Menu

Mode Gelap
Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

News

Dari Jepang ke Amerika, Lanjut Kanada dan Belanda: Diplomasi Marathon Prabowo

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York pada 23 September 2025. Lawatan diplomatik berlanjut ke Kanada, Belanda, dan singgah di Osaka Expo 2025, menegaskan peran Indonesia sebagai pemimpin Global South (Foto: Setkab/Istimewa) Perbesar

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York pada 23 September 2025. Lawatan diplomatik berlanjut ke Kanada, Belanda, dan singgah di Osaka Expo 2025, menegaskan peran Indonesia sebagai pemimpin Global South (Foto: Setkab/Istimewa)

PRABA INSIGHT – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto lagi sibuk-sibuknya jadi presiden yang “internasional”. Jumat malam (19/9/2025), beliau terbang ke New York, Amerika Serikat, buat ikut Sidang Majelis Umum PBB ke-80. Jadi, jangan kaget kalau timeline politik global sebentar lagi ada bumbu-bumbu khas Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sudah bocorin jadwalnya: Prabowo bakal pidato di sesi Debat Umum PBB pada 23 September 2025. Urutannya lumayan prestisius, lho—ketiga, setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat.

Teddy bilang, momen ini bukan cuma formalitas. Indonesia mau tampil sebagai juru bicara Global South alias negara-negara selatan dunia yang seringkali jadi penonton di panggung global. “Sidang tahun ini penting untuk menegaskan posisi Indonesia yang konsisten mendorong reformasi tata kelola dunia agar lebih adil dan inklusif,” ujarnya.

Habis dari New York, Prabowo nggak langsung pulang. Agenda tur Eropa dan Amerika Utara sudah menunggu. Tanggal 24 September 2025, beliau mampir ke Ottawa buat ngobrol bareng Perdana Menteri Kanada. Lalu, dua hari kemudian, 26 September, gantian Belanda yang disinggahi. Di Den Haag, Prabowo akan ketemu Raja Belanda dan Caretaker Perdana Menteri-nya.

Eh, tapi sebelum sampai New York, pesawat Presiden sempat singgah di Osaka, Jepang. Katanya sih sekalian isi bensin. Tapi mumpung di sana, ya sudah sekalian mampir ke Paviliun Indonesia di Osaka Expo 2025.

“Ini juga penting sebagai bagian diplomasi budaya dan ekonomi Indonesia,” tambah Teddy.

Singkatnya, Prabowo lagi jalani agenda tur diplomasi yang padat. Dari isi bensin di Osaka, orasi di New York, sampai jumpa raja di Belanda. Jadwalnya bisa bikin orang biasa mikir dua kali buat packing koper. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar

11 Mei 2026 - 19:46

Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot

11 Mei 2026 - 18:57

Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya

11 Mei 2026 - 17:15

Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo

10 Mei 2026 - 00:53

Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

9 Mei 2026 - 19:56

Trending di News