Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

News

Meutya Hafid Ungkap Jejak Uang di Balik Konten Ricuh: Dari Gift, Donasi, sampai Judi Online

badge-check

Lewat Instagram, Meutya Hafid buka suara soal maraknya provokasi digital. Dari ajakan penjarahan, konten anarkis yang disiarkan live streaming, sampai cuan dari donasi dan judi online.(Foto:Istimewa) Perbesar

Lewat Instagram, Meutya Hafid buka suara soal maraknya provokasi digital. Dari ajakan penjarahan, konten anarkis yang disiarkan live streaming, sampai cuan dari donasi dan judi online.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Kalau Anda merasa akhir-akhir ini lini masa media sosial makin ramai dengan ajakan yang bikin jidat mengernyit, ternyata bukan cuma perasaan. Menteri Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Meutya Hafid, lewat unggahannya di Instagram @meutya_hafid, bilang kalau laporan masyarakat soal provokasi digital lagi naik tajam.

Provokasi ini bentuknya macam-macam. Ada yang ngajak penjarahan, ada yang dorong-dorongan penyerangan, sampai ada yang main-main isu SARA. Lengkap sudah, paket komplit.

“Informasi keliru menyebar sangat cepat, seperti banjir bandang yang menenggelamkan informasi benar, kritik konstruktif, dan aktivitas produktif,” tulis Meutya. Banjir bandang informasi, bayangkan saja, bukan cuma bikin basah, tapi bikin tenggelam.

Bukan Sekadar Provokasi, Tapi Bisnis

Yang bikin makin bikin dahi berlipat: provokasi ini ternyata tidak berdiri sendiri. Menurut Meutya, ada indikasi upaya terorganisir. Bahkan, sudah masuk ke level bisnis.

“Konten kekerasan dan anarkisme disiarkan live streaming, dimonetisasi lewat donasi dan gifts bernilai besar. Beberapa akun yang terlibat terhubung dengan jaringan judi online,” jelasnya.

Jadi, jangan salah. Bukan cuma keresahan, tapi juga ada cuan yang mengalir deras. Dari demo ricuh bisa jadi tontonan, dari tontonan bisa jadi saldo.

Antara Aspirasi dan Provokasi

Pemerintah, kata Meutya, tetap menghormati aspirasi warga. Silakan bicara, silakan demo, asal tertib. Tapi, yang sengaja bikin gaduh lewat media sosial, jelas lain cerita.

“Mereka diarahkan ke titik-titik tertentu, menayangkan konten secara maraton, dan menerima insentif tidak wajar,” tulisnya lagi.

Alias, ini bukan sekadar orang marah-marah di medsos, tapi ada yang ngatur alur. Semacam sutradara, tapi kontennya chaos.

Jangan Jadi Korban Forward-Forwardan

Meutya lalu kasih wejangan klasik tapi relevan: hati-hati, jangan gampang terpancing. Jangan ikut-ikutan nyebarin info yang belum jelas. Biasakan cek silang.

Kira-kira, kalau ada teman kirim broadcast ajakan aneh-aneh, jangan buru-buru share. Ingat, jempolmu bisa menentukan hidup orang banyak dan mungkin juga isi dompet orang lain yang sedang cuan dari kegaduhan.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Trending di News