Menu

Mode Gelap
Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

News

Meutya Hafid Ungkap Jejak Uang di Balik Konten Ricuh: Dari Gift, Donasi, sampai Judi Online

badge-check

Lewat Instagram, Meutya Hafid buka suara soal maraknya provokasi digital. Dari ajakan penjarahan, konten anarkis yang disiarkan live streaming, sampai cuan dari donasi dan judi online.(Foto:Istimewa) Perbesar

Lewat Instagram, Meutya Hafid buka suara soal maraknya provokasi digital. Dari ajakan penjarahan, konten anarkis yang disiarkan live streaming, sampai cuan dari donasi dan judi online.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Kalau Anda merasa akhir-akhir ini lini masa media sosial makin ramai dengan ajakan yang bikin jidat mengernyit, ternyata bukan cuma perasaan. Menteri Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Meutya Hafid, lewat unggahannya di Instagram @meutya_hafid, bilang kalau laporan masyarakat soal provokasi digital lagi naik tajam.

Provokasi ini bentuknya macam-macam. Ada yang ngajak penjarahan, ada yang dorong-dorongan penyerangan, sampai ada yang main-main isu SARA. Lengkap sudah, paket komplit.

“Informasi keliru menyebar sangat cepat, seperti banjir bandang yang menenggelamkan informasi benar, kritik konstruktif, dan aktivitas produktif,” tulis Meutya. Banjir bandang informasi, bayangkan saja, bukan cuma bikin basah, tapi bikin tenggelam.

Bukan Sekadar Provokasi, Tapi Bisnis

Yang bikin makin bikin dahi berlipat: provokasi ini ternyata tidak berdiri sendiri. Menurut Meutya, ada indikasi upaya terorganisir. Bahkan, sudah masuk ke level bisnis.

“Konten kekerasan dan anarkisme disiarkan live streaming, dimonetisasi lewat donasi dan gifts bernilai besar. Beberapa akun yang terlibat terhubung dengan jaringan judi online,” jelasnya.

Jadi, jangan salah. Bukan cuma keresahan, tapi juga ada cuan yang mengalir deras. Dari demo ricuh bisa jadi tontonan, dari tontonan bisa jadi saldo.

Antara Aspirasi dan Provokasi

Pemerintah, kata Meutya, tetap menghormati aspirasi warga. Silakan bicara, silakan demo, asal tertib. Tapi, yang sengaja bikin gaduh lewat media sosial, jelas lain cerita.

“Mereka diarahkan ke titik-titik tertentu, menayangkan konten secara maraton, dan menerima insentif tidak wajar,” tulisnya lagi.

Alias, ini bukan sekadar orang marah-marah di medsos, tapi ada yang ngatur alur. Semacam sutradara, tapi kontennya chaos.

Jangan Jadi Korban Forward-Forwardan

Meutya lalu kasih wejangan klasik tapi relevan: hati-hati, jangan gampang terpancing. Jangan ikut-ikutan nyebarin info yang belum jelas. Biasakan cek silang.

Kira-kira, kalau ada teman kirim broadcast ajakan aneh-aneh, jangan buru-buru share. Ingat, jempolmu bisa menentukan hidup orang banyak dan mungkin juga isi dompet orang lain yang sedang cuan dari kegaduhan.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Juli 2026 - 11:17

Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

14 Juli 2026 - 19:23

Kuasa Hukum Nancy Soroti Kesaksian Dwi Febri di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Terbukti Palsu

14 Juli 2026 - 16:48

Dugaan Mega Korupsi di Kejaksaan Jadi Ujian Penegakan Hukum, BEM PTMA Zona III Apresiasi Sikap Prabowo

12 Juli 2026 - 09:17

Masalah Data Adminduk Bekasi Utara Dibahas, Rizki Topananda Dorong Pemutakhiran

11 Juli 2026 - 15:14

Trending di News