riil yang harusnya ngebut malah megap-megap.

Duit Haram, Sistem Runtuh

Yang lebih serem lagi, Rp1.200 triliun itu bukan cuma bikin dapur rakyat nggak ngebul, tapi juga bikin sistem keuangan panas dingin. Transaksi ilegal segede gaban ini rawan dipakai buat pencucian uang. Bank jadi dicurigai, stabilitas moneter terguncang.

Bank Indonesia dan OJK juga pusing tujuh keliling. Likuiditas yang harusnya bisa dipakai buat investasi atau kredit produktif malah nyasar ke meja judi. Multiplier effect? Wassalam. Yang ada multiplier problem: kriminalitas naik, moral turun, perceraian melonjak, sampai kasus bunuh diri karena utang judi.

Negara Jangan Jadi Penonton

“Setiap rupiah yang masuk ke judi online berarti satu unit produktif ekonomi hilang,” kata Haidar. Bahasa gampangnya: judi online itu lubang hitam ekonomi. Masukin duit, keluar masalah.

Kalau dibiarkan, negara bisa kena krisis sosial-ekonomi serius. Uang negara habis bukan buat pembangunan, tapi buat nutupin subsidi sosial, polisi kerja lembur, dan trauma healing keluarga korban judi.

Pemblokiran situs? Itu mah kayak nutup got pakai kertas koran. Nggak bakal efektif kalau nggak ada pengawasan transaksi digital, kerja sama antar lembaga, dan gebrakan hukum yang nggak pandang bulu. Para bandar pakai teknologi canggih buat ngeruk uang rakyat, masa negara kalah canggih?

Pilihan sekarang cuma dua: negara serius memberangus judi online dari hulu ke hilir, atau ya siap-siap ekonomi kita terus jadi ATM para bandar global. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Trending di News